Produk Keripik Tempe Asli Loa Kulu

TENGGARONG – Seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kecamatan Loa Kulu Iksan Adi Saputro membuat produk keripik dari tempe.

Olahan dari bahan dasar tempe tersebut dia beri nama Uhuy Keripik tempe.

Nama Uhuy di produknya itu diambil dari ucapan spontan yang sering diucapkan saat bercanda sesama teman.

Selain itu, ia mengaku dapat masukan dari sang pacar untuk menggunakan nama Uhuy. Karena, dianggapnya sangat menarik serta mudah diingat.

“Terus tu rame lagi ibaratkan ngomong secara langsung misalkan uhuy leh diganti uhuy ada keripik tempe ni rasanya gurih dan lezat. Disitu namanya langsung saya cantumkan menjadi Uhuy Keripik Tempe,” katanya pada Kamis (14/3/2024).

Laki-laki yang masih menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Unikarta ini mengungkapkan bahwa tertarik menjalankan bisnis tersebut karena bergerak di bidang agroindustri pengolahan hasil pertanian.

Pasalnya, bahan baku untuk membuat tempe yang paling utama ialah dari kedelai.

Lalu, bahan dasar untuk membuat keripik tempe itu juga berasal dari produksi tempe milik ibunya.

“Terus ibu saya kerja sama dengan temannya. Jadi saling kolaborasi misalkan di tempat saya habis stoknya, itu ambil stok tempat teman ibu,” terang Iksan.

Selain itu, sambung dia, usaha itu dijalankannya sembari mengisi waktu kosong di perkuliahan.

Kemudian, keuntungan yang didapatnya menjual keripik itu bisa digunakan untuk membayar praktikum, persiapan penelitian serta mengerjakan skripsi.

“Supaya tidak terlalu membebani orang tua dalam pembiayaan tersebut,” ungkap dia.

Iksan menyebut bahwa keripik tempe tersebut diproduksi bersama ibunya.

Dalam sekali produksi, kata dia, bisa memakan waktu yang cukup lama karena melalui berbagai proses.

Pertama, kedelai yang dicampur dengan ragi serta tepung akan dimasukkan ke dalam plastik lontong dan dijemur didalam ruangan untuk proses fermentasi menjadi tempe.

Proses fermentasi itu bisa cepat selesai dalam 1 hari jika cuaca dalam kondisi panas.

Namun, apabila dalam kondisi hujan maka bisa memakan 2-3 hari.

Kedua, setelah proses fermentasi selesai, tempe itu akan dipotong tipis-tipis agar memiliki kualitas rasa yang renyah serta langsung dilakukan penggorengan. Untuk expirednya bisa taha sampai 14 hari,” jelasnya. (adv/mt)

Camilan Kerupuk Berbahan Dasar Nasi

TENGGARONG – Seorang Pelaku Usaha asal Desa Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang Muginem menjual camilan kerupuk dari bahan dasar nasi.

Usaha ini dijalankan karena hobinya yang suka memasak.

Dia menjelaskan kerupuk nasi itu difermentasi dengan campuran adonan tepung kanji serta dikukus serta dilakukan penjemuran.

Untuk bahan-bahan yang diperlukannya untuk membuat kerupuk nasi tergolong mudah dicari. Ia bisa mendapatkan di Desa Separi dan Samarinda.

Muginem pernah dibantu pendampingan oleh Bumdes bersama perusahaan batu bara PT. Pama untuk melakukan inovasi pangan yang termasuk jarang ada.

“UMKM Kerupuk Nasa nasi, dituntut dari perusahaan untuk mengembangkan produk kuliner lain. Jadi ada kue basah dan kering,” jelasnya pada Rabu (13/3/2024).

Menurut pengakuan dari beberapa pelanggan yang mengatakan bahwa kerupuk nasinya itu memiliki ciri khas rasa yang unik.

Hal tersebut membuat kerupuk nasinya berhasil menarik banyak minat dari masyarakat.

