SMK Peternakan di Tabang Disiapkan Jadi Pusat Pendidikan dan Industri Baru di Hulu Kukar

Kukar, IMENews.id – Rencana pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Peternakan di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi harapan baru pendidikan di daerah.

Sekolah kejuruan yang diprakarsai Pemkab Kukar bersama Yayasan Bayan Berbagi Asa ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang tidak hanya menyiapkan tenaga terampil, tetapi juga membuka peluang hadirnya industri baru di sektor peternakan.

Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat menuturkan bahwa pendirian SMK Peternakan dilatarbelakangi kebutuhan daging yang terus meningkat, terlebih dengan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan akan mendorong permintaan pasokan protein hewani dalam jumlah besar.

“Pemerintah daerah melihat adanya potensi bisnis yang baik khususnya di dunia peternakan. Kebutuhan daging ini sangat luar biasa, apalagi nanti ke depan IKN semakin berkembang,” ujarnya pada Selasa (2/9/2025).

Ia menjelaskan, SMK Peternakan ini akan mengusung dua kurikulum utama sesuai regulasi yang berlaku.

Tenaga pendidik dan pola pembelajaran disiapkan agar siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga praktik langsung, terutama di bidang produksi daging dan pengelolaan peternakan modern.

“Secara teknis, SMK ini akan dikelola oleh yayasan dan tetap mengikuti regulasi yang ada. Kurikulumnya diarahkan agar siswa siap bersaing di dunia usaha dan industri,” jelasnya.

Meski belum menyebut angka pasti, Rakhmadani memperkirakan total anggaran pembangunan sekolah tersebut berada di kisaran Rp17 hingga Rp18 miliar.

Dana itu akan dialokasikan untuk pembangunan gedung, fasilitas pembelajaran, hingga sarana praktik yang menunjang pembelajaran berbasis kejuruan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberadaan SMK Peternakan akan membawa tiga dampak utama bagi Tabang dan Kukar secara umum.

Pertama, memperkuat segmentasi pendidikan di wilayah hulu Kukar. Kedua, membuka jalan bagi tumbuhnya industri baru di bidang peternakan. Ketiga, menghadirkan dampak domino bagi perekonomian lokal.

“Dengan adanya SMK Peternakan dengan tipikal boarding school, tentu akan menambah minat orang datang ke Tabang. Nanti, ketika lulusan-lulusan sekolah ini mulai berkiprah, itu juga akan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Rakhmadani optimistis SMK Peternakan di Tabang akan menjadi pionir pendidikan kejuruan yang tidak hanya melahirkan sumber daya manusia unggul, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis peternakan di daerah hulu Kukar. (ADV223/Red02)