“Zul dan Zul, Kedua Zul Memimpin Ormawa Kukar”

Nalar Politik dari IMENEWS.ID – Terpilihnya Zulkarnain atau disapa (Zul) sebagai Presiden Universitas Kutai Kartanegara (Presma Unikarta) periode 2025-2026 pada Musyawarah Besar (Mubes) Selasa (16/12/2025) memimpin Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Kutai Kartanegara (Kukar).

Zul yang lahir dari fakultas hukum berpasangan dengan Nunuk Purwanto dari fakultas fisipol mendapatkan perolehan delapan suara yang mewakili tujuh BEM fakultas di lingkungan Unikarta dalam pemilihan Mubes Presma, disusul rival politiknya Fery Ramadhan dan Risaldi mendapatkan satu suara serta Ibnu Sayyaf Sabillhaq dan Ibnu Huda nol suara, ditambah suara tidak sah lima total suara keseluruhan empat belas suara penuh dari masih-masih BEM fakultas.

Fenomena politik yang sangat langkah dalam sejarah di dunia Ormawa kampus Unikarta, Zul dan Zul, kedua Zul memmpin singgasana kampus. sebab rata-rata mulai dari Mubes, Konfercab, bahkan Kongres itu berlangsung mulus banyak aklamasi. cukup dengan misalnya, naiknya kedua Zul  ini berbeda setelah melewati berbagai dinamika forum.

Zulhansyah alias (Zul) memimpin ormawa ekternal kampus Unikarta yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) disusul Zulkarnain memimpin internal kampus Presma Unikarta. apakah ini sebuah skema politik yang sudah dibangun antara kedua Zul untuk membangun karir politiknya di kampus Unikarta?.

Politik Kedua Zul untuk Unikarta

Politik kampus sudah ada sejak lama dan punya sejarah yang erat kaitannya dengan pergerakan mahasiswa di Indonesia. Dari zaman perjuangan kemerdekaan hingga era reformasi, mahasiswa selalu jadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat. Dulu, organisasi mahasiswa seperti HMI, GMNI, dan PMII bukan hanya aktif di kampus, tapi juga di panggung nasional. Kini, politik kampus lebih fokus pada pengelolaan isu-isu internal kampus, seperti kesejahteraan mahasiswa, transparansi anggaran, dan kegiatan akademik.

hal ini mungkin yang mendasari politik kedua Zul untuk Unikarta akan menjadi cerminan kedepan untuk generasi Gen-Z  pentingnya perubahan paradigma dalam politik daerah maupun Indonesia, kedua Zul gelisa mempotret era baru yang serba anak muda maupun Mahasiswa melakukan hal-hal yang praktis dan praktik politik transaksional yang masih dominan harus digeser menuju politik berbasis isu, ide, dan narasi kebangsaan.

semoga kedua Zul bisa mengubah tradisi mahasiswa maupun masyarakat, mengubah politik transaksi menjadi politik isu, atau politik narasi. (*)

*Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat, Hidup Buruh, Hidup Petani. MERDEKA !!!

Penulis: (Jo)