Koperasi Pengayoman Apresiasi Program Pembinaan Diskop-UKM Kukar

TENGGARONG – Ketua Koperasi Pengayoman Gilang Adhyaksa mengapresiasi program pembinaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kabupaten Kukar.

Dia mengungkapkan, Diskop-UKM Kukar telah membantu mereka untuk menjalankan koperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kemarin waktu awal kami menjalankan koperasi ini belum sesuai dengan ketentuan,” ucap Gilang di kantornya pada Selasa (7/11/2023).

Diskop-UKM Kukar, sambung dia, melakukan pembinaan terhadap mereka dengan membantu koperasi menggunakan 16 buku administrasi yang wajib digunakan koperasi.

Penggunaan 16 buku administrasi wajib untuk koperasi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Kemudian, Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 06/Per/M.KUKM/III/2006 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi.

“Jadi, kemarin dibantu dengan diajarin jalankan koperasinya pakai buku 16 dan lain lain,” terangnya.

Buku-buku wajib koperasi berfungsi untuk mencatat data, transaksi, keputusan, dan kejadian penting terkait koperasi.

Belasan buku tersebut antara lain buku daftar anggota, daftar pengurus, daftar badan pengawas, daftar manajer, daftar simpanan, notulen rapat, notulen rapat pengurus, dan notulen rapat badan pengawas.

Kemudian, ada buku catatan kejadian, anjuran pejabat koperasi, anjuran pejabat lain, saran anggota, tamu, inventaris, agenda, dan catatan kejadian lain.

Ia menyebutkan bahwa buku-buku ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, pertanggungjawaban, pengawasan, dan perencanaan koperasi.

Sebelum mendapatkan pembinaan dari Diskop-UKM Kukar, mereka belum menjalankan koperasi sesuai prosedur.

“Habis itu ada Dinas Koperasi masuk, dikasih bantuan cara jalankan koperasi yang baik dan benar, salah satunya dengan pakai buku 16 itu tadi,” jelasnya.

Ia berharap pembinaan koperasi yang telah diberikan Diskop-UKM Kukar, mereka bisa lebih aktif berkegiatan, melakukan simpan pinjam, dan memakmurkan anggota koperasi.

Kemudian, dia berharap Diskop-UKM Kukar lebih banyak mengadakan pelatihan-pelatihan untuk koperasi di Kukar.

“Sehingga bisa menjalankan fungsi dan tugas koperasi sesuai dengan aturan,” tutupnya. (adv/mt/fb)

32 Tahun Berdiri, Koperasi Pengayoman masih Eksis Melayani Anggota

TENGGARONG – Sejak didirikan tahun 1991, Koperasi Pengayoman tetap eksis untuk melayani kebutuhan anggotanya.

Hal itu sesuai visi dan misi mereka, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan aktif dalam berkegiatan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Koperasi Pengayoman Gilang Adhyaksa di kantornya pada Selasa (7/11/2023).

“Visinya meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan kalau misinya supaya anggota koperasi itu bisa lebih aktif berkegiatan dan lain lain,” ucapnya.

Koperasi yang beralamat di Jalan Mangkuraja, Nomor 1, RT 24, Keluarahan Loa Ipuh, Tenggarong ini, memiliki 108 anggota, yang merupakan pegawai Lapas Kelas II Tenggarong.

Kata dia, untuk menjadi anggota koperasi, setiap orang harus berstatus sebagai pegawai Lapas Kelas II Tenggarong.
“Pegawai pasti jadi anggota koperasi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, Koperasi Pengayoman berbentuk koperasi simpan pinjam. Bagi anggota yang ingin melakukan simpan pinjam, mereka bisa langsung mendatangi koperasi.

“Bentuknya koperasi jasa simpan, anggota yang mau pinjam, bisa ke koperasi,” terangnya.

Gilang menyebut syarat bagi seseorang untuk mengajukan pinjaman. Mereka harus terlebih dahulu menjadi anggota koperasi.

Kemudian, mereka bisa melakukan pinjaman ke koperasi dengan limit maksimal Rp 20 juta. Pihaknya tidak mematok batas minimal peminjaman.

