Kukar, IMENews.id – Pemerintah Desa Loa Lepu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mulai mempersiapkan diri untuk menjadi desa wisata unggulan pada 2025 melalui berbagai program strategis, termasuk menjalin kemitraan dengan Desa Ponggok, Jawa Tengah.
Kepala Desa Loa Lepu, Jumali, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mengadopsi model pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan wisata yang telah berhasil diterapkan di Desa Ponggok.
“Fokus kami bukan hanya membangun destinasi, tetapi juga menyiapkan masyarakat menjadi pelaku wisata. Pelatihan dan inovasi akan menjadi prioritas,” ujar Jumali belum lama ini.
Sebagai langkah awal, pemerintah desa melakukan pemetaan potensi wisata, dengan menempatkan kebersihan lingkungan sebagai indikator utama.
Untuk mendukung hal itu, desa membentuk bank sampah dengan sistem jemput sampah rumah tangga.
Selain itu, desa juga mengoperasikan mesin pemusnah sampah ramah lingkungan bernama Innovation Minimum Carbon yang dapat beroperasi tanpa asap.
“Mesin ini tidak mengeluarkan asap dan hanya memerlukan biaya operasional sekitar Rp300 ribu per bulan. Harapannya, ini bisa menjadi contoh bagi desa lain,” kata Jumali.
Dengan teknologi tersebut, Loa Lepu tidak lagi bergantung pada pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Jumali berharap langkah-langkah terstruktur yang dijalankan dapat menjadikan Loa Lepu magnet baru pariwisata di Kukar sekaligus membuka peluang kerja bagi warga.
“Dampaknya diharapkan positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya. (ADV198/Red02)