SANGATTA, IMENEWS.ID – Pertumbuhan pesat sektor pariwisata di Kutai Timur (Kutim) selama 2024 bukan hanya mencerminkan keberhasilan destinasi menarik lebih banyak pengunjung, melainkan juga menjadi indikator efektifnya kebijakan pembangunan terpadu yang menggabungkan peningkatan infrastruktur fisik dan penguatan SDM. Sabtu (29/11/2025).
Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, menyampaikan bahwa sejumlah destinasi kini menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia mencontohkan peningkatan kunjungan yang awalnya hanya di kisaran 110–130 orang pada 2023, kemudian melonjak menjadi 430 pengunjung pada 2024. Peningkatan lebih dari tiga kali lipat ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa program yang dijalankan mulai memberikan hasil.
Dalam perspektif Dispar, pembangunan fasilitas seperti toilet, gazebo, hingga akses jalan bukan hanya soal mempercantik destinasi, tetapi menciptakan kenyamanan dan rasa aman bagi pengunjung. Kenyamanan itu kemudian diperkuat dengan hadirnya SDM yang terlatih, yang mampu memberikan pelayanan lebih baik.
“Output-nya terlihat jelas, kunjungan naik. Dan ketika kunjungan naik, dampaknya langsung pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurullah. Pernyataan ini menegaskan hubungan sebab-akibat antara pembangunan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Fenomena meningkatnya minat wisatawan lokal, termasuk karyawan perusahaan di wilayah Kutim, juga memperlihatkan bahwa destinasi kini lebih kompetitif dibandingkan pilihan liburan luar daerah. Ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan dan fasilitas telah mengubah pola pilihan wisata warga.
Melihat tren tersebut, Dispar Kutim menyusun langkah lanjutan berupa keberlanjutan pelatihan SDM serta perbaikan infrastruktur. Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pertumbuhan wisata dan menjadikannya sektor pengungkit ekonomi daerah dalam jangka panjang. (Adv109)