Kutim, IMENEWS.ID – Pemerintah Desa Swarga Bara, Sangatta Utara, menekankan pembangunan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama dalam meningkatkan pelayanan publik bagi seluruh warganya, seiring kemajuan digitalisasi yang tengah diterapkan.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menjelaskan bahwa infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk memberikan layanan publik yang maksimal. “Salah satu persyaratan untuk pelayanan maksimal itu dengan didukung infrastruktur yang layak,” jelasnya. Jumat (28/11/2025).
Proyek utama yang tengah dikebut adalah pembangunan fasilitas kesehatan baru untuk menggantikan puskesmas lama. Pembangunan yang dimulai sejak 2023 ini sudah mencapai 80% dan ditargetkan selesai pada 2025. Wahyuddin berharap fasilitas ini bisa mulai digunakan pada akhir tahun ini, sementara operasional penuh diprediksi tahun depan.
Di samping pembangunan fisik, Desa Swarga Bara juga memanfaatkan era digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik. Digitalisasi dianggap sebagai jembatan agar proses administrasi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Tak hanya pelayanan dasar, pemerintah desa juga melihat potensi ekonomi lokal dari sektor pariwisata. Bukit Asalea atau “Prevab” menjadi salah satu destinasi yang mulai dikembangkan untuk mendongkrak perekonomian warga setempat.
Dengan strategi ganda—penguatan infrastruktur dan digitalisasi—Desa Swarga Bara optimistis mampu memberikan pelayanan publik berkualitas, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. (Adv101).