Program Multi Years Dinanti untuk Kelanjutan Perbaikan Jalan Antar Desa

MUARA ANCALONG,IMENEWS.ID – Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur sangat mengharapkan program Multi Years dari pemerintah pusat dapat segera masuk untuk melanjutkan perbaikan jalan antar desa yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas masyarakat.

Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid menyampaikan, meski telah melakukan penimbunan jalan dengan dukungan delapan perusahaan di wilayahnya, solusi permanen tetap diperlukan untuk mengatasi masalah infrastruktur jalan secara menyeluruh.

“Harapan kami mudah-mudahan di tahun depan kelanjutan dari program Multi Years bisa segera masuk sehingga tidak mengganggu akses di antar desa, dari desa-desa Kelinjau ke desa-desa di Hulu maupun Desa Senyur,” ujar Harun.  Senin (24/11/2025).

Harun menjelaskan, penimbunan jalan yang telah dilakukan saat ini hanya bersifat temporer dan belum menjadi solusi jangka panjang. Program Multi Years dinilai sangat penting untuk membangun struktur jalan yang lebih kuat dan permanen.

“Penimbunan yang kita lakukan ini kan masih sederhana. Kita butuh program yang lebih besar dan terencana dengan baik seperti Multi Years agar jalan benar-benar kuat dan tidak mudah rusak,” jelasnya.

Program Multi Years merupakan program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa tahun dengan perencanaan yang matang dan anggaran yang memadai. Program ini dianggap ideal untuk menangani permasalahan infrastruktur di daerah terpencil seperti Muara Ancalong.

Harun menekankan, perbaikan jalan sangat krusial karena menjadi akses utama bagi tujuh desa di wilayah Muara Ancalong. Desa-desa tersebut adalah Kelinjau Ulu, Kelinjau Ilir, Senyur, Longna, Longpok, Teluk Baru, Gemar, dan Longtesak.

“Seperti Desa Longna, Desa Longpok maupun Desa Teluk Baru. Ada Gemar, ada Desa Longtesak, ada enam desa kami di Hulu sana. Sama Senyur beda arah itu, berarti tujuh desa yang sangat bergantung pada jalan ini,” paparnya.

Ketujuh desa tersebut memiliki total populasi ribuan jiwa yang sehari-hari bergantung pada akses jalan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan.

Permasalahan utama jalan di Muara Ancalong adalah sering terendam banjir, terutama pada ruas kilometer 1 sampai kilometer 4 di Desa Kelinjau Ulu. Kondisi geografis wilayah yang flat dan merupakan daerah basah membuat jalan mudah tergenang saat musim hujan atau air sungai meluap.

“Jalan kami ini khususnya dari kilo 1 sampai kilo 4 Desa Kelinjau Ulu itu kalau misalnya air naik, banjir, jalannya tertutup sehingga masyarakat terpaksa pakai ketinting atau perahu kecil,” ungkap Harun.

Kondisi ini berulang setiap tahun dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Anak-anak sekolah kesulitan berangkat ke sekolah, warga yang sakit tidak bisa segera dibawa ke Puskesmas, dan distribusi logistik terhambat.

Harun menjelaskan, program Multi Years tidak hanya akan menimbun jalan lebih tinggi, tetapi juga dilengkapi dengan sistem drainase yang baik. Hal ini penting mengingat karakteristik wilayah Muara Ancalong yang termasuk kawasan lahan basah Mesangat Sui.

“Daerah di sini ini daerah basah. Dan ini masuk di kawasan Mesangat Sui itu kawasan lahan basah. Jadi butuh penanganan khusus dengan sistem drainase yang baik agar air tidak menggenang di jalan,” jelasnya.

Sistem drainase yang baik akan memastikan air cepat mengalir dan tidak menggenang di badan jalan. Dengan demikian, jalan tetap bisa dilalui meski terjadi hujan deras atau air sungai meluap.