“Dari beberapa (pelanggan) khususnya ada juga dari pendampingan Unmul (Universitas Mulawarman) menyebut seperti ada rasa dagingnya. Padahal tidak menggunakan daging,” terang dia.

Berhasil menarik banyak minat pelanggan serta dengan harga yang kurang dari Rp 10 ribu, membuat produk kerupuk nasinya mudah didagangkan ke banyak toko.

Sedangkan melalui agen grosirnya, untuk kemasan 500 gram dihargai Rp 27 ribu.

“Alhamdulillah produk kita juga sudah dijualkan di Bandara Sepinggan sebagai oleh-oleh khas Kalimantan,” ungkap Muginem.

Dalam proses produksi, ia menyebut bahwa cuaca yang tidak menentu menjadi kendala.

Sedangkan, dia harus mengejar banyak target pesanan yang harus diselesaikan untuk dikirimkan ke perusahaan.

Muginem berharap bisa melakukan penjualan produk kerupuk nasi ini lebih meluas lagi.

“Senang produk lokal bisa diperjualbelikan di Bandara. Tentu ini semua membutuhkan waktu dan proses panjang,” pungkasnya. (adv/lt/mt)

Seorang Perempuan Muda Sebulu Bangun Bisnis Fashion dan Kecantikan

TENGGARONG – Sorang perempuan yang masih muda asal Kecamatan Sebulu Putri Lestari membangun usaha di bidang fashion dan kecantikan.

Dia menjual berbagai kebutuhan perempuan itu seperti tas, skincare, makeup dan berbagai macam produk lainnya.

Bisnis tersebut ia beri nama Ptrshop yang diambil dari nama Putri Lestari dan bahasa inggris dari kata toko.

Putri telah mulai berwirausaha sejak masih menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Sebulu tahun 2018.

Di usianya yang masih 16 tahun, minat yang tinggi di bidang fashion dan kecantikan itulah yang membuatnya berhasil mendirikan bisnis tersebut

“Sebetulnya motivasinya karena memang adanya ketertarikan di dunia fashion dan suka juga dengan makeup. Apalagi sesuatu terkait kecantikan,” terang dia pada Selasa (12/3/2024).

Pada awal menjalankan bisnis, produk-produknya dijual hanya melalui media sosial Facebook @ptrshop copy, Instagram @ptrshopcopy dan WhatsApp.

Hal itu dia jalani dikarenakan belum memiliki modal yang besar untuk dapat mendirikan sebuah toko.

“Dikarenakan uang saku anak SMA itu kan terbatas, makanya saya coba untuk berjualan online,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa modal awal berjualan itu didapat dari uang beasiswa Program Indonesia Pintar senilai Rp 1 juta.

“Itu dana awal untuk berwirausaha dan saya mulai dari PO (Pre Order) barang,” ungkap Putri.

Setelah merintis usaha sejak tahun 2018, dia pun berhasil membuka toko sendiri setelah 3 tahun berjalan.

“Saya bisa membuka toko sendiri 2021 sampai sekarang,” ucapnya

Saat ini Putri sedang dalam proses pengembangan dengan membuka cabang toko di Tenggarong.

Kata dia, hal itu dilakukan untuk semakin memperluas pemasaran khususnya produk tas yang dipakai di acara formal.

Karena dari penilaiannya saat ini untuk tas seperti itu masih belum terjual banyak.

Padahal, dari segi harga itu sangatlah terjangkau untuk kalangan menengah.

“Tenggarong juga sekarang sudah mulai berjalan bagus UMKM nya. Makanya saya coba mau buka di Tenggarong untuk membantu sedikitnya untuk perekonomian,” pungkas dia. (adv/mt)

Bupati Kukar Apresiasi Ratusan UMKM di Pasar Ramadan

TENGGARONG – Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam kegiatan Lorong Pasar Ramadan yang dilaksanakan oleh Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.

Ratusan pelaku UMKM tersebut berasal dari 3 kawasan berbeda yang di tahun-tahun sebelumnya melaksanakan Pasar Ramadan sendiri.

