Kohiman Bawa Berkah bagi Warga Muara Kaman

TENGGARONG – Sutaman, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Cipari Makmur, Kecamatan Muara Kaman menggeluti produk olahan yang diberinya nama Kopi Hitam Mantap Muara Kaman (Kohiman).

Dia menyebutkan bahwa jika usaha kopinya semakin berkembang, maka hal itu akan menambah lapangan pekerjaan baru.

Misalnya, beberapa kelompok tani memiliki lahan kosong dan ditanami pohon biji kopi, hasil panennya pun ditampungnya.

Secara tidak langsung lahan kosong yang dimanfaatkannya menjadi pekerjaan baru bagi kelompok-kelompok tani di kecamatan tersebut.

“Kalau memang usaha kopi saya ini bisa berkembang, justru kan bisa untuk menambah tenaga kerja. Seperti itu. Bagi saya, pemikiran saya, itu sudah menambah tenaga kerja,” ucapnya ketika ditelepon via WhatsApp pada Kamis (16/11/2023).

Untuk mengembangkan usahanya, ia sudah mengurus sertifikat halal dan legalitas lain produknya. Proses tersebut dibantu oleh jajaran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kukar.

Jika produknya tidak bersertifikat, konsumen ragu membeli produk Kohiman. “Allhamdulillah ini sudah ada relawan yang menguruskan sertifikat halalnya. Allhamdulillah kemarin sudah beres,” ujarnya.

Dalam proses mengembangkan produknya, ia menghadapi beberapa kendala, salah satunya peralatan produksi.

Saat ini, ia masih memproduksi produknya menggunakan peralatan manual, salah satunya dapur tanah untuk menyangrai biji kopi. Usah menyangrai merupakan salah satu tahapan mengolah biji kopi.

Biji kopi berwarna hijau kekuningan yang baru dipanen harus disangrai hingga berwarna cokelat kehitaman. Tujuannya untuk mendapatkan aroma dan cita rasa di lidah penikmatnya.

“Numbuknya masih pakai lumpang. Kalau orang Jawa namanya lumpang sama alu. Kalau penggilingan sudah ada mesin, cuman kecil. Namanya swadaya sih, Pak. Jadi semampunya,” pungkas Sutaman. (adv/mt/fb)

Panji Greceq Jadi Salah Satu Koperasi Sehat Berkat Pembinaan Diskop-UKM Kukar

TENGGARONG – Koperasi Panji Greceq merupakan salah satu koperasi dengan kategori sehat di Kukar.

Dari ratusan koperasi di Kukar, koperasi tersebut masuk dalam 10 besar koperasi dengan kategori sehat. Koperasi tersebut berada di peringkat tiga besar.

Bendahara Koperasi Panji Greceq Ilham Noor menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan predikat sehat dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kukar berkat keaktifan anggota koperasi dan integritas pengurus.

Kata dia, Koperasi Panji Greceq mendapat kategori sehat setelah dinilai oleh Diskop-UKM karena kelengkapan laporan dan rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Kelengkapan laporan, terus kelancaran RAT, terus keanggotaan,” ucap dia saat ditemui pada Kamis (17/11/2023).

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa pengurus dan anggota koperasi rutin melaksanakan RAT sebelum 15 Januari dan paling lambat pada bulan Maret.

“Kalau kita Kelurahan Panji paling lambat kemarin…itu bulan Maret, karena ada terkendala apa gitu, jadi bulan Maret,” ujarnya.

Dengan kategori sehat yang diterima koperasi, ia mengapresiasi kinerja Diskop-UKM Kukar yang selama ini selalu membina mereka.

Ilham mengukapkan bahwa pihaknya kerap dilibatkan dalam pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan Diskop-UKM Kukar.

Salah satunya baru-baru ini pelatihan sertifikasi manajemen yang diikuti oleh 2 orang pengurus koperasi mereka. Pada di akhir November, mereka juga akan dilibatkan kembali untuk mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan koperasi simpan pinjam.