Pinjaman itu bisa diangsur maksimal 10 kali dalam satu tahun dengan margin keuntungan untuk koperasi sebesar 10 persen.

“Koperasi ini mendapatkan keuntungan uang itu dari simpan pinjam. Itu kalau pinjam Rp 20 juta, nanti harus kembalikan sekitar Rp 22 juta dalam 10 kali bayar,” jelasnya.

Kata dia, syarat tersebut berlaku untuk semua anggota koperasi. “Semua anggota bisa meminjam maksimal Rp 20 juta dan minimalnya enggak ada. Bebas. Bebasnya mau Rp 1 juta atau berapa. Ia tetap dilayani,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM Beri Kemudahan kepada Seluruh Anggotanya

TENGGARONG – Ketua Koperasi Konsumen Tirta Mahakam PDAM Roni Gunawan mengatakan anggota koperasi merasa terbantu atas keberadaan koperasi yang dipimpinnya.

Dia menyebutkan bahwa antusias para anggota sangat luar biasa. Mereka merasa dimudahkan atas keberadaan koperasi tersebut di tengah-tengah mereka.

Melalui koperasi, anggota difasilitasi untuk melakukan peminjaman dana, pemenuhan kebutuhan pokok, dan lainnya.

“Mereka sangat bersyukur dengan adanya koperasi ini. Artinya, mereka dalam pemenuhan kebutuhan mereka itu terpenuhi, baik itu pemenuhan dalam kebutuhan pokok sehari-hari, kami siapkan Waserda,” ujar dia saat ditemui di kantornya pada Selasa (7/11/2023).

Kata Roni, bagi anggota yang ingin melakukan peminjaman dana, mereka bisa langsung mendatangi kantor koperasi. Proses peminjaman tidak dilakukan melalui lembaga keuangan perbankan.

Peminjaman melalui koperasi, sambung dia, bunganya lebih kecil dibandingkan kredit di luar koperasi.

“Jadi, kami ini bukan bahasa bunga, tapi jasa. Karena itu nanti akhir tahun dikembalikan kepada anggota,” ucapnya.

Anggota yang meminjam dana melalui koperasi, lanjut Helmiansyah, limit maksimalnya Rp 100 juta. Angsurannya bertenor maksimun 4 tahun.

“Tapi dari anggota tuh mampu untuk mengangsur 2 tahun, kami setujui,” jelasnya.

Kemudian, persyaratannya pun cukup mudah. Setiap peminjam hanya disyaratkan memiliki kartu anggota dan mengisi surat permohonan.

“Enggak kami beratkan, karena tadi kan tujuannya kami untuk memenuhi kebutuhan anggota. Jadi, kami tidak mempersulit. Cukup isi formulir dan kartu anggota, akan kami antre namanya pinjaman,” terangnya.

Dia berharap koperasi ini bisa terus tumbuh dan berkembang, serta jenis-jenis usahanya semakin bertambah dab berkelanjutan.

“Tidak hanya simpan pinjam Waserda saja, tapi bisa lebih misalnya ke tenaga, istilahnya pengadaan di PDAM sendiri,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Koperasi Kukar Idaman Lestari Gencar Latih Warga Budidayakan Lebah Klanceng

TENGGARONG – Dalam rangka memberdayakan masyarakat, Koperasi Kukar Idaman Lestari memberikan pelatihan terkait pembudidayaan lebah klanceng atau kelulut.

Bendahara Koperasi Kukar Idaman Lestari, Muhammad Sofyan mengungkapkan, koperasinya sudah beberapa kali mengadakan pelatihan untuk warga yang ingin membudidaya lebah kelulut serta memiliki lok atau tempat pembudidayaan madu.

“Kalau pelatihan-pelatihan ini memang kami arahkan kepada masyarakat yang pengen mempunyai lok kelulut dan juga ingin berbudi daya kelulut,” terangnya, Sabtu (4/11/2023).

Pelatihan untuk warga, sambung dia, masih menggunakan fasilitas yang sangat terbatas. Pasalnya, mereka belum memiliki gedung yang representatif serta dalam menampung peserta dalam skala besar.

