Kolam Renang Putri Junjung Buyah Kembali Dibuka, Dispora Kukar Pastikan Keamanan Pengunjung

Kukar, IMENEWS.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi membuka kembali wisata kolam renang putri junjung buyah, setelah sempat ditutup sejak akhir 2024. Penutupan dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi pondasi pagar yang miring dan dinilai membahayakan.

Sekretaris Dispora Kukar,  Syafliansah menjelaskan, perbaikan pada bagian pondasi tersebut memerlukan waktu yang cukup lama, termasuk penutupan akses jalan di sekitar area kolam demi menjaga keselamatan masyarakat.

“Kemarin kan habis perbaikan. Kan pondasinya yang miring itu, cukup lama prosesnya. Kita tutup juga jalannya,” kata Syafliansah, Selasa (15/4/2025).

Ia menekankan bahwa kolam renang Putri Junjung Buyah merupakan salah satu aset milik negara yang perlu dirawat dan dijaga keberlanjutannya. Selain aspek fungsional, keselamatan masyarakat menjadi hal yang paling utama dalam setiap kebijakan pengelolaan fasilitas olahraga.

“Pelan-pelan lah. Itu juga aset negara. Perlu pembiayaan untuk perbaikannya. Yang penting kita itu aman dulu lah bagi masyarakat yang menggunakan,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan tidak hanya sebatas kegiatan renovasi biasa, tetapi lebih dari itu, untuk mencegah potensi kecelakaan yang bisa saja terjadi jika fasilitas dibuka dalam kondisi belum layak pakai.

“Khawatir nanti orang-orang berenang, lalu nabrak pagar. Jadi cerita lagi, kan? Nabrak pagar, diberitakan lagi, kan. Untung orangnya nggak apa-apa. Kalau terjadi di luar dugaan, nanti jadi horor,” lanjutnya.

Penutupan akses jalan ke kolam juga sempat mendapat respons dari masyarakat. Namun Syafliansah menyebut bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui koordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti Polres, Satpol PP, dan Dinas PU.

“Walaupun banyak yang minta dibuka, kalau lagi ada event, kita libatkan semua stakeholder di situ, dan disepakati kan? Dari Polres, OPD, Satpol PP, dan PU. Artinya, tim teknisnya menyampaikan semua ini kenapa harus ditutup,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun penutupan sempat menyulitkan mobilitas saat ada kegiatan, namun langkah itu tetap dianggap sebagai bentuk antisipasi dari risiko yang lebih besar.

“Tapi kan kita repot juga nanti. Kalau ada mobil di sana atau orang berdiri di sana, kita kan nggak tahu kapan sesuatu terjadi. Lebih baik kita antisipasi duluan,” tuturnya.

Ke depan, Dispora Kukar berencana melanjutkan pembenahan fasilitas secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Apalagi, standar kolam renang tersebut sudah berada di level nasional.

“Fasilitas sih pasti kita pelan-pelan ke depan, menyesuaikan. Karena asetnya, kan dan standarnya, yang ada ini kan standar PON. Memang perlu biaya besar untuk proses pemeliharaannya,” tutup Syafliansah (adv/DS032)