KUKAR, IMENews.ID- Demi mempertahankan adat istiadat Dayak, pengurus Persekutuan Dayak Kalimantan Timur(PDKT) cabang Kutai Kartanegara(Kukar), menggelar voice Fest atau lomba bernyanyi lagu Dayak selama dua hari, 22-23 Agustus 2025.
“Festival bernyanyi lagu Dayak, dalam rangkaian HUT RI ke 80. Ini merupakan, pertama kalinya kita menggelar lomba ini,” ucap Ketua PDKT Kukar, Maria Ester, di ruang serba guna kantor Dispora Kukar.
Kita ingin menggali potensi warga suku Dayak yang ada di Kukar, mana yang berbakat dibidang menyanyi. Selain itu, mempertahankan budaya Dayak kebiasaan bahasa sehari-hari, yang dikhawatirkan sudah memudar, imbas perkembangan jaman dan perkawinan silang antar suku.
“Anak kita harus terbiasa dengan bahasa ibu dan ayahnya. Ada juga anak dari keluarga Dayak, tapi tidak mengerti bahasa Dayak,” jelasnya.
Dalam hal mengundang peserta lomba, PDKT mengundang komunitas dan pemuda dayak Kukar, untuk menjadi peserta lomba. Bukan hanya peserta dari suku Dayak yang ada di Kaltim saja. Untuk juri, kita percayakan dari Sekretaris PDKT Kukar, Kalvin, serta praktisi, Rabuddin dan Rosita Titik Lestari.
“Hadir juga suku Dayak Lundayeh Kaltara serta dari Dayak Kalimantan Barat,” paparnya.

Maria menambahkan, PDKT punya program pemberdayaan pemuda, dengan membentuk Satgas PDKT dari kalangan pemuda, organisasi yang dipimpinnya, akan melibatkan Dispora, untuk peningkatan kualitas pemuda.
“Kami ingin pemuda dayak, bisa dilatih program pemberdayaan dan kemandirian,” jelasnya.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PDKT, dengan menggelar lomba menyanyi lagu Dayak.
“Pemkab Kukar mendukung kegiatan yang dilakukan PDKT,” ucapnya.
Ali bercerita, Dayak bukan suatu yang asing bagi dirinya, karena ada keluarga yang bersuku Dayak. Dia berpesan juga, anak keluarga Dayak, jangan sampai tidak mengenal dengan bahasa sukunya.
“Kemampuan berbahasa Dayak hilang dipengaruhi beberapa sebab, seperti sudah mengenyam pendidikan di daerah kota. Sedangkan mengenyam pendidikan suatu keharusan,” pesannya.
Kadispora menutup, banyak program kepemudaan yang bisa didukung PDKT. Ada program pemuda kewirausahaan. Potensi produk luar biasa dari Dayak.
“Produk kerajinan tangan Dayak sangat potensial untuk dikembangkan, seperti manik-manik,” pungkasnya.
Keputusan juri lomba, pemenang juara 1 diraih Reza Ema, juara 2 diraih Olvi Kristie, sedangkan juara 3 Helty. Untuk juara harapan 1 diraih Lilie Sundari Ritonga, juara harapan 2 Devani Yolanda, dan juara harapan 3 diraih Julira Era Wati. Juara Favorit 1 dan 2, diraih Violet dan Atiar, serta Best Kostum diraih Aini.(ADV/Red01)