Keberadaan gedung, lanjut Sofyan, dapat mendorong Koperasi Kukar Idaman Lestari memperluas cakupan pemberdayaan masyarakat Kukar.

“Kita bukan hanya nantinya untuk kelulut saja, entah itu nanti UMKM-nya, entah itu peternakannya, entah nanti ke wisata edukasinya,” ucap Sofyan.

Ia berharap pemerintah bisa membantu membangunkan gedung yang representatif sehingga dapat digunakan oleh Koperasi Kukar Idaman Lestari untuk pelatihan ataupun pertemuan.

Untuk memanfaatkan potensi yang tersedia, pihaknya sangat membutuhkan bantuan berupa fasilitas sebagai wadah untuk memberdayakan masyarakat sehingga perekonomian mereka terus meningkatkan.

“Kita bisa menyatukan warga masyarakat di sini untuk belajar bersama,” imbuhnya.

Dia juga berharap pemerintah daerah lewat dinas terkait melihat dan mengembangkan koperasi mereka.

Sofyan ingin produk asli daerah dari koperasi ini bisa diserap pemerintah daerah sebagaimana yang digencarkan pemerintah melalui Perbup Nomor 74 Tahun 2021 tentang Bena dan Beli Produk Daerah.

“Ketika kita sudah dibina seperti ini dan kita sudah mulai melangkah lebih maju, harapan kami untuk instansi-instansi dan UPT-UPT bisa menyerap hasil UMKM yang ada di koperasi kami, yang juga bertindak menyatukan warga ini untuk berwirausaha. Artinya, biar ada perputaran ekonomi di sini ,” tutupnya. (adv/mt/fb)

Madu Klanceng Milik Koperasi Kukar Idaman Lestari Rambah Pasar di Pulau Jawa

TENGGARONG – Bendahara Koperasi Kukar Idaman Lestari Muhammad Sofyan mengatakan produk madu klanceng atau kelulut menjadi produk andalan bagi koperasi tersebut.

Madu klanceng yang diproduksi Koperasi Kukar Idaman Lestari sudah merambah pasar di Pulau Jawa seperti Yogyakarta, Sidoarjo, Malang, Surabaya, bahkan Jakarta.

“Kemarin sempat ada yang ke Jakarta,” ucap dia di kantornya pada Sabtu (4/11/2023).

Madu yang berasal dari lebah kelulut tersebut menghasilkan rasa madu yang lebih asam dibandingkan madu biasa.

Namun, di balik rasa yang khas tersebut, madu klanceng memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia seperti meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah stroke, memperlancar peredaran darah, meningkatkan hormon, memperkuat fungsi otak dan jantung, memperbaiki sel tubuh yang rusak dan memulihkan tubuh.

Selain itu, madu ini juga bisa memulihkan tubuh yang sakit, mengendurkan bagian syaraf yang tegang, menghilangkan rasa letih, membantu masa penyembuhan pasca operasi dan mencegah kanker.

Lebah klanceng juga bisa menghasilkan propolis yang bisa dibuat menjadi bahan obat-obatan.

Lebah yang memiliki nama latin Tigona ini adalah jenis lebah yang tidak memiliki sengat, yang bisa menghasilkan madu dan propolis.

“Artinya di sini banyak potensi dari madu kelulut itu sendiri,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa bahan dasar madu klanceng dipanen dari lok atau tempat lebah kelulut menghasilkan madu.

Karena itu, madu klanceng adalah madu asli dari lebah kelulut yang diproduksi tanpa ada campuran apa pun.

Bahkan, untuk memastikan kemurnian madu dan mengurangi kadar airnya, Koperasi Kukar Idaman Lestari bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta).

“Ini masih berlanjut juga kerja samanya dengan Unikarta,” terangnya.

Masyarakat yang ingin mendapatkan madu klanceng yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh ini bisa langsung mendatangi Koperasi Kukar Idaman Lestari di Jalan Long Apari, RT 15, Gang Keluarga V, Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong. Bisa juga melalui kontak WhatsApp 082252224787. (adv/mt/fb)

Koperasi Kukar Idaman Lestari Hasilkan 3 Produk Unggulan

TEGGARONG – Koperasi Kukar Idaman Lestari yang berdiri pada 24 Maret 2021 berhasil mengelola 3 produk unggulan yang bahan dasarnya berasal warga Kukar.

