Warga Masih Buang Sampah ke Sungai, Muara Ancalong Belum Miliki TPS/TPA yang Memadai

Muara Ancalong, IMENEWS.ID — Masalah sampah di Kecamatan Muara Ancalong, Kutai Timur, masih menjadi persoalan serius karena hingga kini wilayah tersebut belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pengolahan Akhir (TPA) yang layak.

Akibatnya, sebagian warga masih membuang sampah langsung ke sungai dan parit, terutama di desa-desa yang berada di sekitar kawasan Lahan Basah Mesangat–Suwi.

Camat Muara Ancalong, Al Rasyid mengakui bahwa perilaku membuang sampah ke sungai bukan semata-mata karena kurangnya kesadaran masyarakat, melainkan karena ketiadaan fasilitas pembuangan yang dapat menampung sampah rumah tangga. “Saya sering lihat sendiri masyarakat masih membuang sampah dari pinggir sungai atau jembatan. Mereka sebetulnya bukan tidak mau tertib, tapi memang belum ada tempat pembuangan yang bisa digunakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa wilayah seperti Kelinjau Ilir dan Kelinjau Ulu memiliki keterbatasan lahan karena merupakan kawasan basah dan habitat satwa dilindungi, sehingga tidak mungkin membangun TPS di area tersebut.

“Daerah kami ini bagian dari lahan basah Mesangat–Suwi. Di situ ada buaya badas, bekantan, dan ikan-ikan lokal. Kalau kita salah menempatkan TPS, itu bisa merusak habitat mereka,” tambahnya. Rabu (26/11/2025).

Meski begitu, kecamatan sebenarnya telah menyiapkan lahan seluas dua hingga empat hektare di Desa Long Na untuk diserahkan sebagai lokasi pembangunan TPS atau TPA terpadu.

Proposal telah diajukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, namun realisasi pembangunan masih tertunda.

Camat menegaskan bahwa pihaknya berharap DLH tidak hanya menyediakan lokasi pembuangan, tetapi juga fasilitas pengolahan agar sampah tidak sekadar ditimbun.

“Kami tidak mau tempat yang hanya jadi lubang sampah. Harus ada alat pencacah atau pengelolaannya, supaya tidak mencemari rawa dan sungai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa tanpa adanya fasilitas resmi, usaha memberikan imbauan kepada warga sering kali tidak berjalan maksimal.

“Setiap ada acara, saya sampaikan agar jangan buang sampah di sungai. Tapi kalau tempatnya tidak ada, masyarakat ini mau diarahkan ke mana? Solusi harus disiapkan dulu,” tegasnya.

Camat berharap pemerintah kabupaten dapat menindaklanjuti kebutuhan ini agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat ditekan dan ekosistem rawa tetap terjaga.

Menurutnya, masalah sampah di Muara Ancalong bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga kelestarian lingkungan yang menjadi rumah satwa dilindungi dan sumber kehidupan masyarakat sekitar. (Adv48)