UMKM dan Pariwisata Jadi Sektor Unggulan Samboja Barat, Produk Lokal Tembus Rest Area IKN

Kukar, IMENews.id – Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus menggenjot sektor UMKM dan pariwisata sebagai unggulan daerah.

Pemerintah kecamatan menilai kedua sektor ini memiliki keterkaitan erat, di mana pertumbuhan pariwisata akan mendorong berkembangnya UMKM lokal.

Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengatakan pihaknya kini fokus pada pembinaan UMKM agar mampu bersaing di pasar modern.

Program pelatihan telah dijalankan, mulai dari penghalalan produk, pengemasan (packing), hingga strategi pemasaran digital.

“Pikiran saya bagaimana ada pariwisata berjalan, maka tentu UMKM akan ikut dengan sendirinya. Jadi yang kami galakkan sekarang adalah pelatihan pembinaan kepada UMKM di Samboja Barat. Termasuk kemarin ada pelatihan dari IKN tentang penjualan lewat Shopee,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Menurut Burhanuddin, saat ini Samboja Barat sudah memiliki 11 produk UMKM unggulan yang dipasarkan secara langsung di stand khusus Samboja Barat di rest area Ibu Kota Nusantara (IKN).

Keberadaan stand ini menjadi etalase strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pemasaran.

“Stand kami di rest area IKN, kami punya stand sendiri. Jadi produk UMKM ada 11 produk yang sudah dijual di sana,” jelasnya.

Selain dipasarkan di rest area IKN, produk UMKM Samboja Barat juga mulai dipasarkan secara online.

Berkat pelatihan dari Deputi Pemberdayaan Masyarakat IKN, para pelaku UMKM kini memanfaatkan platform digital seperti Shopee untuk menjual produknya ke pasar yang lebih luas.

“Teman-teman sekarang banyak menjual secara online produk-produk UMKM. Di sisi lain juga ada yang dititip di warung-warung dan sedang kami jajaki masuk ke Indomaret di Samboja Barat,” tambah Burhanuddin.

Ia menegaskan, strategi penguatan UMKM ini tidak hanya untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan dukungan sektor pariwisata, diharapkan UMKM Samboja Barat semakin dikenal, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Kalau pariwisata tumbuh, otomatis UMKM hidup. Jadi kami harus dorong keduanya sejalan,” pungkasnya. (ADV226/Red02)