Kukar, IMENews.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dalam rangka mempererat silaturahim antar daerah.
Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Wajo dan disambut secara resmi oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin di Pendopo Odah Etam Tenggarong pada Selasa (8/7/2025).
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan rasa hormat atas kehadiran jajaran Pemkab Wajo, yang menurutnya menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama lintas daerah serta saling bertukar informasi terkait pembangunan.
“Merupakan kehormatan bagi kami dikunjungi oleh salah satu pemimpin daerah yang kami pandang memiliki kemajuan pembangunan luar biasa di Sulawesi Selatan,” ujar Aulia.
Aulia kemudian memaparkan potret singkat Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memiliki luas wilayah 26.244 km² (pasca dikurangi wilayah IKN), dengan 20 kecamatan, 193 desa dan 44 kelurahan.
Saat ini jumlah penduduk Kukar tercatat sebanyak 793.131 jiwa, yang tersebar di wilayah pesisir, sungai, daratan, hingga perbukitan.
Ia menggarisbawahi bahwa meski Kukar memiliki Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sebesar Rp259,19 juta setara dengan negara maju.
Namun, sebagian besar masih ditopang oleh sektor primer tak terbarukan, yakni pertambangan dan penggalian sebesar 57,73 persen.
“Kondisi ini mencerminkan perekonomian Kukar yang kuat, namun belum sepenuhnya berkelanjutan,” jelas Aulia.
Ia juga menyinggung sejumlah indikator sosial seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah mencapai angka 76,57 atau tergolong tinggi dan di atas rata-rata nasional.
Meski begitu, angka kemiskinan 7,28 persen dan pengangguran terbuka 4,11 persen masih menjadi tantangan serius yang dihadapi.
Bupati Kukar menegaskan bahwa tantangan penyediaan layanan dasar masih cukup kompleks karena sebaran penduduk yang tidak merata dan wilayah yang sangat luas.
Hal ini menurutnya menjadikan isu kemiskinan sebagai titik kritis yang harus diselesaikan secara fokus dan bertahap.
“Kutai Kartanegara adalah miniatur Indonesia. Potensi ekonomi kami bervariasi, wilayahnya beragam, dan penduduk tersebar. Ini membuat tantangan layanan dasar menjadi nyata dan perlu penanganan yang terukur,” kata Aulia.
Pemerintah Kukar berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kerja sama strategis antara dua kabupaten dari Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan tersebut. (ADV179/Red02)