SANGATTA, IMENEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial lewat Program Stiker Keluarga Miskin, yang telah dijalankan sejak 2023.
Program ini memungkinkan petugas memverifikasi kondisi ekonomi keluarga secara langsung, sekaligus mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito menjelaskan bahwa setiap keluarga yang memenuhi kriteria akan ditempeli stiker dan tercatat sebagai penerima bantuan.
“Kutai Timur sudah menerapkan stiker miskin sejak 2023. Kita verifikasi dan validasi setiap keluarga sesuai data DTKS. Tim kami mendatangi rumah per rumah dan mencatat per Kartu Keluarga,” kata Ernata. Rabu (12/11/2025).
Proses ini dilakukan secara berkala, sehingga data kesejahteraan masyarakat selalu terbarui.
Dengan sistem ini, Dinsos memastikan bantuan sosial sampai ke tangan keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Ernata juga menanggapi kemungkinan dampak psikologis bagi keluarga yang rumahnya ditempeli stiker.
Menurutnya, hal tersebut merupakan realitas yang harus diterima masyarakat. “Kalau memang masyarakat itu miskin, mereka mau ditempeli stiker. Tapi kalau sudah mampu, tentunya tidak ingin,” ujarnya.
Selain itu, program ini mendukung mekanisme graduasi kemiskinan, yakni penghapusan keluarga dari daftar penerima bantuan jika sudah tidak memenuhi syarat.
“Kalau kita datangi dan ternyata sudah mampu, itu kita keluarkan dari data kemiskinan. Tujuannya agar bantuan lebih tepat sasaran dan mendorong mereka mandiri,” jelas Ernata.
Hingga saat ini, Program Stiker Keluarga Miskin telah diterapkan di seluruh 18 kecamatan Kutai Timur.
Dengan langkah ini, Dinsos berharap penyaluran bantuan sosial semakin efektif dan kesejahteraan masyarakat meningkat secara nyata.
“Program ini bukan sekadar menempel stiker, tapi bagian dari upaya memastikan masyarakat yang membutuhkan benar-benar menerima bantuan,” pungkas Ernata. (Adv59)