Rahmadiani Novita Jalankan Usaha Jasa Perawatan dan Percantik Kuku

TENGGARONG – Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Rahmadiani Novita menjalankan usaha jasa perawatan kuku.

Dia memulai usaha ini sejak tahun 2023. Ia memberinya nama Flyhigh.nailart.

Walaupun termasuk kemampuan baru baginya, bisnis di bidang ini sangat menjanjikan secara finansial.

Novita mengikuti kelas khusus nail art untuk mendapatkan sertifikat keahlian sebelum terjun ke bisnis tersebut.

Nail art adalah aktivitas untuk mempercantik kuku dengan memberi gambar, lukisan, dan hiasan.

Selama mengikuti kursus tersebut, dia diajarkan berbagai macam teknik untuk melakukan pembersihan kuku dengan penuh ketelitian.

Ia menyebut, jika salah dalam menerapkan teknik pembersihan kuku maka hal itu bisa melukai jari pelanggan.

“Teknik awal itu namanya manicure. Jadi kan enggak semua kuku customer itu normal. Ada yang sensitif; mudah luka. Nah, itu kita butuh teknik khusus,” jelas dia kepada media ini, Jumat (16/2/2024).

Selama melakoni usaha tersebut, ia banyak mendapat penilaian positif dari para konsumen yang menggunakan jasa Flyhigh.nailart.

Kata Novita, kepuasan para pelanggannya tersebut membuatnya semakin menyukai bisnis jasa perawatan dan percantik kuku.

Perawatan kuku dalam satu tangan, jelas dia, bisa menghabiskan waktu 1-2 jam. Hal ini bergantung tingkat kesulitannya.

Ia menjelaskan, setiap kali menggunakan jasa Flyhigh.nailart, konsumen dapat membayar Rp 65 ribu hingga Rp 150 ribu.

Dalam sehari, Novita bisa mendapat penghasilan bersih sebesar Rp 150 ribu.

Meskipun tergolong baru, dia telah memiliki banyak pelanggan.

Hal itu membuatnya semakin bersemangat menekuni bisnis yang banyak diminati kawula muda tersebut.

“Kebanyakan customer kita itu suka ganti-ganti. Mungkin sebagai terapi juga ya. Senang aja ngelihat kuku kalau cantik dan terawat,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)

Bengkel Doa Ibu Bisa Perbaiki Sagala Jenis Kerusakan Motor

TENGGARONG – Salah satu bengkel yang ada di Tenggarong Doa Ibu Project (DIP) bisa melakukan perbaikan segala jenis sepeda motor.

Pemilik Bengkel DIP, Indra Agustian Saputra mengatakan, semua permasalahan sepeda motor dari persoalan mesin, kelistrikan, injeksi dan lain-lain, itu bisa diperbaikinya.

“Tergantung pemilik motornya (mau memperbaiki apa). Baik dari segi kelistrikan, injeksi-nya, mesin, dan lainnya kami bisa,” jelasnya kepada media ini, Sabtu (17/2/2024).

Dia menjelaskan, untuk memperbaiki permasalah pada injeksi motor memerlukan penangan secara khusus.

Ia mengungkapkan, di bengkelnya menggunakan teknologi komputer jika ada motor yang memiliki permasalahan injeksi.

“Untuk perbaikan injeksi motor, semuanya perlu menggunakan komputer dan kami memiliki teknologi tersebut,” kata Indra.

Ia menyebut, berbekal pengalaman belajar ilmu komputer membuatnya mengetahui semua jaringan yang ada pada sistem motor injeksi.

“Karena basic saya di komputer. Jadi saya paham dengan jaringan-jaringan yang ada di motor (injeksi) saya paham,” jelas dia.

Indra mengatakan, demi memudahkan mereka memperbaiki permasalah segala jenis sepeda motor, bengkelnya menyediakan berbagai jenis spare part motor secara lengkap.

Ia mengaku, memiliki langganan toko spare part motor yang lengkap untuk kebutuhan bengkelnya.

Bahkan, kata dia, ada banyak toko spare part motor yang menitipkan barang di bengkelnya.

“(Lengkapnya spare part) motor yang rusak sudah pasti bisa diperbaiki,” terangnya.

Ia menerangkan, bengkel DIP juga melayani berbagai macam permintaan dari pelanggan untuk motornya.

Misalnya seperti melakukan bore up atau meningkatkan volume silinder mesin, membuat mesin lebih nyaman dan modifikasi lainnya.