“Alhamdulillah ada terus perhatian mereka. Atas perhatian mereka juga (koperasi kami) jadi salah satu koperasi yang sehat,” ucapnya.

Ia berharap predikat sehat ini bisa membuat koperasi tersebut semakin berkembang dan tetap eksis sebagai salah satu koperasi yang melayani kebutuhan masyarakat, khususnya anggota Koperasi Panji Greceq.

“Makin berkembang lagi dan bertambah kepercayaan masyarakat terhadap koperasi Indonesia,” tutup dia. (adv/mt/fb)

Diskop-UKM Kukar Jalankan Ragam Program Penguatan Kapasitas SDM Koperasi

TENGGARONG – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kukar menjalankan beragam program penguatan kapasitas SDM koperasi.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Diskop-UKM Kukar, Endri Rosandi mengatakan, selama tahun 2023 pihaknya lebih fokus mengembangkan kapasitas SDM yang mengelola koperasi.

Tahun depan pun ia merencanakan untuk lebih menggencarkan program-program penguatan kapasitas SDM koperasi.

“Saya lebih gencar di dalam, baik tahun ini maupun akan datang itu, terkait dengan kapasitas SDM,” ucapnya di Kantor Diskop-UKM Kukar, Jumat (10/11/2023).

Dia berpendapat, kapasitas SDM yang akan mengelola koperasi sangat menentukan kemajuan serta perkembangan koperasi.

Pasalnya, sebut Endri, koperasi bukanlah lembaga milik perorangan, tetapi milik kelompok atau anggota koperasi.

Jika orang-orang yang mengelola koperasi adalah mereka yang memiliki kapasitas yang minim, lanjut dia, maka koperasi tidak akan berjalan dengan baik. “Makanya kapasitas SDM ini menentukan,” tegasnya.

Selain itu, Endri menyinggung Kukar sebagai mitra IKN Nusantara.

Menurut dia, penguatan kapasitas pengurus koperasi erat kaitannya dengan usaha Diskop-UKM Kukar meningkatkan kapasitas masyarakat Kukar.

Saat IKN berada di sebagian wilayah Kaltim, kata dia, persaingan akan semakin meningkat antara masyarakat lokal dan warga pendatang yang bermigrasi ke IKN Nusantara.

“Apabila IKN ini datang orang banyak, kalah etam bersaing dengan orang-orang pendatang kalau SDM-nya lemah,” tuturnya.

Endri menginginkan kapasitas SDM lokal mampu bersaing secara sehat dengan para pendatang yang akan bermukim di IKN Nusantara.

“Kalau etam tidak punya, ya orang luar akhirnya yang mendominasi. Nah, etam akan tersisih dan saya lebih condong dalam 2 tahun ini penguatan kapasitas-kapasitas itu, salah satunya menyertifikasi para pengelola koperasi,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM Terima Predikat Sehat dari Diskop-UKM Kukar

TENGGARONG – Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM berhasil mendapatkan predikat sehat se-Kukar dari Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kukar.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Koperasi Hendra saat ditemui di kantornya pada Selasa (7/11/2023).

“10 yang terbaik, kami masuk di kategori yang ketiga. Masuk terbaik ketiga tentang koperasi yang sehat,” ucapnya.

Dia mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan apresiasi dari Diskop-UKM Kukar berupa sertifikat predikat sehat dan komputer.

Mereka bertekad menjadikan penghargaan ini menjadi motivasi bagi untuk lebih meningkatkan kinerja koperasi.

“Ini salah satu mungkin motivasi untuk kami dari Dinas Koperasi untuk lebih meningkatkan lagi prestasi kami lah,” ujarnya.

Ia menerangkan, ada beberapa item penilaian Diskop-UKM Kukar. Salah satu item penilaiannya adalah kinerja keuangan.

Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM setiap tahun rutin diperiksa oleh Diskop-UKM Kukar, khusus tentang kinerja keuangan koperasi.

Dari pihak eksternal, mereka menunjuk Kantor Akuntan Publik Kaltim untuk memeriksa kinerja keuangan koperasi.

“Itu salah satu penunjang kredibilitas koperasi kita pada khususnya kepada anggota,” terangnya.

Kemudian, penilaian lain sehingga koperasi ini masuk 10 koperasi sehat se-Kukar adalah mereka rutin menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Sejak didirikan pada tahun 1993, koperasi tersebut tidak pernah absen menggelar RAT.

“Karena RAT itu di dalam tahun berjalan. Paling lambat itu di bulan Maret kita lakukan. Juga tahun-tahun berikutnya rutin kita lakukan setiap tahun,” ungkapnya.

Ia berharap pada tahun berikutnya koperasi mereka bisa mempertahankan predikat koperasi sehat, bahkan bisa meningkatkan dibandingkan tahun ini.

Misalnya, di tahun ini mereka masuk 10 besar di peringkat ke-3, maka tahun depan bisa di peringkat 1. “Artinya itu tahun ini bagus, mungkin lebih bagus lagi,” imbuhnya.

Dia berterima kasih kepada Diskop-UKM Kukar yang selama ini membina koperasi mereka, salah satunya memberikan bimbingan dan latihan.

Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM selalu terbuka kepada semua koperasi yang ingin berkonsultasi terkait permasalahan koperasi dan hal-hal yang belum diketahui anggota dan pengurus mengenai koperasi.

“Kalau memang ada bimbingan atau teknis apa pun, ada program-program dari Dinas Koperasi, kami berharap kami tetap dilibatkan,” tutupnya. (adv/mt/fb)

Koperasi Pengayoman Apresiasi Program Pembinaan Diskop-UKM Kukar

TENGGARONG – Ketua Koperasi Pengayoman Gilang Adhyaksa mengapresiasi program pembinaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kukar.

Dia mengungkapkan, Diskop-UKM Kukar telah membantu mereka untuk menjalankan koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kemarin waktu awal kami menjalankan koperasi ini belum sesuai dengan ketentuan,” ucap Gilang di kantornya pada Selasa (7/11/2023).

Diskop-UKM Kukar, sambung dia, melakukan pembinaan terhadap mereka dengan membantu koperasi menggunakan 16 buku administrasi yang wajib digunakan koperasi.

Penggunaan 16 buku administrasi wajib untuk koperasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Kemudian, Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 06/Per/M.KUKM/III/2006 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi.

“Jadi, kemarin dibantu dengan diajarin jalankan koperasinya pakai buku 16 dan lain lain,” terangnya.

Buku-buku wajib koperasi berfungsi untuk mencatat data, transaksi, keputusan, dan kejadian penting terkait koperasi.

Belasan buku tersebut antara lain buku daftar anggota, daftar pengurus, daftar badan pengawas, daftar manajer, daftar simpanan, notulen rapat, notulen rapat pengurus, dan notulen rapat badan pengawas.

Kemudian, ada buku catatan kejadian, anjuran pejabat koperasi, anjuran pejabat lain, saran anggota, tamu, inventaris, agenda, dan catatan kejadian lain.

Ia menyebutkan bahwa buku-buku ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, pertanggungjawaban, pengawasan, dan perencanaan koperasi.

Sebelum mendapatkan pembinaan dari Diskop-UKM Kukar, mereka belum menjalankan koperasi sesuai prosedur.

“Habis itu ada Dinas Koperasi masuk, dikasih bantuan cara jalankan koperasi yang baik dan benar, salah satunya dengan pakai buku 16 itu tadi,” jelasnya.

Ia berharap pembinaan koperasi yang telah diberikan Diskop-UKM Kukar, mereka bisa lebih aktif berkegiatan, melakukan simpan pinjam, dan memakmurkan anggota koperasi.

