NPCI Kukar Dorong Pembangunan Sentra Olahraga Disabilitas dan Pelatihan Inklusif

Kukar, IMENEWS.ID – National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyusun serangkaian program strategis untuk mendukung pembinaan dan pengembangan prestasi atlet disabilitas.

Program itu meliputi pelatihan inklusif bagi pelatih dan wasit, sistem rekrutmen atlet yang menjangkau seluruh kecamatan, pengembangan infrastruktur serta pendampingan sosial dan psikologis bagi para atlet.

Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron, menungkapkan bahwa program-program tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang metode yang tepat dalam mengajar dan mendampingi atlet disabilitas.

“Kita ingin semua pihak yang terlibat dalam pembinaan atlet disabilitas benar-benar memahami pendekatan yang tepat dan inklusif,” kata Bisyron, Minggu (20/4/2025)

Ia mengatakan kami akan mengupayakan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya Dispora Kukar untuk memastikan seluruh fasilitas olahraga dirancang dengan prinsip aksesibilitas universal dan memperbaiki fasilitas yang sudah ada.

“Kami berharap sebagaimana KONI yang telah lama memiliki kantor representatif yang pastinya dalam rangka fasilitasi semua kebutuhan atlet untuk meraih prestasi maksimal,” ujarnya.

Hal ini juga, sebutnya sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan mengatur mengenai olahraga penyandang disabilitas, termasuk hak-hak dan kesetaraan mereka dalam berolahraga.

“Mendapatkan penghargaan yang sama Memperoleh pelayanan yang sama Memperoleh aksesibilitas Mendukung, pembinaan, dan pengembangan,” ucap Bisyron.

Untuk optimalisasi kinerja organisasi dalam pembinaan dan pengembangan prestasi atlet, kami akan mengajukan proposal pembangunan sekretariat NPCI Kukar yang sekaligus bisa menjadi cikal bakal terbentuknya SOD Sentra Olahraga Disabilitas (SOD) Kukar.

“Dengan fasilitas olahraga yang sangat representatif di kawasan Gelora Aji Imbut, kiranya sangat ideal jika sekretariat NPCI sekaligus SOD dibangun di kawasan ini. Kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program-program ini,” pungkas Bisyron  (adv/DS049)