Kukar, IMENews.id — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) memperkuat promosi Festival Erau 2025 yang dijadwalkan berlangsung 21–28 September mendatang dengan serangkaian strategi komunikasi, dokumentasi profesional, serta upaya menjaring dukungan di tingkat nasional.
Dispar Kukar juga turut mengundang langsung Menteri Pariwisata Republik Indonesia untuk hadir dalam pembukaan.
Plt. Kepala Bidang Pemasaran, Awang Ivan Ahmad, mengatakan upaya promosi dilakukan secara terpadu, mulai pemasangan baliho di titik strategis, produksi video teaser dan film dokumenter profesional, hingga pembawaan paket wisata Erau ke pameran dan expo di luar daerah.
“Kami memerlukan dokumentasi yang komprehensif video profesional yang merekam mulai pra-kegiatan, rangkaian acara, hingga evaluasi agar promosi tidak sekadar sesaat, tetapi menjadi arsip dan materi promosi jangka panjang,” ujar Awang Ivan, Kamis (4/9/2025).
Menurut Awang, materi visual tersebut akan disebarkan ke berbagai kanal, termasuk media nasional dan platform digital, untuk menarik perhatian wisatawan domestik sekaligus memperkuat citra Erau sebagai festival budaya berskala nasional.
Selain promosi visual, Dispar Kukar aktif mengemas paket kunjungan yang mengintegrasikan pertunjukan seni, wisata heritage, kuliner, serta produk usaha mikro dan ekonomi kreatif setempat.
Upaya ini bertujuan meningkatkan dampak ekonomi langsung bagi pelaku pariwisata dan UMKM lokal selama penyelenggaraan Erau.
Dispar juga menjalankan pendekatan koordinatif dengan Kesultanan Kutai Kartanegara, organisasi budaya, pelaku pariwisata, perhotelan, dan sektor transportasi untuk menjamin kesiapan logistik, akomodasi, serta rangkaian acara yang otentik dan tertata.
Sebagai bagian dari prosedur protokoler, pemerintah daerah telah mengirim surat resmi kepada Kementerian Pariwisata untuk mengundang Menteri hadir pada pembukaan.
Meski Kesultanan sebelumnya sudah menyampaikan undangan, surat pemerintah daerah tetap diperlukan untuk memastikan agenda formal kementerian.
“Hingga saat ini kementerian menyatakan kesediaannya. Insya Allah, kehadiran beliau ada dalam agenda,” kata Awang Ivan.
Dispar Kukar menilai Erau bukan hanya pertunjukan budaya, melainkan instrumen promosi destinasi yang mampu mengangkat ekonomi lokal, menjaga kelestarian tradisi, dan meneguhkan identitas daerah.
Oleh karena itu, setiap rangkaian acara didesain untuk menonjolkan unsur seni tradisi, adat istiadat kesultanan, serta keterlibatan aktif komunitas lokal.
Awang Ivan juga menekankan bahwa dokumentasi profesional akan dipakai tidak hanya untuk kebutuhan promosi tahunan, tetapi juga sebagai bahan pendidikan dan arsip budaya yang dapat diakses generasi mendatang.
Pemerintah daerah menargetkan penyelenggaraan Erau 2025 turut meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat pemasaran produk kreatif lokal, serta membuka peluang kerjasama lintas daerah dan instansi pusat.
Dispar terus melakukan uji kesiapan teknis dan mengintensifkan koordinasi menjelang pelaksanaan.
“Misi kita jelas: memastikan Erau 2025 terselenggara dengan protokol yang baik, terpublikasi secara luas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kukar,” tutup Awang Ivan. (ADV230/Red02)