Pempek Urang Hulu Suguhkan Cita Rasa yang Khas

TENGGARONG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara Nur Apni terus menciptakan inovasi rasa serta berkomitmen meningkatkan kualitas produknya.

Usaha yang diberinya nama Pempek Urang Hulu tersebut telah menyuguhkan produk makanan yang menjadi favorit warga Provinsi Kalimantan Timur.

Dia membangun usaha tersebut karena terinspirasi dari kebiasaan anaknya yang menyukai pempek.

“Daripada beli, mending bikin sendiri,” jelasnya kepada media ini pada Rabu (21/2/24).

Ia membuka usaha itu setelah mengikuti pelatihan dan kursus pembuatan pempek.

“Saya mengikuti pelatihan dan kursus dengan Bunda Linda di Tenggarong,” ungkapnya.

Apni mendapatkan dukungan dari keluarga dan tetangganya dalam menjalankan usaha tersebut setelah mereka mencoba pempek yang diproduksi Pempek Urang Hulu.

“Saya memberikan pempek yang saya buat. Keluarga dan tetangga suka dan cocok. Maka dari itu, saya jual,” katanya.

Dia telah memasarkan produknya ke Kota Samarinda, Balikpapan, hingga kecamatan-kecamatan lain selain Tenggarong, salah satunya Kecamatan Muara Badak.

Pempek yang dibuatnya digemari oleh masyarakat karena rasa khas ikan belida yang digunakannya sebagai bahan dasar pembuatan pempek.

Usahanya pun terus berkembang. Sejalan dengan itu, dia mendapatkan sertifikat halal.

Ia juga telah mengajukan label kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Pada tahun 2022 juga saya mengajukan proses labeling ke BPOM,” ungkapnya.

Walaupun usahanya terus berkembang, Apni menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan usaha tersebut.

Dia kerap kesulitan mendapatkan ikan dan tepung, yang harganya acap meningkat dari waktu ke waktu.

Meski begitu, ia berharap usaha Pempek Urang Hulu terus berkembang serta dapat bersaing dengan produk-produk lain.

“Harapan saya ke depannya usaha pempek saya dapat berkembang lebih baik lagi dan dapat dikenal dan bersaing dengan yang lain,” pungkasnya.

Bila ingin merasakan pempek dengan cita rasa yang lezat dan berkualitas, Anda bisa memesannya di Pempek Urang Hulu lewat akun Instagram @pempek_urang hulu(adv/ha/fb)

Naficture Gunakan Konsep All Things You Need

TENGGARONG – Pemilik Naficture Anis Zahrotun Nafisah menggunakan konsep all things you need pada usaha yang dijalankannya.

Dia menyebut konsep itu diartikan bisa menyediakan segala kebutuhan pelanggan yang berkaitan dengan suvenir.

Namun, karena menjalankan bisnis sembari mengerjakan tugas akhir sebagai mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unikarta, ia mengalami kendala dalam membagi waktu.

Oleh karena itu, perempuan yang akrab disapa Nafis itu tak bisa menerima semua permintaan pelanggan.

Berkat promosi yang dilakukannya secara masif di akun Instagram usahanya, dia kerap mendapatkan pesanan dari luar Kaltim.

“Belum bisa stok buket banyak karena keterbatasan waktu karena sambil mengerjakan skripsi. Insyaallah setelah selesai (kuliah) bisa fokus ke usaha ini,” ucapnya kepada awak media beritaalternatif.com, Selasa (20/2/2024).

Ia mengaku ingin fokus mengembangkan usahanya serta bisa memiliki toko yang memiliki ciri khas tersendiri.

Lalu, di dalamnya akan diisi produk-produk karya buah tangannya dan juga stok bunga-bunga asli.

Dia mengaku belum pernah mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah walaupun telah menjalankan usaha sejak masih duduk di bangku SMK.

Program-program bantuan yang dibuat oleh Pemkab Kukar, kata Nafis, juga masih kurang gencar disosialisasikan sehingga tidak banyak diketahuinya.

Ia mencontohkan program pendampingan untuk pembuatan nomor induk berusaha.

“Saya rasa masih kurang banyak tahu info tersebut dan kalaupun ada tolong persyaratannya itu dipermudah untuk UMKM,” pungkasnya. (adv/nf/mt)

Anis Zahrotun Nafisah Bangun Usaha Suvenir

TENGGARONG – Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Anis Zahrotun Nafisah membangun bisnis yang menyediakan berbagai macam suvenir seperti foto polaroid, stiker, hampers, dan buket.

