Kukar, IMENews.id — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Arianto mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.
Ia mengatakan bahwa kegiatan keagamaan berperan penting dalam memperkuat nilai spiritual dan moral masyarakat.
“Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Ketika umat mampu mengamalkan ajaran agamanya, maka kehidupan bermasyarakat akan jauh lebih baik dan harmonis,” ujarnya usai menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pondok Pesantren Al Huro Center, Kelurahan Mangkurawang, Sabtu (27/9/2025).
Ia menilai, meningkatnya semangat masyarakat menggelar kegiatan keagamaan merupakan tanda positif dari tumbuhnya kesadaran spiritual di tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah kegiatan seperti ini semakin ramai dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kukar semakin kuat karakternya dan semakin kompak dalam menjaga nilai-nilai agama,” kata Arianto.
Ia pun mengimbau masyarakat agar terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan kegiatan bernuansa keagamaan.
Program pembangunan berbasis masyarakat, seperti bantuan keuangan RT, menurutnya bisa diarahkan untuk mendukung kegiatan keagamaan.
“Melalui program 50 juta per RT yang kini ditingkatkan menjadi 150 juta, kegiatan seperti Maulid Nabi ini bisa lebih difasilitasi. Pembangunan bukan hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tapi juga pembentukan karakter dan spiritual masyarakat,” jelasnya.
Arianto juga menegaskan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemkab Kukar melalui visi Kukar Idaman Terbaik berkomitmen membangun masyarakat yang sejahtera lahir dan batin. Pembangunan mental dan spiritual menjadi pondasi utama dari kemajuan yang kita cita-citakan,” ucapnya.
Ia menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara.
Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembinaan moral akan membawa keberkahan bagi daerah.
“Pemerintah membangun fisik, para ulama membangun jiwa. Kalau keduanya berjalan seiring, insya Allah keberkahan akan turun untuk Kutai Kartanegara,” tutup Arianto. (ADV243/Red02)