Kukar, IMENews.id โ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi mendeklarasikan Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang fokus pada pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Yayasan Karya Bhakti Bumi Indonesia (KBBI) sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.
Sekda Kukar Sunggono menyebut bahwa ini selaras dengan arah pembangunan daerah, khususnya percepatan pembangunan pertanian dalam arti luas.
“Program ini mendukung transformasi ekonomi Kukar dari ketergantungan sumber daya alam tak terbarukan menuju sektor terbarukan seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (17/7/2025)
Berdasarkan data BPS Kaltim 2024, Kukar menyumbang 46,8% luas panen padi di Kalimantan Timur dengan 26.744 hektar lahan, menghasilkan 115,1 ribu ton gabah kering giling atau 50,71% dari produksi provinsi.
Peran strategis ini akan semakin penting dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, yang diperkirakan menambah permintaan pangan secara signifikan.
Program SPR diikuti 27 peserta terpilih yang akan menjalani pelatihan selama enam bulan.
Mereka diharapkan menjadi agen perubahan di desa, termasuk berperan sebagai penyuluh pertanian swadaya.
Sunggono menegaskan pentingnya modernisasi pertanian, smart farming, dan mekanisasi untuk menarik minat generasi muda.
Pemkab Kukar juga menetapkan lima kawasan pertanian berbasis komoditas padi sawah, memperkuat infrastruktur irigasi dan jalan usaha tani, memberikan akses kredit tanpa agunan melalui Kredit Kukar Idaman, serta mengembangkan tenaga pendamping lapangan.
“Visi Kukar 2025โ2030 adalah menjadi pusat pangan, pariwisata, dan industri hijau yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Pencapaian ini butuh dukungan semua pihak, termasuk TNI, Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat,” pungkasnya. (ADV188/Red02)