Kukar, IMENEWS.ID – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan pentingnya akurasi data pertanian Kukar demi menopang ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara dan mewujudkan pertanian berkelanjutan.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri baru-baru ini menekankan urgensi akurasi data dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di wilayahnya. Penekanan ini disampaikan di Tenggarong, Kalimantan Timur, dalam upaya memastikan keberlanjutan pembangunan pertanian. Akurasi data ini mencakup luas lahan, produksi, jumlah pelaku, serta kebutuhan pasar.
Pernyataan Bupati Aulia Rahman tersebut bertujuan untuk memperkuat posisi Kukar sebagai lumbung pangan utama di Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini sejalan dengan target peningkatan produktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan pasokan Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang. Data yang valid dan terkini menjadi fondasi mutlak bagi setiap kebijakan.
Dalam rapat koordinasi dengan pejabat struktural, Bupati Aulia Rahman juga menegaskan bahwa akurasi data merupakan kunci utama dalam penyusunan program dan kebijakan. Kebijakan yang didasarkan pada data akurat akan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat petani dan peternak di Kukar.
Peran Strategis Kukar sebagai Lumbung Pangan Regional
Kukar telah lama dikenal sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi pangan nabati dan hewani. Pada tahun 2025, dari total produksi padi Kaltim sebesar 270,87 ribu ton gabah kering giling (GKG), Kukar menyumbang 110.870 ton GKG. Angka ini menunjukkan dominasi Kukar dibandingkan sembilan kabupaten/kota lainnya di provinsi tersebut.
Selain padi, sektor peternakan di Kukar juga menunjukkan performa yang kuat. Produksi daging sapi lokal mencapai 900 ton per tahun dan daging ayam sekitar 23 ribu ton per tahun pada periode yang sama. Data ini mengukuhkan peran vital Kukar dalam menjaga ketersediaan pangan di Kaltim.
Meskipun demikian, terdapat tantangan dalam memenuhi kebutuhan daging sapi lokal Kaltim. Dari total 17.095 ton per tahun yang setara dengan 136.763 ekor sapi, hanya sekitar 30 persen yang dapat dipenuhi oleh peternak lokal, termasuk dari Kukar. Sisanya, sekitar 70 persen, masih harus didatangkan dari luar daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.
Optimalisasi Data untuk Peningkatan Produktivitas dan Kemandirian Pangan
Melihat potensi dan tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kukar berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor peternakan. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) diminta untuk secara cermat memetakan kebutuhan dan kendala yang dihadapi para peternak. Pemetaan ini krusial untuk merumuskan strategi pengembangan yang efektif dan berkelanjutan.
Dukungan konkret dari Pemkab Kukar diwujudkan melalui pembinaan intensif kepada kelompok ternak serta program Kredit Kukar Idaman. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kemandirian pangan lokal dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Akurasi data menjadi acuan utama dalam alokasi dan evaluasi program-program tersebut.
Bupati Aulia Rahman juga menekankan peran strategis Distanak dalam mendukung visi misi pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik. Dengan potensi lahan pertanian dan peternakan yang luas, Kukar memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi lumbung pangan Kaltim, tetapi juga penopang utama Ibu Kota Nusantara.
Sinergi dan Digitalisasi Data Pertanian
Untuk mencapai tujuan tersebut, jajaran Distanak Kukar diinstruksikan untuk memperkuat sinergi dengan berbagai pihak terkait. Kolaborasi erat dengan penyuluh pertanian, kelompok tani, peternak, serta pemerintah desa dan kecamatan sangat diperlukan. Sinergi ini akan memastikan bahwa informasi dan dukungan sampai ke tingkat akar rumput.
Pendataan yang akurat adalah fondasi dari sinergi ini. Bupati menegaskan bahwa data mulai dari luas tanam, hasil produksi, populasi ternak, hingga kebutuhan sarana dan prasarana harus diperbarui secara berkala. Proses pembaruan data ini harus dilakukan melalui sistem digital yang terintegrasi, memastikan data selalu relevan dan mudah diakses.
Implementasi sistem digital terintegrasi akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Ini juga akan meminimalkan potensi kesalahan data yang dapat menghambat efektivitas program pertanian dan peternakan di Kukar, sekaligus mendukung visi ketahanan pangan daerah secara menyeluruh. (*)