Ia mengaku telah mulai berwirausaha sejak masih duduk di bangku kelas satu SMK tahun 2017. Kala itu, dia membuka jasa cetak foto polaroid yang tengah viral di kalangan anak muda.

Dia mengaku, modal awal yang digunakan untuk menjalankan bisnisnya tersebut adalah dari uang beasiswa.

Perempuan yang karib disapa Nafis itu memberi nama Nfsapolaroid sebagai nama brand-nya. Ia melakukan promosi melalui aplikasi WhatsApp, serta bersambung lidah dari teman ke teman lainnya.

Setelah menjalankan bisnis itu cukup lama, dia pun mengembangkan usahanya.

Ia tidak hanya menyediakan jasa cetak foto polaroid saja. Nafis juga mengganti nama brand-nya itu menjadi Naficture atau gabungan dari Nafisah dan Picture pada tahun 2019.

“Banyak Olshop (Online Shop) bermunculan. Jadi, akhirnya buka jasa cetak stiker. Berkembang lagi cetak foto bisa ditambah pakai bingkai. Terus juga ada hampers,” terangnya kepada awak media beritaalternatif.com, Selasa (20/2/2024).

Pada pertengahan tahun 2021, ada seorang teman yang memintanya untuk membuatkan buket bunga sebagai hadiah.

Padahal, ia tidak memiliki kemampuan dasar untuk membuat buket.

Karena temannya merupakan pelanggan setianya, dia pun mencoba untuk memenuhi permintaan temannya.

Setelah berhasil, Nafis pun mulai menekuni usaha itu. Dengan menjual mulai dari harga Rp 20 ribu, dia bisa memperoleh omset sebesar Rp 17 juta per bulan.

“Kalau foto polaroid mulai dari harga Rp 700 rupiah; stiker dari 500 rupiah. Sementara buket itu dari Rp 20 ribu sampai harga yang tidak bisa ditentukan. Karena kadang isinya ada money buket atau barang-barang yang harganya lumayan mahal, misalnya rokok,” jelasnya.

Perempuan yang juga merupakan mahasiswi semester akhir di Unikarta ini mengatakan, perbedaan buket Naficture dengan buket dari brand lain terletak pada perpaduan warna kertas dan isi buket.

“Dari kata customer itu lebih cocok dan sinkron antara isi buketnya sama warna kertasnya. Kalau kata anak-anak sekarang tuh lebih estetik,” pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan untuk masyarakat yang sedang mencari hadiah berupa foto, stiker, hampers, maupun buket, bisa mengunjungi Instagram Naficture atau mengunjungi tokonya di Jalan Gunung Pegat, Beringin 5, Gang Karya, RT 40, Kelurahan Melayu, Tenggarong. (adv/nf/mt)

Nining Midi Kembangkan Usaha Secar Bertahap

TENGGARONG – Pemilik Adibastore Nining Midi mengatakan bahwa usahanya akan dikembangkan secara bertahap.

Dia menyebut, produk-produk yang dijualnya akan selalu menyesuaikan kebutuhan fashion kekinian yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Ia mengaku, selalu mencari barang 90 persen sesuai gambar agar tidak mengecewakan pelanggannya.

Menurut Nining, hal utama dalam berjualan adalah kejujuran dalam memberikan keterangan produk kepada pembeli.

Walaupun selama ini masih memiliki keterbatasan dalam menyediakan stok barang, dia mengungkapkan akan terus berupaya untuk menghadirkan produk-produk terbaru.

“Kedepannya akan menampilkan barang-barang baru. Tetap dengan sistem PO (Pre Order),” ucapnya kepada beritaalternatif.com, Rabu (21/2/2024).

Selain produk fashion, ia juga menjual minuman colagen herminone yang bermanfaat untuk menjaga imunitas serta memberikan perawatan kesehatan dari luar dan dalam bagi kaum hawa.

“Saya jual minumam colagen juga yang sudah halal MUI. Di sini peran saya sebagai reseller,” ujar dia.

Nining berharap, pihak terkait bisa memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha seperti dia.

Ia menyebut, terutama bagi pelaku usaha yang berada jauh dari daerah perkotaan agar bisnisnya bisa berjalan terus-menerus. “Tetap bisa mempertahankan perekonomian juga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bagi masyarakat Muara Kaman dan sekitarnya yang ingin belanja fashion dengan harga yang terjangkau, bisa melalui Adibastore dengan menghubungi kontak 085280008283 dan sosial media Facebook @Niningmidi. (adv/lt/mt)

Nining Midi Bangun Online Shop di Desa

TENGGARONG – Seorang pelaku usaha asal Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kukar Nining Midi membangun bisnis online shop yang menjual berbagai kebutuhan fashion perempuan.

