Penimbunan Jalan 2,5 Km Atasi Banjir di Kelinjau Ulu, 8 Perusahaan Bahu-Membahu

MUARA ANCALONG, IMENEWS.ID – Delapan perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Muara Ancalong bergotong royong menimbun jalan sepanjang 2,5 kilometer di Desa Kelinjau Ulu untuk mengatasi masalah banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat. Program ini merupakan inisiatif yang diinstruksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.

Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid mengatakan, penimbunan jalan ini menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap melanda ruas jalan dari kilometer 1 sampai kilometer 4 di Desa Kelinjau Ulu, terutama saat musim penghujan atau air sungai meluap.

“Perbaikan jalan karena jalan kami ini khususnya dari kilo 1 sampai kilo 4 Desa Kelinjau Ulu itu kalau misalnya air naik, banjir, jalannya tertutup sehingga kami kemarin berinisiatif dari yang diinstruksikan langsung oleh Pak Bupati dan Wakil Bupati untuk penimbunan jalan,” ujar Harun.

Harun menyebutkan, delapan perusahaan yang beroperasi di sekitar Muara Ancalong memberikan dukungan penuh dalam program penimbunan jalan ini. Mereka menyediakan alat berat, material timbunan, dan tenaga kerja secara sukarela.

“Kemarin kita udah nimbun sekitar 2,5 kilo dibantu oleh perusahaan-perusahaan sekitar. Dibantu dan disupport oleh perusahaan-perusahaan sekitar di Muara Ancalong,” jelasnya.

Kedelapan perusahaan yang terlibat dalam program ini adalah PT TPA, PT BTPCS, PT Triple S, PT CDM, PT BTKMS, PT BTSAS, PT PBA, dan PT Info Tani. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan dan sektor swasta ini menjadi contoh nyata kemitraan yang saling menguntungkan.

“Dari PT TPA, BTPCS, Triple S dan CDM, BTKMS, BTSAS, PT PBA dan Info Tani,” rinci Harun menyebutkan satu per satu perusahaan yang berkontribusi.

Sebelum penimbunan dilakukan, kondisi jalan yang terendam banjir sangat menyulitkan warga. Ketika air sungai meluap, jalan benar-benar tertutup air sehingga kendaraan bermotor tidak bisa melintas.

“Kalau terjadi banjir, masyarakat biasanya itu lewat pakai ketinting, pakai perahu kecil. Jadi kita harapkan kalau setelah ditimbun ini masyarakat walaupun airnya naik itu tidak banjir sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka,” ungkap Harun.

Kondisi ini tentu sangat menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, warga yang sakit tidak bisa segera dibawa ke Puskesmas, dan distribusi barang kebutuhan pokok terganggu.

Meski telah berhasil menimbun 2,5 kilometer, Harun menyebutkan masih tersisa sekitar 1,5 kilometer lagi yang belum ditimbun untuk mencapai target 4 kilometer. Program ini sempat terhenti karena kendala cuaca. Senin (24/11/2025).

“Ini kita masih ada kurang 1,5 kilo lagi yang belum kita timbun untuk ditingkatkan. Kita tinggal nunggu mau kita lanjutkan kemarin terkendala cuaca ini. Kemarin kan sudah penimbunan 2,5 kilo, kira kurang 1,5 kilo ini ternyata kendala cuaca hujan lagi, akhirnya stop semua alat-alat perusahaan ditarik lagi,” jelasnya.

Cuaca hujan yang terus menerus membuat pekerjaan penimbunan terpaksa dihentikan sementara. Alat-alat berat dari perusahaan-perusahaan ditarik kembali untuk menghindari kerusakan dan demi keselamatan pekerja.

Harun berharap program penimbunan jalan ini bisa dilanjutkan dengan program yang lebih permanen dari pemerintah. Ia menyebutkan program Multi Years dari pemerintah pusat diharapkan segera masuk untuk melanjutkan perbaikan infrastruktur jalan secara menyeluruh.

“Dan harapan kami mudah-mudahan di tahun depan kelanjutan dari program Multi Years bisa segera masuk sehingga tidak mengganggu akses di antar desa, dari desa-desa Kelinjau ke desa-desa di Hulu maupun Desa Senyur,” harapnya.

Program Multi Years dinilai penting untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap masalah infrastruktur jalan di Muara Ancalong. Penimbunan yang dilakukan saat ini hanya bersifat temporer dan perlu diperkuat dengan struktur jalan yang lebih permanen.

Harun menjelaskan, jalan yang kerap terendam banjir ini merupakan akses utama menghubungkan beberapa desa di wilayah Muara Ancalong. Desa-desa yang terdampak antara lain Desa Kelinjau Ulu, Desa Senyur, serta desa-desa di wilayah Hulu seperti Desa Longna, Desa Longpok, Teluk Baru, Gemar, dan Desa Longtesak.

“Di antar desa dari desa-desa Kelinjau ke desa-desa di Hulu maupun Desa Senyur. Seperti Desa Longna, Desa Longpok maupun Desa Teluk Baru. Ada Gemar, ada Desa Longtesak, ada enam desa kami di Hulu sana. Sama Senyur beda arah itu, berarti tujuh desa,” paparnya.

Kondisi jalan yang buruk ini tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga menghambat distribusi logistik, akses pendidikan, dan pelayanan kesehatan ke desa-desa tersebut.

Camat mengapresiasi tinggi dukungan dari kedelapan perusahaan yang telah membantu program penimbunan jalan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini perlu terus dikembangkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.

“Kemarin kita sudah penimbunan 2,5 kilo, untuk kegiatan-kegiatan kami alhamdulillah sudah semua target kayak penimbunan tadi sudah selesai semua,” ungkapnya.

Dukungan CSR dari perusahaan-perusahaan ini dinilai sangat membantu, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Dengan bantuan alat berat dan material dari perusahaan, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.

Harun menjelaskan, karakteristik wilayah Muara Ancalong yang flat (datar) dan merupakan daerah basah membuat masalah banjir menjadi tantangan tersendiri. Wilayah ini termasuk dalam kawasan lahan basah Mesangat Sui yang memiliki ekosistem unik.

“Untuk di Kelinjau sendiri kalau di Desa Kelinjau Ilir dan Ulu tidak bisa sementara kami buatkan tempat TPS atau TPA karena memang daerahnya flat sehingga daerah di sini ini daerah basah. Dan ini masuk di kawasan Mesangat Sui itu kawasan basah,” jelasnya.

Kondisi geografis ini membuat pembangunan infrastruktur memerlukan pendekatan khusus. Penimbunan jalan harus dilakukan dengan ketinggian yang cukup agar tidak tergenang saat air pasang atau musim hujan.

Meski terkendala cuaca, Harun berkomitmen akan segera melanjutkan penimbunan sisa 1,5 kilometer begitu kondisi memungkinkan. Ia akan kembali berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

“Alhamdulillah sudah semua target kayak penimbunan tadi sudah selesai semua. Kita mungkin cuman kita tinggal nunggu mau kita lanjutkan kemarin terkendala cuaca ini,” tegasnya.

Program penimbunan jalan ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur di daerah terpencil memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dengan gotong royong dan komitmen bersama, kendala geografis dan keterbatasan anggaran dapat diatasi untuk kesejahteraan masyarakat. (Adv34)