SANGATTA, IMENEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan langkah strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan setara melalui Program Sekolah Rakyat (SR).
Sebanyak 15 ribu anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tercatat sebagai calon peserta program yang dikelola Kementerian Sosial (Kemensos) ini.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan proses verifikasi menjadi tahap penting karena tidak semua anak yang terdata otomatis bersedia mengikuti program. Kamis (20/11/2025).
“15 ribu itu akan kita verifikasi dan validasi. Kita pastikan siapa yang bersedia ikut dan siapa yang tidak. Tidak semua otomatis,” ujar Ernata.
Program SR menampung peserta mulai dari SD hingga SMA dalam satu kompleks terpadu, dengan fasilitas lengkap dari pemerintah pusat, termasuk ruang kelas, kantor, asrama, perlengkapan belajar, hingga lapangan olahraga.
Pemkab Kutim telah menyiapkan lahan seluas lima hektare di Jalan Simono, Sangatta Utara, yang saat ini tengah dikaji oleh berbagai instansi, termasuk Dinas PUPR, Dinas Perumahan, BPKAD, dan Badan Pertanahan Nasional.
“Setelah kajian selesai, baru kita ajukan ke Kemensos. Mereka akan survei dan memutuskan kelayakan lokasi,” jelas Ernata.
Ia menambahkan, kapasitas tiap kelas akan mengikuti standar nasional, yakni 25–30 siswa. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan orang tua peserta.
“Orang tua yang menentukan, apakah anaknya akan dititipkan di sekolah ini atau tidak,” kata Ernata.
Program Sekolah Rakyat di Kutai Timur diharapkan dapat membuka akses pendidikan berkualitas, mendorong pemerataan, dan memberi kesempatan bagi anak-anak kurang mampu untuk berkembang secara optimal, sekaligus menyediakan fasilitas lengkap yang mendukung proses belajar mengajar secara terpadu. (Adv61)