Ia menjual berbagai macam kebutuhan fashion perempuan seperti tas, dompet, dan produk kecantikan.

Perlengkapan fashion yang dijualnya itu harganya cukup terjangkau. Harganya mulai dari Rp 100 ribu.

Dalam sebulan, dia bisa menyuplai 10 produk tas perempuan.

Walaupun hanya dalam skala kecil, Nining sangat senang menekuni bisnis tersebut.

Dia menjual produknya melalui grup-grup jual beli di sosial media Facebook.

Usaha yang dibangunnya sejak tahun 2022 tersebut diberi nama Adibastore.

Dalam kurun waktu 2 tahun menjalankan usaha online shop tersebut, ia tidak pernah merasa kekurangan pelanggan setiap bulan.

“Pertama iseng-iseng aja buat jualan. Ternyata lumayan peminatnya,” jelas dia kepada media ini, Rabu (21/2/2024).

Nining membangun bisnis online shop lantaran ingin memudahkan warga di desanya yang mau membeli kebutuhan fashion agar tak perlu jauh-jauh pergi ke kota.

Pasalnya, jarak menuju ke kota seperti Tenggarong atau Samarinda cukup jauh, serta biaya yang dikeluarkan cukup besar jika hanya untuk memenuhi kebutuhan sekunder.

Walaupun berada di wilayah pedesaan, ia tetap optimis untuk terus membangun usahanya meskipun sering mengalami pasang surut.

“Semoga tetap konsisten ke depannya walaupun berjualan di daerah jauh dari kota. Kita tetap bantu kawan-kawan yang ingin fashion dengan harga terjangkau,” tutupnya. (adv/lt/mt)

Jurai Menyukai Tantangan Desain Busana yang Unik

TENGGARONG – Pemilik Mizura Boutique Jurai mengaku sangat senang jika mendapatkan pesanan jahitan dengan desain yang unik.

Dia merasa akan semakin tertantang membuat pakaian lebih sempurna apabila mendapatkan permintaan model busana yang unik dan rumit.

Menurutnya, hal tersebut dapat mempertajam kemampuannya dalam berkreativitas, serta menghasilkan produk yang berkualitas.

Jurai menyebut, banyaknya pelaku usaha menjahit itu tidak begitu mempengaruhinya dalam persaingan bisnis.

Pasalnya, yang ia jual bukan hanya jasa membuat pakaian, tetapi sebuah karya yang terbaik untuk pelanggannya.

Dia mengatakan, walaupun pada umumnya pola dasar menjahit itu sama, belum tentu hasil jahitannya juga sama.

Sebab, masing-masing penjahit pasti memiliki ciri khasnya tersendiri dalam menghasilkan jahitan yang dapat memuaskan pelanggan.

“Penerimaan dari pelanggan utamanya, istilahnya kita sudah bikinkan sebaik mungkin, tetapi konsumen merasa tidak cocok. Tetap tidak akan puas juga kitanya,” ucapnya kepada media ini, Senin (19/2/2024).

Jurai mengungkapkan, pernah sering mendapatkan pesanan jahitan dari istri Bupati Kukar Edi Damansyah, Maslianawati Damansyah beserta saudara-saudaranya.

Bahkan, baju yang dikenakan oleh istri beserta anak Edi Damansyah saat dilantik menjadi Wakil Bupati Kukar saat itu adalah hasil karya Mizura Boutique.

“Dari pelantikan itu mulai orang-orang tahu saya juga menjahit baju. Mulai dari orang perpustakaan yang selalu minta jahit miskat dengan model yang berbeda. Hingga istri kepala Desa Bendang Raya (menjahit baju di Mizura Boutique),” kata dia.

Ia mengaku, belum pernah mendapatkan perhatian seperti pembinaan dari pemerintah daerah, walaupun sudah puluhan tahun menjalankan usaha dari konveksi hingga menjahit.

“Surat izin usaha kita punya, tetapi belum dapat sosialisasi atau informasi mengenai pembinaan atau wadah sebagai pelaku usaha untuk menyalurkan bakatnya. Sementara bakat kita terpendam untuk pribadi aja, karena kita menunggu ada pelanggan yang pesan dulu,” pungkas Jurai. (adv/nf/mt)

Jurai Dirikan Usaha Menjahit

TENGGARONG – Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Jurai mendirikan bisnis menjahit pakaian.

Usaha itu telah dilakoninya sejak tahun 2012 dengan nama Mizura Boutique yang melayani berbagai jenis permintaan menjahit pakaian.

