Kukar, IMENews.id – Sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah menghadapi tantangan serius berupa krisis regenerasi petani dan tenaga penyuluh.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Muhammad Taufik mengungkapkan bahwa sebagian besar penyuluh pertanian sudah senior.
“Bahkan ada yang akan segera pensiun. Tantangan regenerasi ini nyata, baik untuk petani maupun penyuluh,” ujar Taufik, Jumat (29/8/2025).
Saat ini terdapat 127 penyuluh aktif di Kukar, termasuk 26 orang berstatus PPPK.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum memadai untuk mendampingi ratusan kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan.
Dalam kondisi ideal, satu penyuluh seharusnya hanya membina 18 kelompok tani.
Faktanya, banyak penyuluh lapangan (PPL) terpaksa menangani lebih dari satu desa dan merangkap pembinaan di beberapa lokasi sekaligus.
Untuk mengatasi keterbatasan itu, Distanak Kukar mengoptimalkan peran penyuluh swadaya (PPS) yang berasal dari kalangan petani aktif.
Mereka dinilai lebih muda, energik, dan memahami kondisi lapangan secara langsung.
Meski begitu, keberadaan PPS belum sepenuhnya difasilitasi karena keterbatasan anggaran.
Pemerintah daerah hanya mampu memberikan pelatihan serta pengakuan formal agar mereka tetap termotivasi.
Taufik menekankan bahwa regenerasi tidak hanya sebatas penambahan tenaga baru, melainkan juga membutuhkan dukungan sistem pembinaan dan insentif agar menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Tanpa regenerasi, kita bisa kehilangan banyak pengetahuan lapangan. Saatnya semua pihak bekerja sama menciptakan pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV117/Red02)