Bendahara Koperasi Kukar Idaman Lestari, Muhammad Sofyan menjelaskan, 3 produk itu meliputi madu klanceng atau kelulut, susu kambing etawa, dan keripik usus.

Bahan dasar madu klanceng, sambung dia, dipanen secara langsung dari lok atau tempat lebah kelulut menghasilkan madu.

Madu klanceng adalah madu asli dari lebah kelulut yang diproduksi langsung tanpa campuran apa pun.

Untuk memastikan kemurnian madu serta mengurangi kadar air madu, pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong.

“Ini masih berlanjut juga kerja samanya dengan Unikarta,” ungkap dia di kantornya, Sabtu (4/11/2023).

Produk susu kambing etawa juga dibuat berbahan dasar susu asli dari kambing etawa tanpa campuran bahan lain.

Kata dia, susu kambing etawa diserap setelah pihaknya meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan anggota yang beraktivitas sebagai peternak kambing etawa.

“Terus kambing etawa untuk saat ini kita masih jalan MoU dengan rekan kami yang ada di Samarinda karena kebetulan dia peternak kambing-kambing etawa. Jadi, kita jalin MoU dan produknya kami serap,” jelasnya.

“Termasuk dia juga pengen membumikan etawa yang betul-betul asli daripada yang seperti di sponsor-sponsor yang etawalin,” sambungnya.

Sementara itu, keripik usus dibuat menggunakan bahan dasar usus ayam, tepung, dan penyedap rasa.

Sofyan menjelaskan bahwa pihaknya membuat produk keripik usus karena warga belum gemar dengan olahan keripik seperti keripik singkong ataupun pisang.

“Untuk saat ini kita fokus memang masih di keripik usus,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Bymerr Collection Produksi Kerajinan Tangan yang Digemari Para Pejabat Kukar

TENGGARONG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kukar Meriana mendirikan Bymerr Collection pada tahun 2016.

Ia membuat produk kerajinan tangan menggunakan teknik Sulam Tumpar, yang berasal dari suku Dayak Benuaq.

Produk itu seperti tas aneka model, masker, sendal kayu, bross, pouch, songkok, bandana, ikat pinggang, konektor manik, dan lain-lain.

Ia juga menerima pesanan costum atau request dari konsumen dengan menghubungi kontaknya: 085246995722.

Meri menceritakan bahwa saat pertama kali dia terjun ke dunia UMKM ini, produk yang dibuatnya adalah sendal doyo.

“(Tahun) 2016 itu saya cuma bikin dulu awalnya itu sandal itu, tapi doyo,” ungkap dia, Kamis (2/11/2023).

Ia membuat sandal doyo yang sempat diragukan akan mendapatkan tempat di hati konsumen Kaltim karena harganya tergolong mahal.

Pasalnya, sendal yang berbahan dasar kayu tersebut dibeli dari Surabaya, kemudian dirakitnya sendiri dengan menambahkan doyo.

“Jujur saja waktu saya bikin sendal doyo itu…mungkin diragukan,” ungkapnya.

Pejabat pertama yang membeli produknya adalah istri Bupati Kukar Edi Damansyah, yang waktu itu masih menjabat Wakil Bupati. Istri Kepala Dinas Pertambangan, Yuyun, juga ikut membeli produknya.

“Pertama kali sida bedua tuh yang berani beli barang saya,” terangnya.

Sejak saat itu, sambung dia, mereka sering memesan produknya, tetapi dengan sistem costum. Mereka meminta dibuatkan sepaket dengan tas, dompet, dan lainnya.

Kepada para konsumennya, ia mengaku belum pernah membuat produk tersebut. Namun, mereka meyakinkan bahwa Meri akan sukses menyelesaikan pesanan para konsumennya.

Kemudian, dia mencoba membongkar tas dan dompet yang rusak. Ia belajar secara otodidak. Produk itu pun berhasil diproduksi setelah Meri bekerja kerja menyelesaikan desain dan pengerjaannya.