Ia mengaku, membuka usaha menjahit ini lantaran kerap menerima keluhan dari pelanggan yang membeli pakaian tidak sesuai ukuran badannya, saat dia menjalankan usaha konveksi dengan ukuran baju standar.

Bahkan, kata Jurai, tidak sedikit costumer yang membatalkan pembelian sebab ukuran bajunya tidak cocok di tubuh.

“Banyak pembeli yang mengeluh mengenai ukuran, kepanjangan, kebesaran. Nah, jadi untuk memudahkan pelanggan, akhirnya saya belajar menjahit. Supaya konsumen ini tidak terbebani lagi dengan harus pergi ke tukang jahit, bisa langsung kita rombak,” ungkapnya kepada awak media ini, Senin (19/2/2024).

Dia mengatakan, kursus menjahit pada umumnya dilakukan sebanyak 16 kali pertemuan.

Akan tetapi, ia mempersingkatnya menjadi 14 kali pertemuan karena harus tetap berjualan di Pasar Tangga Arung secara maksimal.

Dalam membuat pakaian, Jurai bisa menyelesaikannya dalam waktu 2 jam hingga 2 hari, tergantung tingkat kesulitan dan banyaknya pesanan.

Ia juga dibantu oleh suaminya untuk proses perancangan desain, mencari bahan, hingga menjahit pakaian.

“Untuk bahan bisa dari pelanggan atau dari kita 100 persen. Kadang kita juga tetap tambahin bahan untuk pelanggan yang membawa bahan sendiri. Kembali lagi sesuai desain yang diinginkan pelanggan,” tutur dia.

Jurai mengungkapkan, mereka saat ini menjalankan usaha menjahit itu di rumah sendiri.

Pasalnya, dampak dari pandemi Covid-19 membuat mereka tidak mendapat banyak pelanggan yang mengakibatkan berkurangnya pendapatan.

Kata dia, apalagi mereka juga saat itu tidak melakukan pengiklanan melalui sosial media, hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut antar pelanggan ke koleganya.

“Sekarang kita enggak di pasar lagi. Kita di rumah pengerjaannya berdua suami istri. Dari pola, kita jahit sendiri, dan kita bordir sendiri,” pungkasnya.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang memerlukan jasa menjahit untuk membuat gaun pesta, wisuda, atau acara lainnya, bisa langsung menghubungi kontak 085249364704 atau ke alamatnya di Jalan Gunung Pegat, Beringin 5, Gang Karya, Nomor 18, RT 40, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong. (adv/nf/mt)

Syahrul Ramadhan Buat Usaha Jasa Desain Konstruksi Bangunan

TENGGARONG – Pelaku usaha asal Tenggarong, Syahrul Ramadhan membuat usaha di bidang jasa desain konstruksi bangunan.

Dia melibatkan beberapa orang sebagai tim untuk menjalankan usahanya.
Usaha jasa desain konstruksi bangunan itu mereka beri nama Benua Tuah Himba (Betuah) Project.

“Betuah Project ini adalah kesatuan dari Benua Tuah Himba. Jadi, saya dengan tim sepakat menjadikan nama kami Betuah Project,” jelasnya kepada media ini, Sabtu (17/2/2024).

Sebagai Direktur Utama Betuah Project, Syahrul menjelaskan beberapa pelayanan jasa desain konstruksi yang mereka sediakan, di antaranya desain kafe, rumah tunggal, kantor, landscape, masjid/musala, dan interior.

Khusus desain masjid, mereka memiliki program Betuah Indahkan Masjid.

Kata dia, program ini bertujuan untuk memberikan pelayanan gratis jasa desain untuk pembangunan masjid. “Gratis 100 persen,” ucapnya.

Bersama timnya, ia mengaku akan terus mengembangkan bisnis tersebut hingga menjadi enterprise atau perusahaan yang menjanjikan di masa depan.

Syahrul menyebut perusahaan arsitektur yang dibangunnya tak hanya sekedar wadah bertumbuhnya para arsitek muda, tetapi juga tempat berkembangnya usaha-usaha di bidang arsitektur dan interior.

Dalam menjalankan promosi dan transaksi, mereka memanfaatkan media sosial Instagram, agar bisa menjangkau konsumen yang lebih luas dan tanpa batas.

Dia berharap bisnis yang dilakoninya bisa berkembang pesat serta bersaing dengan para pengusaha di bidang konstruksi.

