Peternakan Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Warga Tabang

Kukar, IMENews.id – Sektor peternakan di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), kian mendapat perhatian pemerintah daerah.

Meski belum ada data pasti jumlah peternak di wilayah tersebut, tetapi hampir seluruh desa di Tabang memiliki kelompok usaha peternakan yang berpotensi besar untuk berkembang.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyebut bahwa mayoritas masyarakat di wilayahnya menggantungkan hidup pada usaha peternakan. Jenis yang paling banyak dikelola adalah sapi, ayam pedaging, serta ayam petelur.

“Kalau untuk kelompok peternakan itu memang belum dihitung secara pasti jumlahnya. Tapi hampir di setiap desa ada. Satu kelompok biasanya beranggotakan 15–20 orang,” ujarnya pada Selasa (2/9/2025).

Dengan total 19 desa yang ada di Kecamatan Tabang, keberadaan kelompok-kelompok ini menjadi pondasi ekonomi masyarakat.

Rakhmadani menilai, peran peternakan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan lokal, tetapi juga memiliki prospek bisnis yang menjanjikan.

Ia mencontohkan arahan Bupati Kukar yang mendorong pengembangan ayam petelur melalui Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, pola koperasi ini diyakini mampu memperkuat usaha warga, mulai dari permodalan, produksi, hingga pemasaran hasil ternak.

“Peternakan ayam petelur ini sekarang sedang kita dorong. Segmentasinya cukup menjanjikan untuk bisa dikembangkan sebagai bisnis, dan harapannya bisa menghadirkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Selain ayam petelur, pengembangan peternakan sapi juga dinilai strategis, mengingat kebutuhan daging di Kukar maupun di daerah sekitar, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN), akan terus meningkat.

Hal ini membuat Tabang memiliki posisi penting sebagai daerah penyuplai bahan pangan berbasis ternak.

Rakhmadani menegaskan, dengan potensi yang ada, pihak kecamatan bersama desa terus mendorong kelompok peternakan agar lebih terorganisir, sekaligus meningkatkan kapasitas peternak melalui pelatihan dan kerja sama dengan pihak swasta maupun pemerintah.

“Dengan adanya kelompok di tiap desa, kita berharap masyarakat bisa lebih kompak. Selain itu, pengelolaan melalui koperasi akan membuat usaha peternakan lebih berkelanjutan,” tambahnya.

Ia optimistis, bila didukung penuh melalui program pemerintah dan kemitraan bisnis, Tabang dapat berkembang sebagai sentra peternakan di hulu Kukar, sekaligus menjadi penopang kebutuhan pangan untuk wilayah yang lebih luas. (ADV224/Red02)