“Saya coba, ternyata bisa. Selanjutnya saya rasa itu ndik baik, tapi ibunya kayaknya suka. Terus dia pesan sampai sekarang macam-macam aja dia minta,” pungkasnya. (adv/mt)

Pelaku UMKM asal Kukar Meriana Harumkan Nama Kaltim dalam Lomba Tingkat Nasional

TENGGARONG – Pelaku UMKM asal Kukar Meriana mengikuti lomba Enterprenuer Development yang diadakan Kemenkop-UKM RI di bidang kriya.

Dalam lomba tersebut, semula ia hanya ingin mengukur kemampuannya dalam menciptakan kerajinan tangan.

Dia juga ingin bertemu dengan para pelaku usaha se-Indonesia serta belajar dengan mereka terkait produk-produk yang sedang digemari masyarakat Indonesia.

Menurutnya, banyak inspirasi yang didapatkannya saat melihat produk orang lain. Hal itu dapat diaplikasikannya pada produk Bymer Collection yang tengah dikembangkannya.

“Terus melihat lagi cara penjualan orang. Itu aja. Saya lebihnya ke situ aja. Menambah pengalaman saja,” ungkap Meri, Kamis (2/11/2023).

Ia ingin melihat dan mengukur produknya bisa bersaing dengan produk di level yang lebih tinggi.

Meri tidak mau produk yang dibuatnya hanya jago kandang. Hal itulah yang ingin dibuktikannya.

“Dapat prestasi atau tidak, aku sih enggak masalah ya. Syukur-syukur masuk. Istilahnya saya bilang tadi, itu di luar dari ekspektasi saya,” terangnya.

Meriana mengaku sempat pesimis saat sampai di Bandung. Ia melihat banyak produk yang sangat bagus, yang jauh lebih berkualitas dibandingkan produk yang dibuatnya.

Dari segi produksi, produk mereka sangat bagus dibandingkan ia yang hanya banyak belajar secara otodidak serta memproduksi produknya secara manual.

Di ukur dari perbandingan harga produk, mereka menjual produk-produk mereka lebih murah dibandingkan produknya.

“Kita enggak sebagus yang di sana. Tahu aja kan? Kita di sini aja, kita beli di sana, baru kita bikin. Jadi, otomatis untuk harga jauh lebih mahal kita,” ucapnya.

Kemudian, ia sempat pesimis karena produk mereka jauh lebih berkualitas. Harganya pun lebih murah.

“Jadi, saya mindernya di situ sudah. Dari segi SDM-nya, dari segi harga, dari segi kualitas saya sudah minder,” ungkapnya.

“Tapi, ya enggak disangka kok bisa masuk 10 besar? Penilaian orang dari segi apa, saya enggak tau,” tutupnya. (adv/mt)

Meriana Masuk 10 Besar Lomba Tingkat Nasional yang Diadakan Kemenkop-UKM RI

TENGGARONG – Pelaku UMKM asal Kukar berhasil masuk dalam 10 besar nasional dari ribuan peserta pada lomba Enterprenuer Development yang diselenggarakan Kemenkop-UKM RI di bidang kriya.

Dia adalah Meriana, seorang pelaku UMKM dari Kukar, yang menekuni usaha produk-produk kerajinan tangan dengan teknik Sulam Tumpar yang diberinya nama Bymer Collection.

Sulam Tumpar merupakan kerajinan yang berasal dari suku Dayak Benuaq. Kerajinan ini berhasil membawa Meriana mendapatkan penghargaan di tingkat nasional.

Wanita yang akrab disapa Mery itu menceritakan bahwa ia mengikuti lomba setelah mendapatkan informasi dari media sosial Instagram Kemenkop-UKM RI yang mengumumkan kegiatan lomba Enterprenuer Development.

“Nah, di situ ada diumumkan lomba untuk pendampingan usaha. Dia ada 3 sektor dan saya ngambil di sektor kriya,” ungkap dia, Kamis (2/11/2023).

Ada 3 bidang yang dilombakan, salah satunya bidang kriya. Dari tiga bidang tersebut, ada ribuan peserta yang mendaftarkan diri.