Yakni di Jalan S. Parman Kelurahan Melayu, Panjaitan Kelurahan Loa Ipuh, dan Masjid Agung Sultan Sulaiman.

“Karena setiap Ramadan ada pasar Ramadan yang dilaksanakan di titik itu (Jalan S. Parman, Panjaitan, dan Masjid Agung Sultan Sulaiman),” ucap dia saat membuka kegiatan Lorong Pasar Ramadan pada Selasa (12/3/2024) sore.

Ia mengungkapkan, banyak masyarakat yang menyampaikan masukan-masukan kepada pemerintah daerah berkaitan dengan Pasar Ramadan yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.

Mereka mengeluhkan aktivitas Pasar Ramadan khususnya di Jalan Panjaitan dan S. Parman.

“Bahwa aktivitas ini mengganggu arus kepentingan umum, arus jalan umum. Itu selalu ada (masukan ke pemerintah),” ungkapnya.

Maka dari itu, Pemkab Kukar berupaya kegiatan yang rutin dilakukan setiap bulan suci Ramadan ini bisa terfasilitasi dengan baik.

Oleh karenanya, pengelolaan aktivitas yang berkaitan dengan Pasar Ramadan di Kota Raja dialihkan ke kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman. “Khususnya di Jalan S. Parman dan Jalan Panjaitan,” beber Edi.

Dia sangat mendukung Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong agar bisa dijadikan kawasan yang produktif untuk pergerakan ekonomi kerakyatan.

Ia mendorong keberadaan masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk melakukan ritual-ritual keagamaan saja.

Akan tetapi, juga bisa difungsikan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya telah membangun beberapa kios di kawasan masjid untuk mendukung para pelaku usaha mikro.

Edi berharap dengan itu bisa menciptakan keseimbangan fungsi masjid sebagai tempat ritual keagamaan dan ibadah sosial.

“Kedua itu (ibadah ritual dan sosial) memang wajib kita laksanakan di dalam keyakinan kita umat muslim yang selalu kita laksanakan secara Istiqomah,” tutup dia. (adv/mt)

Ratusan UMKM Ramaikan Pasar Ramadan di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong

TENGGARONG – Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meramaikan kegiatan Lorong Pasar Ramadan yang dilaksanakan oleh Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong.

Ratusan UMKM tersebut menjual berbagai macam hidangan menu untuk berbuka puasa, kuliner khas Ramadan, hingga busana-busana muslim.

Ketua Panitia Lorong Pasar Ramadan, Akhdar Rivai mengatakan ada 115 UMKM yang mengisi Lorong Pasar Ramadan ini berasal dari Kecamatan Tenggarong.

Ratusan UMKM itu adalah gabungan dari 3 kawasan berbeda yang di tahun-tahun sebelumnya melaksanakan Pasar Ramadan sendiri.

Yakni, Pasar Ramadan di Jalan S. Parman Kelurahan Melayu, Jalan Panjaitan Kelurahan Loa Ipuh, dan Masjid Agung Sultan Sulaiman.

Kata dia, keberhasilan ini berkat kesepahaman antara para pelaku UMKM, pemerintah dan pengelola masing-masing Pasar Ramadan.

“Tidak ada kesulitan kami untuk menyatukannya (para pelaku UMKM),” ujar dia pada Selasa (12/3/2024) sore.

Sementara itu, Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi Badan Pengelola beserta Badan Pelaksana Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong yang berhasil menjadi koordinator Lorong Pasar Ramadan tahun 1445 Hijriah.

Baginya, hal ini sangatlah penting dalam rangka melakukan pemberdayaan masyarakat khususnya para pelaku UMKM sekitar.

“Ini bagian dari suatu peningkatan pengembangan yang sangat positif dan sangat baik,” sebut dia.

Ia menyebut, pengelolaan Masjid Agung Sultan Sulaiman saat ini sangatlah bagus.

Kata dia, Masjid tidak hanya sebagai tempat untuk memfasilitasi kegiatan peribadatan saja, tetapi juga dijadikan kawasan yang produktif seperti memfasilitasi tempat untuk pelaku UMKM dapat berjualan.