Perbaikan jalan melalui program Multi Years diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Distribusi barang akan lebih lancar, biaya transportasi lebih murah, dan harga barang kebutuhan pokok lebih stabil.

“Kalau jalan bagus, petani bisa lebih mudah membawa hasil panen ke pasar. Harga barang kebutuhan pokok juga tidak akan melonjak seperti saat banjir,” ungkap Harun.

Selain itu, investor juga akan lebih tertarik membuka usaha di wilayah tersebut jika akses jalan sudah baik. Hal ini akan membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Harun menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengusulkan program Multi Years ini. Usulan telah disampaikan melalui berbagai forum, termasuk saat kunjungan Bupati Kutai Timur ke Muara Ancalong pada 4 November 2024.

“Kemarin terakhir kunjungan Pak Bupati tanggal 4, kita sampaikan berbagai usulan termasuk harapan agar program Multi Years bisa masuk untuk perbaikan jalan,” katanya.

Ia berharap Pemkab Kutai Timur dapat meneruskan usulan ini ke pemerintah pusat, baik melalui Kementerian PUPR maupun jalur lainnya. Program Multi Years biasanya dibiayai oleh pemerintah pusat dengan skema bantuan khusus untuk daerah tertinggal.

Sambil menunggu realisasi program Multi Years, Harun mengapresiasi dukungan delapan perusahaan yang telah membantu penimbunan jalan sepanjang 2,5 kilometer. Perusahaan-perusahaan tersebut adalah PT TPA, PT BTPCS, PT Triple S, PT CDM, PT BTKMS, PT BTSAS, PT PBA, dan PT Info Tani.

“Kemarin kita udah nimbun sekitar 2,5 kilo dibantu oleh perusahaan-perusahaan sekitar. Tapi ini kan masih temporer, kita tetap butuh solusi permanen dari program Multi Years,” jelasnya.

Dukungan CSR dari perusahaan-perusahaan ini sangat membantu, namun tidak bisa menggantikan peran pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang berkualitas dan berkelanjutan.

Harun menargetkan program Multi Years dapat masuk dan mulai direalisasikan pada tahun 2025. Ia optimis usulan yang telah disampaikan akan mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat, mengingat urgensi permasalahan infrastruktur di wilayahnya.

“Mudah-mudahan di tahun depan kelanjutan dari program Multi Years bisa segera masuk. Ini sangat kami nantikan karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” harapnya.

Jika program Multi Years terealisasi tahun depan, diharapkan pekerjaan bisa dimulai secepatnya agar masyarakat segera merasakan manfaatnya. Prioritas utama adalah ruas jalan yang paling kritis dan paling banyak digunakan masyarakat.

Harun juga menekankan pentingnya komitmen pemeliharaan jalan setelah program Multi Years selesai. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya pada tahap konstruksi, tetapi juga harus dijaga keberlanjutannya.

“Nanti setelah jalan bagus, kita juga harus komit untuk merawatnya. Jangan sampai rusak lagi karena tidak ada pemeliharaan rutin,” tegasnya.

Ia akan mengusulkan agar ada alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan jalan di APBD Kabupaten Kutai Timur. Pemeliharaan rutin akan membuat jalan lebih awet dan tidak perlu biaya besar untuk perbaikan.

Masyarakat dari tujuh desa sangat mengharapkan program Multi Years dapat segera terealisasi. Mereka sudah lelah dengan kondisi jalan yang buruk dan terus berulang setiap tahun.

“Harapan masyarakat sangat besar. Mereka ingin punya jalan yang layak seperti desa-desa lain. Kami akan terus memperjuangkan ini untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkas Harun optimis.

Program Multi Years diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah jalan di Muara Ancalong, tetapi juga menjadi contoh bagi kecamatan-kecamatan lain di Kutai Timur yang menghadapi permasalahan serupa. Dengan infrastruktur yang baik, pembangunan di daerah terpencil akan lebih cepat dan merata. (Adv36)