Pada tahapan awal penyisihan di 3 bidang yang diikuti ribuan peserta tersebut panitia menyaringnya menjadi 500 peserta.

Setelah itu, panitia menyeleksinya kembali menjadi 300 peserta. Ratusan peserta itu dibagi menjadi 100 orang di setiap bidang.

“Saya masuk sektor kriya; masuk di 100 orang itu,” ungkapnya.

Ia mengikuti proses pendampingan selama satu bulan serta mengerjakan tugas-tugas lomba tersebut secara daring.

Setelah sebulan mendapatkan pendampingan, mereka dipanggil ke Kota Bandung Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti pendampingan secara tatap muka.

Kemudian, kata Mery, di Bandung terdapat penyeleksian dari 100 orang ke 10 besar.

“Dari situ, ada penyeleksian lagi untuk ke 10 besar; dari 100 ke 10 besar,” terangnya.

Dia pun kembali ke Kukar tanpa memikirkan berhasil untuk masuk ke 10 besar dalam lomba tersebut.

Berhasil mengikuti pendampingan di Bandung merupakan penghormatan baginya. Apalagi produk-produk yang bersaing dengan produknya tergolong bagus dan berkualitas karena diproduksi dengan teknologi canggih.

Sedangkan Mery hanya membawa produk kerajinan tangan yang dibuat secara manual.

“Ternyata diumumkan saya masuk di 10 besar dan di antara 10 besar itu, hanya saya yang di luar. Sisanya dari Pulau Jawa semua,” imbuhnya.

“Jakarta pun enggak ada. Jadi, semuanya dari Jawa. Semua yang 10 orang itu hanya saya yang di luar Pulau Jawa; yang paling jauh,” pungkasnya. (adv/mt)

Koperasi Kukar Idaman Lestari, Kumpulan Petani yang Sukses Kembangkan Lebah Kelulut di Kukar

TENGGARONG – Koperasi Kukar Idaman Lestari didirikan setelah para pendirinya melihat banyak warga yang beraktivitas sebagai petani lebah kelulut.

Koperasi yang beroperasi di Jalan Long Apari, RT 15, Gang Keluarga 5, Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong ini didirikan pada 21 Maret 2021.

Hal ini disampaikan oleh Bendahara Koperasi Kukar Idaman Lestari Muhammad Sofyan saat ditemui di kantornya pada Sabtu (4/11/2023).

“Awal mulanya kita itu hanya petani lebah kelulut. Nah, dari hobi tersebut kita menyatukan para teman-teman, para petani kelulut. Kita dirikan suatu komunitas dan organisasi ini,” ungkapnya.

Setelah 3 tahun didirikan, koperasi tersebut sudah memiliki 19 anggota. Mereka berdomisili di Tenggarong dan Samarinda.

“Untuk saat ini alhamdulillah kurang lebih di angka 19 anggota, termasuk pengurus dan pengawas,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa pembentukan koperasi tersebut bertujuan untuk menyediakan lapangan kerja bagi warga Mangkurawang.

Koperasi Kukar Idaman Lestari, sambung dia, menyediakan produk, juga pengadaan barang dan jasa.

“Semuanya kita rangkul. Semua kita jadikan satu di wadah organisasi ini, agar untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat yang ingin berwirausaha,” jelasnya.

Sofyan menjelaskan ada 3 produk yang dihasilkan oleh Koperasi Kukar Idaman Lestari, di antaranya madu klanceng atau kelulut, susu kambing etawa, dan keripik usus.

Di bidang pengadaan barang, pihaknya menyediakan ATK, pupuk, dan material untuk pembuatan badan jalan.

Sementara di bidang pengadaan jasa, Koperasi Kukar Idaman Lestari menyediakan jasa travel, rental, sedot madu, dan pengadaan keripik.

“Koperasi ini mempunyai banyak tempat-tempat yang mana tempat tersebut adalah untuk mengaplikasikan kewirausahaannya dari masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Koperasi Kukar Idaman Lestari akan membuat tempat wisata yang bertajuk wisata edukasi yang menyatukan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. “Segala sektor kita kumpulkan jadi 1 di sini,” pungkasnya. (adv/mt/fb)