“Biasanya pelanggan minta mesin dibuat nyaman. Ada juga yang ingin mesinnya di bore up dan sebagainya,” ungkap dia.

Indra berharap bengelnya bisa lebih berkembang, serta dapat memberikan pelayanan maksimal untuk memperbaiki segala jenis kerusakan pada sepeda motor.

“Semoga kedepannya bengkel yang saya bangun dari nol ini bisa berkembang pesat kedepannya,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya yang ingin memperbaiki permasalah pada motornya dengan hasil yang tidak mengecewakan, bisa langsung ke bengkel DIP yang berlokasi di Jalan Jelawat, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, atau bisa cek akun Instagram @doaibu_proj. (adv/ha/mt)

Miliki Kemampuan Memasak, Rizki Arini Bangun Usaha Donat

TENGGARONG- Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Rizki Arini mengaku memiliki bakat memasak.

Tak ingin menyia-nyiakan kemampuannya, dia menjadikannya sebagai peluang untuk berwirausaha.

Ia pun mendirikan sebuah usaha makanan donat yang didirikannya sejak awal tahun 2023 dengan nama Donut Etam.

Walaupun tergolong masih belia, perempuan yang akrab disapa Kiki itu akan terus menekuni usaha donat tersebut secara konsisten.

“Kita masih belia untuk usaha donat ini,” terang dia kepada awak media ini, Sabtu (19/2/2024).

Ia ingin menghadirkan donat yang bisa dinikmati oleh konsumennya dengan kualitas rasa yang berbeda dari donat pada umumnya, tetapi dengan harga kaki lima.

Untuk itu, Kiki mengaku telah mengulik resep donatnya melalui proses yang cukup panjang.

Sebab, kata dia, banyak resep yang terkadang simpel, tetapi menuai kegagalan saat diaplikasikan.

Dalam membuat donat, ia menggunakan bahan seperti kentang, terigu, gula, dan pengembang donat.

Demi menghasilkan cita rasa yang berbeda, Kiki menggunakan cokelat putih sebagai toping pada donatnya.

Kiki berharap Donut Etam bisa lebih dikenal oleh banyak masyarakat.

Selain itu, dia berharap produknya bisa menjadi ciri khas donat di Tenggarong yang memiliki rasa yang berbeda dari donat pada umumnya.

“Semoga Donut Etam bisa menghasilkan kreasi baru. Terus juga lebih dikenal di masyarakat,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)

Marina Khovivah Bangun Bisnis Self Manufacturing Menggunakan Konsep Unik

TENGGARONG – Marina Khovivah berhasil membangun bisnis self manufacturing dengan mengusung konsep unik dan menarik.

Bisnis itu diberinya nama Foma, karya tangannya dari kain perca yang dibuatnya menjadi scrunchies atau ikat rambut yang bisa menjadi gelang tangan.

Dia memulai bisnis Foma pada saat menjalani masa studinya pada tahun 2020. Kala itu, dia menjual masker kain.

Sebelum mendirikan Foma, ia mencoba mempelajari ketertarikan masyarakat Tenggarong di bidang fashion.

Setelah membuat masker kain, Marina melihat banyak sisa kain bekas jahitan masker.

Hal itu memberikannya ide dalam melakukan inovasi untuk memanfaatkan kain perca menjadi barang yang bernilai jual.

“Melihat arah fashion luar negeri, ada scrunchies, ini ikat rambut sekaligus bisa jadi gelang tangan. Lihat di Tenggarong belum ada. Coba bikin dan laku banyak. Alhamdulillah,” ungkapnya, Rabu (14/2/2024).

Scrunchies berukuran kecil dijual Rp 2.500, ukuran sedang Rp 6 ribu, dan bando Rp 15 ribu. Dengan harga tersebut, setiap konsumen mampu memesan kain perca 20 pcs.

Dia kerap menerima order scrunchies untuk dijadikan souvernir hingga 300 pcs.
Meski banjir order, ia masih bisa memenuhi permintaan tersebut walaupun dikerjakan secara mandiri.

Marina sangat mementingkan kualitas atas hasil karyanya.

“Karena self manufactured. Jadi, semua ini asli hasil karya sendiri, bahkan sampai foto katalog juga dikelola secara pribadi,” ujarnya.

Dia berpesan kepada generasi muda yang ingin mendirikan usaha agar tak kehabisan ide.

