Peningkatan Daya Listrik Puskesmas Terealisasi, Masih Butuh Tambahan AC

MUARA ANCALONG, IMENEWS.ID – Puskesmas Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur akhirnya berhasil meningkatkan daya listrik setelah lama mengalami kendala pasokan energi. Namun, masalah baru muncul karena unit Air Conditioner (AC) yang tersedia masih sangat terbatas, terutama di ruang rawat inap dan ruang dokter. Senin (24/11/2025).

Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid menyampaikan, peningkatan daya listrik di Puskesmas telah terealisasi pada bulan Oktober 2024 setelah melalui proses koordinasi dengan PLN. Peningkatan ini menjadi solusi atas permasalahan yang selama ini menghambat operasional fasilitas kesehatan tersebut.

“Alhamdulillah tahun ini sudah realisasi bulan kemarin. Untuk peningkatan daya di listrik di Puskesmas sudah terealisasi,” ujar Harun.

Harun menjelaskan, sebelum peningkatan daya listrik, Puskesmas sering mengalami masalah ketika menghidupkan peralatan medis bersamaan dengan AC. Daya listrik yang terbatas menyebabkan AC sering mati mendadak atau “jeglek” saat mesin-mesin medis dioperasikan.

“Kendalanya sebelumnya karena dayanya listriknya kurang. Pas hidupin mesin kayak mesin alat-alat medis itu, AC jeglek enggak kuat. Sekarang bulan kemarin sudah kita tingkatkan, alhamdulillah dari PLN sudah ditingkatkan dayanya,” jelasnya.

Peningkatan daya listrik ini menjadi langkah penting untuk memastikan peralatan medis dapat beroperasi optimal tanpa mengganggu kenyamanan pasien dan tenaga medis yang membutuhkan suhu ruangan sejuk.

Meski daya listrik sudah mencukupi, persoalan baru muncul terkait jumlah AC yang masih sangat terbatas. Harun menyebutkan, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan di tahun 2025 mendatang.

“Cuman masalahnya sekarang AC-nya lagi yang mereka kemarin, kendalanya mudah-mudahan di tahun depan bisa dianggarkan dari bantuan dari Dinas Kesehatan maupun Pemkab Kutim untuk AC yang di Puskesmas kami,” ungkapnya.

Menurutnya, kekurangan AC paling terasa di ruang rawat inap dan ruang praktik dokter. Padahal, kenyamanan suhu ruangan sangat penting untuk proses penyembuhan pasien dan kelancaran kerja tenaga medis.

“Di ruang rawat inap apa segala kadang enggak ada AC itu. Sampai per hari ini AC itu masih kekurangan,” tambahnya.

Camat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan AC di Puskesmas Muara Ancalong pada tahun 2025. Ia telah menyampaikan kebutuhan ini kepada pihak Puskesmas untuk diajukan secara resmi.

“Kemarin cerita-cerita sama orang kesehatan dari Puskesmas, kendalanya mudah-mudahan di tahun depan bisa dianggarkan dari Dinas Kesehatan maupun Pemkab Kutim untuk AC,” harapnya.

Harun menekankan pentingnya penambahan AC, mengingat Muara Ancalong memiliki suhu udara yang cukup panas, terutama pada siang hari. Tanpa AC yang memadai, pasien rawat inap akan merasa tidak nyaman dan dapat memperlambat proses penyembuhan.

Terlepas dari masalah AC, Harun mengapresiasi kerja cepat PLN dalam merealisasikan peningkatan daya listrik Puskesmas. Peningkatan ini dinilai sangat membantu operasional Puskesmas yang harus menjalankan berbagai peralatan medis modern.

“Salah satu waktunya kemarin ceritaan sama Puskesmas untuk peningkatan daya di listrik di Puskesmas, alhamdulillah tahun ini sudah realisasi bulan kemarin dari PLN sudah ditingkatkan dayanya,” katanya.

Dengan daya listrik yang sudah memadai, Puskesmas kini dapat mengoperasikan seluruh peralatan medis secara bersamaan tanpa khawatir terjadi pemadaman atau gangguan listrik. Hal ini sangat penting untuk pelayanan kesehatan yang optimal, terutama dalam kondisi darurat.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Muara Ancalong juga menyampaikan pentingnya AC untuk kenyamanan pasien, terutama mereka yang sedang dalam masa pemulihan. Suhu ruangan yang panas dapat membuat pasien gelisah dan menghambat proses penyembuhan.

Selain itu, tenaga medis juga membutuhkan ruangan yang nyaman untuk dapat bekerja secara optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ruang praktik dokter yang panas dapat menurunkan konsentrasi dan kualitas pemeriksaan.

Harun optimis usulan pengadaan AC untuk Puskesmas Muara Ancalong dapat direalisasikan tahun depan. Ia akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Pemkab Kutai Timur untuk memastikan kebutuhan ini masuk dalam perencanaan anggaran 2025.

“Kami akan terus mengawal usulan ini. Ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat kami. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Adv32)