Kukar, IMENEWS.ID – Pemerintah Desa Makarti Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong sektor budaya jadi penggerak ekonomi masyarakat.
Sejumlah potensi budaya lokal yang selama ini hanya dikenal secara terbatas mulai digali dan dikembangkan secara serius. Diantaranya adalah, musik tradisional, kesenian dan pencak silat tradisional, serta pemanfaatan bahan-bahan lokal yang menonjol di desa Makarti.
Kades Makarti Gunawan mengatakan, pengembangan budaya bukan semata bertujuan untuk pelestarian nilai-nilai leluhur.
Tetapi juga sebagai jalan baru bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi secara langsung. Dikatakannya, selama ini kesenian, musik tradisonal dan lain-lain hanya diajarkan secara turun-temurun.
“Sekarang kami ingin mengangkatnya menjadi bagian dari kegiatan rutin desa, bahkan dikembangkan menjadi atraksi budaya yang dapat menarik kunjungan dari luar,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Selain itu, lanjut Gunawan, musik tradisional juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi budaya ekonomi kreatif di desa.
“Rencananya, ada niatan ingin memajukan kebudayaan lokal di desa Makarti, supaya desa Makarti menjadi contoh dan branding bahwa kami ingin budaya bisa jadi penggerak ekonomi lokal, tegasnya Kepala Desa Gunawan saat di wawancarai.
Sebagai langkah awal yang dilakukan pemerintah desa ini adalah dengan memberikan contoh serta pelatihan kepada warga. Khususnya pemuda dan ibu rumah tangga.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah bahan lokal serta menampilkan seni budaya tradisional secara profesional.
“Kami ingin budaya desa tidak hanya hidup, tetapi juga menghasilkan. Harapannya, kegiatan ini bisa difasilitasi secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat,” tambah Gunawan.
Gunawan mengaku optimistis, dengan sinergi dan kerjasama antara pemerintah desa, warga, dan tokoh adat. Budaya lokal bisa menjadi kekuatan yang mengangkat nama desa Makarti sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Budaya bisa menjadi roda penggerak ekonomi jika dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Kami yakin, jika budaya kami ini dikelola dengan maksimal maka bisa membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi memang desa Makarti memiliki banyak budaya,” tutupnya. (P*)