Ia mencontohkan dirinya yang bisa memanfaatkan sisa kain yang sebagian orang menganggapnya sebagai sampah yang tak berguna.

Padahal, sampah yang tidak berguna itu bisa bernilai ekonomis apabila dikelola secara maksimal.

Marina juga berpesan kepada generasi muda Kabupaten Kutai Kartanegara agar tak malu untuk memulai usaha. “Buktikan kalau kita juga bisa menghasilkan brand sendiri,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)

Harapan Penyedia Jasa Sound System kepada Pemerintah Kukar

TENGGARONG – Pemilik jasa penyewaan sound system Bumi Sekar Audio Tengarong Kusnadi berharap pemerintah meningkatkan perhatian dan bantuan kepada para penyedia jasa sound system di Tenggarong.

Ia mencontohkan pemberdayaan penyedia jasa sound system dalam kegiatan-kegiatan di Tenggarong. Dia mendorong pemerintah menggunakan jasa pelaku usaha lokal.

“Tidak hanya mendatangkan sistem luar,” ucap dia sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar pada Rabu (29/11/2023).

Kusnadi juga menginginkan pemerintah memberdayakan penyedia jasa sound system di acara-acara besar dan kecil.

Ia mendorong pemerintah tak mendatangkan penyedia jasa sound system dari luar daerah.

“Di Tenggarong ini banyak sound system. Jadi, majukanlah semuanya demi rakyat Tenggarong,” sarannya.

Menurut Kusnadi, penyedia jasa sound system di Tenggarong juga sanggup mengisi kegiatan-kegiatan besar yang diselenggarakan pemerintah dan swasta.

Apalagi komunitas penyedia jasa sound system juga berada di Tenggarong, yang menggabungkan kelas atas hingga kelas bawah.

Dalam komunitas itu, sambung dia, mereka saling membantu satu sama lain saat mengisi acara-acara yang diadakan pemerintah dan swasta.

Misalnya, sebut dia, saat ada undangan untuk mengisi suatu acara, jika salah satu di antaranya tak menyanggupinya, mereka akan memberikannya kepada penyedia jasa sound system lain.

Kusnadi mengungkapkan, komunitas penyedia jasa sound system di Tenggarong memiliki cukup banyak anggota.

Saat salah satu anggota komunitas penyedia jasa kekurangan alat, pemilik sound system lain akan membantunya.

“Saling melengkapi kekurangan kami. Pas kita main, ada kekurangan, nanti teman itu untuk melengkapi,” terangnya.

Anggota komunitas tersebut, lanjut dia, hanya beranggotakan para penyedia jasa sound system di Tenggarong.

Anggota-anggota komunitas tersebut diharapkannya bisa merangkul penyedia-penyedia lain di pelosok Tenggarong.

“Kita bergabung jadi satu dan sama-sama memajukan dan memperbesar dunia sound system ini,” tutupnya. (adv/mt/fb)

Tantangan Jasa Penyewaan Sound System, Kusnadi: Cuaca dan Lokasi yang Sempit

TENGGARONG – Pemilik usaha jasa penyewaan sound system asal Kukar Kusnadi menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya, di antaranya akses terhadap lokasi dan cuaca.

Ia mencontohkan lokasi kegiatan penyewa jasa sound system yang bermukim di dalam gang sempit.

Hal itu terkadang membuat mereka kebingungan meletakkan sound system di lokasi yang dapat didengar oleh para tamu.

Selain itu, saat hujan mereka harus meletakkan sound system di tempat yang benar-benar aman.

Ketika hujan turun, mereka tak perlu memindahkan alat secara mendadak. Hal ini juga untuk menghindari potensi alat-alat elektronik mengalami kerusakan karena terkena hujan.

“Kendalanya yaitu tadi. Segala kita ada job di medan-medan sempit dan cuaca itu,” ucap Kusnadi sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar pada Rabu (29/11/2023).

Ia juga menghadapi tantangan saat memasang sound system dalam jumlah banyak serta berukuran besar.

Tak sedikit tetangga penyewa mengajukan komplain karena getaran suara sound system yang tinggi.

Saat acara diadakan di area yang sempit, warga sekitar merasa terganggu dengan suara sound system yang terlalu nyaring.

Namun di sisi lain, kata Kusnadi, penyewa menginginkan sound system dengan suara tinggi.

Anak Kusnadi, Khusnul Yadaini menyebut, hal ini semakin membuat mereka kebingungan saat di sekitar lokasi kegiatan terdapat tetangga penyewa yang memiliki anak kecil.