Kemudian, dia berharap Diskop-UKM Kukar lebih banyak mengadakan pelatihan-pelatihan untuk koperasi di Kukar.

“Sehingga bisa menjalankan fungsi dan tugas koperasi sesuai dengan aturan,” tutupnya. (adv/mt/fb)

Diskop-UKM Kukar Bagikan Tips untuk Maju UMKM

TENGGARONGDiskop-UKM Kukar membagikan tips kepada para pelaku usaha untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop-UKM Kukar Dianto Raharjo menjelaskan bahwa pelaku usaha harus mengantongi legalitas dan izin bila ingin memajukan usahanya.

Menurut dia, legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) wajib dimiliki oleh pelaku usaha. Pasalnya, NIB merupakan identitas bagi pelaku usaha.

Selain itu, pelaku usaha harus memiliki PIRT dan sertifikat halal untuk mendukung promosi produknya.

Pasalnya, legalitas berupa PIRT dan sertifikat halal akan tertera dalam kemasan produk.

“Selain PIRT dan halal, yang akan dilihat orang adalah komposisi dari produk, berat bersih, tanggal produksi, dan tanggal kedaluwarsa, dan yang terutama adalah brand atau merek dari produk UMKM tersebut, ” terang dia saat ditemui di Kantor Diskop-UKM Kukar pada Senin (30/10/2023).

Diskop-UKM Kukar, sambung Dianto, akan memfasilitasi dan membantu para pelaku usaha untuk bisa mendapatkan legalitas usaha.

Tips lain, pelaku usaha harus fokus menekuni dan menjalankan usahnya.

Pelaku UMKM juga harus memperhatikan mutu dan kualitas produknya. Dua hal tersebut akan membentuk kepercayaan terhadap produk yang dihasilkan pelaku usaha.

“Fokus pada usaha yang sudah mereka tekuni dan jaga mutu produk yang mereka buat,” pesannya.

Dianto juga berpesan agar pelaku UMKM yang telah memasukkan produknya di pasar modern berusaha menjaga kualitas produknya.

Beberapa hal tersebut, ujar dia, jika dijaga dengan baik oleh pelaku usaha maka produknya akan mendapatkan tempat di hati masyarakat.

“Jadi, tiga poin itu harus bisa diakomodir teman-teman UMKM. Pertama legalitas usahanya, kedua fokus pada pengembangan produknya, dan jaga kualitas serta jaga mutu produknya,” pungkas Dianto. (adv/mt/fb)

Program KKI Jauhkan Pelaku Usaha dari Pinjol dan Rentenir

TENGGARONG Pemkab Kukar di bawah kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin ingin melindungi masyarakat dari Pinjaman Online (Pinjol) dan rentenir. Keduanya pun mencetuskan Program Kredit Kukar Idaman (KKI).

Program KKI adalah program Bupati dan Wakil Bupati Kukar berbunga nol persen untuk para pelaku UMKM di Kukar.

Rincian pinjaman dalam KKI antara lain pedagang kaki 5 Rp 10 juta, wirausaha baru Rp 15 juta, dan pelaku usaha mikro Rp 25 juta.

“Itulah kebijakan dari Pak Bupati dengan Wakil, bagaimana masyarakat kita jangan terkena imbas dari Pinjol dan rentenir itu, sehingga dibentuklah KKI,” ucap Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop-UKM Kukar Dianto Raharjo, Senin (30/10/2023).

Banyak pelaku UMKM di Kukar, sambung dia, mengajukan pinjaman ke bank lewat Program KKI.

Kata dia, Diskop-UKM Kukar hanya melakukan verifikasi kelengkapan berkas persyaratan pengajuan KKI.

Setelah diverifikasi dan dinyatakan lengkap, dinas tersebut akan meneruskan ke Bankaltimtara.