“Sehingga para pelaku usaha mikro khususnya yang melakukan aktivitas usaha kuliner khususnya di Tenggarong, terkhususnya di setiap waktu bulan Ramadan ini difasilitasi dengan baik,” pungkas Edi. (adv/mt)

Ririn Rahmahdini Berwirausaha sejak 2019

TENGGARONG – Pemilik Naturls.id Ririn Rahmahdini mengaku telah menggeluti dunia usaha perawatan perempuan sejak tahun 2019.

Kala itu, dia baru berusia 18 tahun serta masih duduk di bangku sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Kukar.

“Cuman waktu itu masih jual pupur (bedak) basah daun kokang aja,” bebernya, pada Jumat (15/3/2024).

Setelah 2 tahun hanya menjual produk pupur basah, perempuan yang mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kutai Kartanegara ini pun mulai melakukan inovasi membuat masker dari daun kokang.

Inovasi tersebut datang lantaran Ririn ingin menarik minat para kawula muda sekarang yang lebih senang melakukan perawatan menggunakan masker.

“Jadi tanggal 7 Maret 2021 saya melaunching masker daun kokang ini,” tutur dia.

Daun kokang sebagai bahan dasar membuat masker didapat dari nenek maupun kakeknya yang mencarikan di sekitar kebun mereka.

Namun, karena termasuk dalam kategori tumbuhan liar, daun kokang ini sangat sulit dicari.

Selain itu, daun tersebut juga tidak ada yang memperjualbelikannya.

“Termasuk untung-untungan kalau ketemu daun kokang ini. Sejauh ini belum ada ketemu penjual daun itu,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk membuat masker daun kokang itu bisa memakan waktu sampai 7 hari dalam cuaca panas.

Dia mengatakan bahwa masker tersebut bisa bertahan selama 3 bulan.

Ririn menjual masker daun kokang tersebut mulai dari harga Rp 7 ribu untuk kemasan menggunakan cup ukuran kecil, kemasan botol Rp 15 ribu dan kemasan saset Rp 20 ribu.

Untuk memasarkan produk, ia memanfaatkan media sosial Instagram dan Shopee.

Selain itu, dia juga memasarkan di pasar malam serta melalui reseller.

Untuk memasarkan produk, ia memanfaatkan media sosial Instagram dan Shopee.

Selain itu, dia juga memasarkan di pasar malam serta melalui reseller.

Ririn bisa melakukan pengiriman masker daun kokang ini ke beberapa daerah di Kalimantan. (adv/mt)

Seorang Mahasiswi Unikarta Bangun Bisnis Perawatan

TENGGARONG – Seorang Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kutai Kartanegara Ririn Rahmahdini membangun usaha Perawatan Perempuan.

Produk perawatan tersebut yang dijualnya ialah masker dari daun kokang.

Usaha itu ia beri nama Naturls.id yang diambil dari kata natural atau alami.

“Agar mengikuti standar nama bisnis modern sekarang. Katanya (natural) saya singkat menjadi naturls,” katanya, Jumat (15/3/2024).

Kata natural tersebut berkaitan langsung dengan produk yang dibuatnya yang menggunakan 100 persen dari bahan-bahan alami tanpa pengawet.

Dia mengatakan, bagi warga suku Kutai pasti sangat mengenal tumbuhan daun kokang serta khasiatnya.

Tumbuhan itu kerap dipakai orang-orang tua zaman dahulu untuk merawat wajah mereka sebagai pupur basah.

Namun, di zaman sekarang tumbuhan daun kokang ini sangat sulit ditemukan serta jarang anak-anak muda menggunakannya.

“Sekarang udah hampir punah deh kayaknya buat anak muda gunain pupur basah dari daun kokang ini,” ucap Ririn.

Maka dari itu, demi tetap melestarikan budaya zaman dahulu, Ririn menggunakan daun kokang sebagai bahan dasar utama masker.

ia sengaja mengolah daun tersebut menjadi masker untuk menarik minat para kawula muda.

