Kutai Timur, IMENEWS.ID – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara menguatkan kerja kolaboratif antara puskesmas, desa, dan kader pendamping masyarakat (KPM) untuk mempercepat penurunan angka stunting. Langkah ini ditopang dengan penerapan sistem satu data yang dinilai penting dalam memastikan ketepatan sasaran program.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengatakan bahwa selama ini perbedaan data menjadi kendala utama. “Data puskesmas, desa, dan KPM tidak pernah sama. Di rapat pun sering muncul perdebatan. Karena itu kami buat SOP baru agar semua mengacu pada alur yang jelas dan satu data,” terangnya. Jumat (21/11/2025).
Dengan adanya penyelarasan tersebut, kini seluruh desa diwajibkan melapor ke kecamatan setiap tanggal 10. Data kemudian diverifikasi sebelum diteruskan ke kabupaten agar tidak terjadi tumpang tindih.
Selain memperbaiki koordinasi, kecamatan juga menyiapkan Rumah Rehab Gizi sebagai pusat penanganan anak berisiko stunting. Didukung oleh CSR PT Kaltim Prima Coal (KPC), fasilitas ini akan menyediakan makanan bergizi yang disajikan langsung kepada anak, sekaligus menjadi lokasi edukasi bagi orang tua.
Menurut Hasdiah, selama ini pemberian makanan tambahan yang langsung dikirim ke rumah tidak efektif karena tidak dapat dipastikan dikonsumsi oleh anak. “Dengan model baru, anak datang ke rumah rehab gizi dan makan di tempat. Orang tuanya pun mendapat pendampingan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa penurunan stunting membutuhkan kerja bersama seluruh unsur. “Kami ingin keberhasilannya lebih besar dari sebelumnya. Dengan satu data dan rumah rehab gizi, kami optimistis angka stunting bisa ditekan,” pungkasnya. (Adv66).