“Bankaltimlah yang melakukan verifikasi kelayakan usahanya, dan berapa besaran yang didapatnya, itu ranahnya Bankaltim,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2023, Diskop-UKM Kukar mendapatkan informasi dari Bankaltimtara bahwa terdapat lebih dari seribu pelaku UMKM yang mengajukan pinjaman lewat Program KKI.

Dianto berpesan kepada para pelaku UMKM yang telah mendapatkan pinjaman lewat Program KKI menggunakan pinjaman tersebut sebaik-baiknya untuk menambah modal usaha, membeli bahan baku dan kebutuhan sarana prasarana usaha.

Masyarakat diharapkannya bisa memanfaatkan program ini sebaik mungkin untuk mengakomodasi kebutuhan usaha serta terhindar dari Pinjol dan rentenir.

Kebijakan Bupati Kukar juga diharapkannya dapat membantu para pelaku usaha untuk selalu eksis dalam berusaha.

“Maka diupayakan Program KKI, pinjaman kredit untuk para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Program Pemberdayaan Diskop-UKM Kukar Beri Kemudahan kepada Para Pelaku UMKM

TENGGARONG Sepanjang tahun 2023, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kukar telah melaksanakan program pemberdayaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop-UKM Kukar, Dianto Raharjo menjelaskan, semua perencanaan program pengembangan dan pemberdayaan UMKM di Kukar sudah direalisasikan sekitar 80%.

Dalam program pemberdayaan UMKM, mereka telah memfasilitasi pengurusan legalitas hukum para pelaku UMKM, seperti sertifikat nomor induk berusaha, pengusaha kena pajak, dan sertifikat label halal untuk produk UMKM.

“Itu sudah tersebar di beberapa kecamatan,” ucap Dianto, Senin (30/10/2023).

Kemudian untuk program pengembangan UMKM, kata dia, Diskop-UKM Kukar memfasilitasi akses pemodalan, mengadakan kegiatan-kegiatan pameran, serta pelatihan penguasaan akses pemasaran produk secara digital.

Dalam akses pemasaran secara digital, sambung Dianto, para pelaku UMKM difasilitasi agar produk-produk mereka dipasarkan ke media sosial Diskop-UKM Kukar. Contohnya pemasaran melalui WhatsApp, Instagram, Tiktok, dan lainnya.

“Jadi, cukup di rumah aja mereka…udah tertayang bahwa mereka jualan produk ini, open date lagi PO, apalagi besok produk apa. Jadi, kita bantu lewat Medsos,” ujarnya.

Program ini, lanjut dia, merupakan bagian dari usaha mereka mempromosikan secara luas produk-produk para pelaku UMKM di Kukar.

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi, produk-produk UMKM bisa dijangkau oleh banyak orang lewat telepon pintar (smartphone).

“Jadi, enggak perlulah jual panas-panas, tapi mereka cukup dengan IT. Ini bisa mempromosikan produknya,” terang dia.

Dianto mengungkapkan, program pemberdayaan dan pengembangan UMKM di Kukar merupakan bentuk keseriusan dan kepedulian Diskop-UKM Kukar terhadap para pelaku UMKM.

Dengan begitu, dia berharap para pelaku UMKM di Kukar bisa berkembang, maju, dan naik kelas. “Itulah program yang kita lakukan untuk memfasilitasi para pelaku usaha yang ada di Kukar,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Meriana: Pelaku UMKM Butuh Bantuan Promosi Produk

TENGGARONG – Owner Bymerr Collection atau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kukar Meriana berharap pemerintah daerah bisa lebih gencar mempromosikan produk lokal.

Dia menilai pelaku UMKM Kukar sangat membutuhkan bantuan-bantuan promosi produk yang mereka usahakan.

Misalnya, pemerintah bisa melibatkan mereka dalam kegiatan pameran nasional maupun internasional, agar produk asli daerah bisa dikenal secara luas.

“Maksudnya dilibatkan secara gratislah, bukan kita biaya sendiri,” ucapnya, Kamis (2/11/2023).