Supaya lebih menarik, dia menghadirkan beberapa varian, seperti green tea yang dibuat menggunakan teh hijau asli. Lalu, ada varian taro yang diolah memakai ubi ungu.

“Untuk varian greentea dan taro selain manfaatnya yang baik untuk kulit dan juga sebagai acuan menarik minat remaja sekarang dengan warna dan wangi khasnya,” tutur dia.

Untuk diketahui, banyak khasiat jika menggunakan masker daun kokang dari Naturls.id.

Diantaranya, mengatasi jerawat dan kulit berminyak, mengencangkan kulit, menyamarkan garis-garis halus di wajah, melembabkan kulit dan membantu meredakan kulit kemerahan serta dapat melawan penuaan dini.

Informasi pemesanan bisa melalui akun Instagram @naturls.id dan Whatsapp 0895705114576. (adv/mt)

Helvina Berwirausaha sejak Masih Sekolah Tingkat Pertama

TENGGARONG – Pemilik Queen Shop Helvina mengaku telah terjun ke dunia usaha sejak masih menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Muara Kaman.

Kala itu dia sudah menjalankan usaha kerajinan tangan dari kain flanel yang diolah menjadi gantungan kunci, bantal, boneka dan lain-lain.

Bisnis tersebut terus berjalan sampai ia duduk di bangku perkuliahan di Tenggarong.

Di saat bersamaan, Helvina juga merangkap sambil berjualan hijab. “Karena dulu pernah diminta jadi brand ambassador hijab salah satu butik di Tenggarong,” ungkap dia, Rabu (7/3/2024).

Semakin berganti tahun, ia pun mencoba untuk beralih ke usaha lain seperti berjualan di online shop yang banyak diminati oleh masyarakat.

Melalui online shop, dia menjual barang seperti speaker costum, Alquran costum, dan lain-lain.

“Yang paling baru ini jual mahar hantaran pernikahan waktu saya sudah menikah,” katanya.

Helvina mengatakan, berkaca dari pengalamannya berwirausaha, hal utama untuk memulai bisnis adalah menyiapkan modal walaupun tidak banyak.

Pasalnya, modal sangat diperlukan untuk membeli bahan maupun keperluan lainnya.

Selain itu, seorang wirausaha juga harus memiliki perencanaan serta keberanian untuk memulai bisnis yang ingin dikerjakan.

“Agar usahanya bisa terus berjalan. Terus bisa lebih mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Dan juga menggeluti dibidang usaha ini menurutku lebih efisien dari segi waktu dan keuangan bisa menyesuaikan sendiri,” tutur Helvina.

Menurut dia, menjadi seorang wirausaha itu sangat menjanjikan dari segi ekonomi jika dijalankan dengan serius.

“Terus selalu berpikir positif bahwasanya akan ada aja rezeki lewat usaha yg kita jalani. Percaya diri dan menemukan ide baru,” bebernya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa terus memperhatikan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Kukar.

“Kedepannya juga pemerintah bisa melakukan pengembangan produk lokal unggulan dari hulu hingga ke hilir, ataupun dari hilir ke hulu sebagai basis usaha UMKM,” tutup dia. (adv/mt)

Seorang Perempuan Muara Kaman Bangun Usaha Online Shop

TENGGARONG – Seorang wirausaha perempuan asal Kecamatan Muara Kaman Helvina membangun usaha online shop.

Usaha tersebut beri nama Queen Shop yang diambil dari nama anak perempuannya Queensa Shabira Al Thafunnisa.

Dia menggunakan akun media sosial Instagra @by.umma_na untuk melakukan promosi serta pemasaran.

Ia menjual beberapa produk seperti speaker costum, Alquran costum dan lain-lain.

Selain itu, Helvina juga berbagai macam perlengkapan pernikahan seperti seperangkat mahar, hantaran, undangan dan suvenir.

Dia mengaku mulai menjual perlengkapan pernikahan tersebut sejak 3 tahun yang lalu.

Hal itu bermula saat ia bersama suami menikah, membeli seperangkat mahar serta hantaran itu dirasa sangat mahal.