Meski menghadapi tantangan, ia termotivasi untuk terus menjalankan jasa penyewaan sound system karena dia ingin menyenangkan dan memuaskan klien.

Dengan begitu, Yadaini mengatakan, biaya yang dikeluarkan oleh penyewa untuk menggunakan jasa mereka sebanding dengan hasilnya. “Harapan ke depan….semakin banyak mengenal,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Jalankan Usaha Penyewaan Sound System, Kusnadi Layani berbagai Kegiatan Warga Kukar

TENGGARONG – Kusnadi membuka usaha jasa penyewaan sound system. Alat tersebut dapat disewa oleh berbagai kalangan untuk ragam acara.

Dalam menjalankan usaha tersebut, ia dibantu oleh anaknya. Semula, mereka hanya menyediakan satu boks sound system.

Awalnya, mereka hanya iseng menyediakan satu boks. Namun seiring waktu berjalan, keduanya menyewakan banyak boks sound system.

“Kami iseng-iseng aja sih bikin boks satu gitu kan. Lama-lama kan kayak nagih gitu kan. Jadi, bikin lagi, bikin lagi,” ucap Khusnul Yadaini, anak Kusnadi, sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar pada Rabu (29/11/2023).

Jasa penyewaan sound system mereka pun perlahan dilirik oleh tetangga yang menyewanya untuk kegiatannya.

“Dari tetangga ini kami mulai dikenal oleh masyarakat sekitar dan luar,” ujarnya.

Karena itu, jasa mereka tak hanya dimanfaatkan oleh warga Tenggarong, tetapi juga warga dari beberapa kecamatan lain di Kukar.

“Dari situ lama-lama kami itu dikenal,” sebutnya.

Usaha mereka pun mulai dikenal luas sehingga banyak orang memakai jasa penyewaan sound system yang mereka sediakan.

Keduanya menyediakan sound system untuk ulang tahun, electone, jaranan, campur sari, tasmiyah, pernikahan, dan berbagai kegiatan lainnya.

Usaha mereka yang diberi nama Sekar Bumi Audio melayani jasa penyewaan sound system untuk melengkapi kebutuhan di berbagai acara.

Bagi Anda yang ingin memakai jasa Kusnadi bisa mendatangi Sekar Bumi Audio di Jalan Maduningrat atau area Pasar Tangga Arung, Kelurahan Melayu, Tenggarong. Anda bisa juga menghubungi WhatsApp 081349227220/081254885112.

Selain menyediakan jasa penyewaan sound system, mereka juga membuka kios yang menjual berbagai jenis pisang. (adv/mt/fb)

Tantangan Usaha Pembuatan Jajak Kutai: Harga Bahan Baku Naik, Harga Kue Tak Berubah

TENGGARONG – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang menjalankan usaha Jajak Khas Kutai Nur Hasanah membeberkan tantangan yang dihadapinya dalam usaha tersebut.

Salah satunya, saat bahan baku untuk pembuatan kue naik, ia harus tetap mempertahankan harga jual kuenya.

Dia tidak ingin menaikkan harga jual kue karena tetap memikirkan pelanggannya.

Demi menjaga kualitas dan kenyamanan pelanggan, ia bahkan tidak mengurangi bahan baku dalam pembuatan kue tersebut.

“Karena kita menjaga kualitas tadi; kualitas rasa,” ucap dia sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar pada Rabu (27/11/2023).

Hasanah menerangkan, bahan baku yang digunakan untuk pembuatan kue khas Kutai meliputi tepung, tepung beras, dan gula.

“Dulu ngalak (Kutai: ambil) di Hulu gula. Kalau sekarang ndik (tidak), di daerah Tenggarong maha (saja),” ujarnya.

Pembuatan kue cincin dan elat sapi, sambung dia, menggunakan gula khusus. Apabila gulanya tak sesuai, maka rasanya pun tidak akan enak.

“Gulanya tuh kalau kayak tole-tole itu langsung patah. Lagi, rasa baunya harum; rasanya manis,” terangnya.

Kue khas Kutai yang dijualnya disukai oleh semua kalangan: anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua.

“Kalau dari cincin, dari segala kalangan. Kalau elat sapi itu dari yang menengah sampai yang tua,” sebutnya.

Dia berencana memajukan usaha yang telah lama ditekuninya. Ia juga akan melakukan kreasi-kreasi dalam pembuatan kue tersebut.