Menurut Meri, bantuan promosi lebih penting daripada bantuan dana segar kepada pelaku UMKM.

Seperti yang pernah dia alami saat masuk 10 besar kegiatan di Jakarta. Ia ditawari pendanaan untuk usahanya.

Namun, ia menolak tawaran itu. Meri lebih memilih pemberian bantuan untuk promosi produknya.

“Saya bilang gini, saya lebih memerlukan bantuan secara promosi,” ungkapnya.

Jika dibantu dari segi pendanaan, ia membuat produk dalam jumlah banyak, namun tidak akan pembelinya. Hal ini dinilainya akan sia-sia belaka.

“Sedangkan kita ini harus ada pertanggungjawaban lagi kan ke yang investasi uangnya ke kita,” imbuhnya.

Namun, kata Meri, saat pelaku usaha mendapatkan bantuan promosi yang kemudian mendatangkan banyak konsumen, maka produk mereka akan dibeli oleh banyak orang.

“Misalnya saya dibantu secara promosi, dapatkan customer-customer baru, otomatis untuk modal kita bisa kembali dan jualan semakin meningkat,” terangnya.

Meri menyebutkan bahwa bantuan dana dan promosi sangat dibutuhkah oleh para pelaku UMKM di Kukar.

Namun, jika disuruh untuk memilih di antara keduanya, maka promosi sangat diperlukan oleh pelaku-pelaku usaha di Kukar.

“Jadi, untuk yang ke depannya juga kayak dinas-dinas terkait, ya bantulah promosi. Memang sekarang kita sudah dikenal, cuman lebih bagus lagi kalau bantunya lebih lagi untuk meningkatkan penjualan,” pungkasnya. (adv/mt)

Dianto Raharjo: Pelaku Usaha di Kukar Wajib Miliki NIB

TENGGARONG Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Diskop-UKM Kukar Dianto Raharjo mengatakan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kukar wajib memiliki legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kata dia, semua pelaku UMKM yang ingin usaha menginginkan usaha mereka berkembang harus memiliki NIB.

Dianto menegaskan bahwa NIB sangat penting bagi para pelaku usaha, karena legalitas ini adalah tanda keberadaan usaha mereka terjamin dan diakui secara hukum.

“Karena ini adalah identitas bagi seorang pelaku usaha. Jadi, kita wajibkan setiap pelaku usaha wajib memiliki NIB,” ucap dia, Senin (30/10/2023).

Kemudian, pelaku usaha yang memiliki NIB bisa mengakses program Bupati Kukar Edi Damansyah: Kredit Kukar Idaman (KKI).

Para pelaku usaha yang ingin mendapatkan penambahan modal, sambung dia, bisa meminjam modal di Bankaltimtara dengan memanfaatkan program KKI yang berbunga nol persen.

“Kalau mereka ingin mengakses KKI, mereka harus memiliki NIB, karena persyaratan untuk mendapatkan KKI itu harus memiliki NIB,” ujarnya.

Dianto menerangkan bahwa Diskop-UKM Kukar bergerak ke 20 kecamatan se-Kukar demi memfasilitasi semua pelaku UMKM untuk mendapatkan NIB.

NIB tak ditujukan hanya sebagai persyaratan untuk mengakses KKI, tapi juga legalitas hukum para pelaku usaha yang wajib dimiliki.

“Itulah legalitas mereka sebagai pelaku usaha,” tuturnya.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak UMKM di Kukar yang belum memiliki NIB.

Kata dia, Diskop-UKM Kukar memiliki tugas untuk menjemput bola demi melakukan pendampingan serta memfasilitasi para pelaku UMKM untuk mendapatkan NIB.

“Dari jumlah UMKM yang ada kita wajib memfasilitasi bagi para pelaku usaha yang belum miliki NIB,” pungkasnya. (adv/mt/fb)