“Semoga ke depannya Betuah Project dapat berkembang pesat hingga dapat bersaing di industri konstruksi,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, bagi masyarakat yang membutuhkan jasa desain konstruksi bangunan ataupun yang berminat melakukan kerja sama, bisa langsung menghubungi kontak 082211774929 atau melalui Instagram @betuah_project. (adv/ha/mt/fb)

Bisnis Nail Art di Tenggarong Minim, Rahmadiani Novita: Peluang Usaha yang Menjanjikan

TENGGARONG – Pemilik Flyhigh.nailart, Rahmadiani Novita mengatakan, usaha di bidang perawatan dan kecantikan kuku tergolong sedikit di Tenggarong.

Hal itu dinilainya sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Terlebih, dia memang hobi menghias kuku.

Peluang usaha itu dimanfaatkannya dengan baik. Ia mengikuti kelas nail art yang digelar oleh salah satu salon kuku. Setelah itu, Novita membuka usaha secara mandiri.

Dia mengungkapkan, nama usaha Flyhigh.nailart memiliki arti tersendiri baginya.

Nama tersebut diambil dari bahasa Inggris, yang berarti terbang tinggi. Nama ini memiliki filosofi harapan yang tinggi dalam usaha membantu para calon pengantin maupun muda-mudi yang ingin memperindah kuku dengan harga terjangkau.

Selama terjun di bisnis nail art ini, ia mengaku kebanjiran pelanggan di hari-hari besar keagamaan. “Mendekati hari raya Idulfitri, Natal atau baru-baru Imlek,” ucapnya kepada awak media beritaalternatif.com, Jumat (16/2/2024).

Banyak tantangan yang dihadapinya selama melakoni bisnis nail art. Novita mencontohkan pelanggan yang meminta dibuatkan gambar sulit. Hal itu membutuhkan ketelitian tinggi serta memakan waktu yang lama.

Dia bisa menghabiskan waktu 2-3 jam untuk membuat gambar yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Tantangan lain adalah bahan baku pernak-pernik yang dibutuhkannya tak tersedia di Kaltim.

Ia harus memesan secara online di luar Kaltim dengan waktu pengiriman yang cukup lama dan ongkos kirim yang lebih mahal.

Bahkan, Novita kerap mencari online shop yang menjual bahan impor untuk memenuhi pernak-pernik yang dibutuhkannya.
Dia pun berharap pemerintah daerah bisa merangkul para pelaku UMKM di Kukar, khususnya wirausaha pemula.

“Kita berharap Pemkab Kukar bisa merangkul kami yang masih pemula ini. Setidaknya buatkan kelas, khususnya untuk skill baru seperti nail art,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)

Rahmadiani Novita Jalankan Usaha Jasa Perawatan dan Percantik Kuku

TENGGARONG – Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Rahmadiani Novita menjalankan usaha jasa perawatan kuku.

Dia memulai usaha ini sejak tahun 2023. Ia memberinya nama Flyhigh.nailart.

Walaupun termasuk kemampuan baru baginya, bisnis di bidang ini sangat menjanjikan secara finansial.

Novita mengikuti kelas khusus nail art untuk mendapatkan sertifikat keahlian sebelum terjun ke bisnis tersebut.

Nail art adalah aktivitas untuk mempercantik kuku dengan memberi gambar, lukisan, dan hiasan.

Selama mengikuti kursus tersebut, dia diajarkan berbagai macam teknik untuk melakukan pembersihan kuku dengan penuh ketelitian.

Ia menyebut, jika salah dalam menerapkan teknik pembersihan kuku maka hal itu bisa melukai jari pelanggan.

“Teknik awal itu namanya manicure. Jadi kan enggak semua kuku customer itu normal. Ada yang sensitif; mudah luka. Nah, itu kita butuh teknik khusus,” jelas dia kepada media ini, Jumat (16/2/2024).

Selama melakoni usaha tersebut, ia banyak mendapat penilaian positif dari para konsumen yang menggunakan jasa Flyhigh.nailart.

Kata Novita, kepuasan para pelanggannya tersebut membuatnya semakin menyukai bisnis jasa perawatan dan percantik kuku.

Perawatan kuku dalam satu tangan, jelas dia, bisa menghabiskan waktu 1-2 jam. Hal ini bergantung tingkat kesulitannya.

Ia menjelaskan, setiap kali menggunakan jasa Flyhigh.nailart, konsumen dapat membayar Rp 65 ribu hingga Rp 150 ribu.

Dalam sehari, Novita bisa mendapat penghasilan bersih sebesar Rp 150 ribu.

Meskipun tergolong baru, dia telah memiliki banyak pelanggan.

Hal itu membuatnya semakin bersemangat menekuni bisnis yang banyak diminati kawula muda tersebut.

“Kebanyakan customer kita itu suka ganti-ganti. Mungkin sebagai terapi juga ya. Senang aja ngelihat kuku kalau cantik dan terawat,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)