Oleh karenanya, mereka pun membuat secara mandiri dengan segala kreativitas yang dimiliki.

Dari pengalaman tersebut, mereka menjadikannya sebuah ide usaha untuk membantu para calon pengantin.

“Kenapa? Karena ingin mempermudah para calon pengantin di luar sana yang tidak mempunyai budget yang banyak, tetapi masih bisa merasakan moment yang spesial,” beber dia, Rabu (7/3/2024).

Helvina menerangkan, untuk mahar dihargai mulai dari Rp 250 ribu, undangan Rp 2 ribu dan kotak hantaran Rp 40 ribu.

“Harga dari kami termsuk murah. Karena pada umumnya untuk mahar tu Rp 450 ribuan,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk penjualan perlengkapan pernikahan tidak menentu setiap bulannya.

Ia menyebut, mereka kerap mendapat banyak pemesanan di waktu tertentu saja.

Misalnya pada bulan-bulan ramai orang melaksanakan pernikahan, diantaranya bulan Syawal, Rabiul Awal, Jumadil awal dan Zulhijjah.

“Nah di bulan tersebut biasanya alhamdulillah ada aja yang order. Iya bisa 3-5 calon pengantin tiap bulannya,” ungkap Helvina.

Ia mengatakan, sejak awal menjalankan usaha menggunakan modal dari tabungan pribadi dan penghasilan menjadi guru Alquran.

“Mun usaha yang sekarang dari uang bulanan dari suami. Jadi kalau ada keuntungan dari penjualan itu aku sisihkan untuk mutar lagi. Bisa jua dari DP (uang muka) orang yang pesan mahar atau hantaran,” pungkasnya. (adv/mt)

Berhasil Buka Usaha Pangkas Rambut Berkat Terima Banyak Support

TENGGARONG – Pemilik Pangkas Rambut Gasik Pay It Forwar Muhammad Haidir mengaku berhasil membuka usaha pangkas rambut lantaran mendapatkan banyak dukungan dari orang-orang terdekatnya.

Kata dia, sebelumnya kerap mencukur rambut keluarga serta teman-temannya tanpa pernah meminta bayaran.

Karena banyak yang suka dengan hasil cukurannya, ia didorong untuk membuka usaha pangkas rambut sendiri agar bisa menjadi tambahan penghasil baginya.

“Alhamdulillah banyak support terutama dari keluarga, dari pasangan. Terus dari masyarakat setempat alhamdulillah banyak yang mempercayai,” ucapnya, Selasa (5/2/2024).

Dia mengaku, berhasil membuka jasa pangkas rambut ini juga berkat kolaborasi dengan temannya bernama Chaidir Ilham Halim yang memfasilitasi berupa bangunan.

Haidir mengatakan, temannya tersebut memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk mengatur bangunan itu agar bisa dijadikan tempat usaha pangkas rambut.

“Teman saya itu baik betul. Jadi kami berbagi hasil karena teman ini sudah memberikan peluang untuk saya untuk usaha di sini,” kata dia.

Ia mengungkapkan, pangkas rambutnya ini selalu ramai pelanggan walaupun baru 2 bulan berjalan.

Dia menyebut, cukup kewalahan karena masih sendirian melayani banyaknya pelanggan yang datang.

“Saya itu mau cari teman juga sih yang mau gabung bantu cukur. Ada yang sudah bisa cukur, tapi belum berani karena belum mengenal tentang kepala rambut orang. Terus style-style itu belum mengerti. Sudah saya tawarin cuman belum berani sida,” sebut Haidir.

Dia berharap, melalui bisnisnya ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda-pemuda di desanya yang memiliki keahlian mencukur rambut, tetapi tidak memiliki modal membuka sendiri.

“Terus saya mau buka cabang di bawah (pemukiman ramai penduduk di Muara Kaman Ulu). Karena banyak orang yang menyarankan untuk buka juga di bawah. Targetnya setahun setengah lah bisa buka cabang,” pungkasnya. (adv/mt)