Saat ini, ia menjual 5 jenis kue khas Kutai, antara lain roti balok, jajak cincin, elat sapi, roti gembong, dan tole-tole.

“Sering juga kok bikin…jajak kering. Kalau bulan puasa kami bikin kue basah. Nah, kalau bulan puasa kurang jajak cincin, tapi kue basah,” pungkasnya. (adv/mt/fb)

Jajak Khas Kutai Jual Ragam Kue dan Roti, Layani Pemesan untuk Hajatan

TENGGARONG – Fatmah dan keluarganya merupakan pelaku usaha yang menjual kue khas Kutai di Tenggarong.

Anak perempuan Fatmah, Nur Hasanah menceritakan, kue khas Kutai yang mereka buat pertama kali adalah roti gembong.

Setelah usahanya berjalan dan berkembang, mereka membuat roti balok dan cincin. Saat itu, belum ada satu pun orang di Tenggarong yang menjual kue cincin selain Fatmah.

“Makanya itu coba-coba pertama bikin 2 kilo, habis itu 5 kilo, makin lama, makin banyak,” ucap dia sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar Rabu (29/11/2023).

Kata dia, kue cincin semula dijual Fatmah adalah titipan dari orang-orang dari wilayah Hulu Kukar.

Pengiriman dari Hulu ke Tenggarong, sambung Hasanah, memiliki kekurangan. Sesampai di Tenggarong, kue tersebut berminyak.

Karena itu, mereka berinisiatif membuat sendiri kue cincin. “Sampai sekarang alhamdulillah laku,” ujarnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba berbagai jenis kue khas Kutai buatan Fatmah bisa mendatangi tempat usahanya di Jalan Mangkurawang, RT 1, Nomor 3, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.

Usaha yang diberi nama Jajak Khas Kutai Hj. Fatmah ini menjual roti gembong, roti balok, tole-tole, elat sapi, jajak cincin dan lain-lain.

Mereka juga melayani pemesanan katering kue kering dan kue basah untuk acara perkawinan dan hajatan lainnya. Jika berminat memesannya, Anda bisa menghubungi melalui nomor telepon 081353378248 dan 081331785555. (adv/mt/fb)

Peluang Usaha Budi Daya Jamur Tiram di Kukar

TENGGARONG – Budi daya jamur tiram memiliki peluang pasar yang sangat besar di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Owner Pondok Hidayah Jamur Shobirin mengungkapkan bahwa permintaan konsumen di Kukar terhadap jamur tiram sangat tinggi.

“Apalagi kita mau penetrasi ke Samarinda dan daerah-daerah sekitarnya. Insyaallah itu masih tetap potensial,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari kanal Youtube Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kukar pada Selasa (21/11/2023).

Ia mencontohkan saat kemarau panjang yang melanda Kukar selama tiga bulan terakhir. Produktivitas budi daya jamur tiram yang rendah membuat permintaan pasar meningkatkan.

“Rata-rata kita kekurangan juga, apalagi kemarin yang cuaca ekstrem kemarin itu,” bebernya.

Pasar jamur tiram di Kukar, sambung Shobirin, terbuka lebar. Pasalnya, semua kalangan mengonsumsi jamur tersebut.

“Untuk kalangan atas memang di bagian…kaum vegetarian itu lebih suka dengan jamur tiram,” sebutnya.

Meski begitu, ia kerap menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha budi daya jamur tiram. Namun, tantangan tersebut tak mematahkan semangatnya dalam berusaha.

“Di situ kita harus…tetap usaha, tetap belajar, tetap tekun menekuni usaha yang kita jalani, dan terus belajar apa pun halangannya. Kita harus…bertahan dan terus maju,” imbuhnya.

Ia berpesan kepada wirausaha yang masih merintis usahanya agar tak berhenti menekuni usaha yang tengah dijalankannya. “Pahami alurnya dan nikmati prosesnya,” saran dia.

Shobirin mengaku tak memasang target muluk-muluk dalam berusaha. Usaha yang dapat menopang kebutuhannya sehari-hari saja dinilainya sudah sangat baik.

“Walaupun kita harapannya tentu punya target-target tertentu, tapi ya…cukup kita sendiri yang tahulah. Mungkin target kita apa, tapi intinya kita akan terus bertahan, belajar, dan terus berkembang,” tutupnya. (adv/mt/fb)