Warga Sumber Sari Buka Usaha Budi Daya Jamur Tiram

TENGGARONG – Seorang warga Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu bernama Heri membuka usaha budi daya jamur tiram di rumahnya.

Dia membuka usaha budi daya jamur tiram untuk menambah penghasilannya selain dari bertani sayur-sayuran.

Ia mengatakan bahwa bisnis budi daya jamur tiram tersebut telah dilakoninya sejak tahun 2022. “Terus mulai menjalankan sampai saat ini, ” ucapnya kepada media ini, Jumat (16/2/2024).

Untuk membuka jaringan lebih luas, Heri membentuk kelompok budi daya jamur tiram.

Selain itu, kata dia, pembentukan kelompok ini bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi para pemuda di desanya.

“Untuk saat ini, ada 4 anggota (kelompok budi daya jamur tiram), termasuk saya ikut andil dalam usaha budi daya jamur ini, ” ucapnya.

Ia berharap usaha budi daya jamur tiram ini bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga di desanya.

“Juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat lainnya,” pungkas Heri. (adv/ha/mt/fb)

Bengkel Doa Ibu Bisa Perbaiki Sagala Jenis Kerusakan Motor

TENGGARONG – Salah satu bengkel yang ada di Tenggarong Doa Ibu Project (DIP) bisa melakukan perbaikan segala jenis sepeda motor.

Pemilik Bengkel DIP, Indra Agustian Saputra mengatakan, semua permasalahan sepeda motor dari persoalan mesin, kelistrikan, injeksi dan lain-lain, itu bisa diperbaikinya.

“Tergantung pemilik motornya (mau memperbaiki apa). Baik dari segi kelistrikan, injeksi-nya, mesin, dan lainnya kami bisa,” jelasnya kepada media ini, Sabtu (17/2/2024).

Dia menjelaskan, untuk memperbaiki permasalah pada injeksi motor memerlukan penangan secara khusus.

Ia mengungkapkan, di bengkelnya menggunakan teknologi komputer jika ada motor yang memiliki permasalahan injeksi.

“Untuk perbaikan injeksi motor, semuanya perlu menggunakan komputer dan kami memiliki teknologi tersebut,” kata Indra.

Ia menyebut, berbekal pengalaman belajar ilmu komputer membuatnya mengetahui semua jaringan yang ada pada sistem motor injeksi.

“Karena basic saya di komputer. Jadi saya paham dengan jaringan-jaringan yang ada di motor (injeksi) saya paham,” jelas dia.

Indra mengatakan, demi memudahkan mereka memperbaiki permasalah segala jenis sepeda motor, bengkelnya menyediakan berbagai jenis spare part motor secara lengkap.

Ia mengaku, memiliki langganan toko spare part motor yang lengkap untuk kebutuhan bengkelnya.

Bahkan, kata dia, ada banyak toko spare part motor yang menitipkan barang di bengkelnya.

“(Lengkapnya spare part) motor yang rusak sudah pasti bisa diperbaiki,” terangnya.

Ia menerangkan, bengkel DIP juga melayani berbagai macam permintaan dari pelanggan untuk motornya.

Misalnya seperti melakukan bore up atau meningkatkan volume silinder mesin, membuat mesin lebih nyaman dan modifikasi lainnya.

“Biasanya pelanggan minta mesin dibuat nyaman. Ada juga yang ingin mesinnya di bore up dan sebagainya,” ungkap dia.

Indra berharap bengelnya bisa lebih berkembang, serta dapat memberikan pelayanan maksimal untuk memperbaiki segala jenis kerusakan pada sepeda motor.

“Semoga kedepannya bengkel yang saya bangun dari nol ini bisa berkembang pesat kedepannya,” pungkasnya.

Bagi masyarakat Tenggarong dan sekitarnya yang ingin memperbaiki permasalah pada motornya dengan hasil yang tidak mengecewakan, bisa langsung ke bengkel DIP yang berlokasi di Jalan Jelawat, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, atau bisa cek akun Instagram @doaibu_proj. (adv/ha/mt)

Rizki Arini selalu Jaga Kualitas Rasa Donut Etam

TENGGARONG– Pemilik Donut Etam Rizki Arini mengaku terus menjaga kualitas rasa produk donatnya.

Menurut dia, menjaga kualitas tentu sangat diperlukan dalam mengembangkan bisnis.

Ia menyebut, walaupun pada umumnya semua bahan dasar membuat donat itu sama, tetapi pemilihan kualitas rasa sangat perlu didalami untuk memilah bahan pokok.

Untuk menjaga kualitas rasa, perempuan yang karib dipanggil Kiki tersebut tidak pernah menyimpan bahan baku terlalu lama agar kelezatan rasa donat tetap terjaga.

Bahkan, dia juga menggunakan topping dengan bahan yang siap pakai.

Topping dasar beda dari donat-donat pada umumnya. Kita pakai cokelat putih. Terus meses itu bukan yang kiloan, tetapi kita gunakan yang premium,” jelasnya kepada awak media ini, Senin (19/2/2024).

Kiki mengungkapkan bahwa demi menjaga donat tetap empuk, diperlukan teknik khusus dalam mengaduknya serta takaran tepung dan bahan-bahan lainnya.

Sebagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang masih pemula, untuk mengembangkan usaha tentu sangat memerlukan keahlian dan inovasi-inovasi baru.

Maka dari itu, ia berharap Pemkab Kukar bisa membantu para pelaku UMKM seperti memfasilitasi pelatihan dan kelas khusus setiap bidang usaha.

Menurut dia, perlu pembinaan yang intens bagi para pelaku UMKM agar bisa memiliki kemampuan yang kompeten dan dapat berdaya saing.

“Tentunya kita butuh pembinaan, baik itu diberikan kelas memasak khususnya bidang kuliner, agar tidak repot lagi kita harus jauh-jauh ke kota sebelah mengikuti kelas,” tutup Kiki.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang ingin memakan donat yang berkualitas, tapi dengan harga yang terjangkau, bisa langsung mengunjungi akun Instagram @Donut_etam dan melakukan pemesanan lewat DM. (adv/lita/mt)

Miliki Kemampuan Memasak, Rizki Arini Bangun Usaha Donat

TENGGARONG- Seorang pelaku usaha asal Tenggarong Rizki Arini mengaku memiliki bakat memasak.

Tak ingin menyia-nyiakan kemampuannya, dia menjadikannya sebagai peluang untuk berwirausaha.

Ia pun mendirikan sebuah usaha makanan donat yang didirikannya sejak awal tahun 2023 dengan nama Donut Etam.

Walaupun tergolong masih belia, perempuan yang akrab disapa Kiki itu akan terus menekuni usaha donat tersebut secara konsisten.

“Kita masih belia untuk usaha donat ini,” terang dia kepada awak media ini, Sabtu (19/2/2024).

Ia ingin menghadirkan donat yang bisa dinikmati oleh konsumennya dengan kualitas rasa yang berbeda dari donat pada umumnya, tetapi dengan harga kaki lima.

Untuk itu, Kiki mengaku telah mengulik resep donatnya melalui proses yang cukup panjang.

Sebab, kata dia, banyak resep yang terkadang simpel, tetapi menuai kegagalan saat diaplikasikan.

Dalam membuat donat, ia menggunakan bahan seperti kentang, terigu, gula, dan pengembang donat.

Demi menghasilkan cita rasa yang berbeda, Kiki menggunakan cokelat putih sebagai toping pada donatnya.

Kiki berharap Donut Etam bisa lebih dikenal oleh banyak masyarakat.

Selain itu, dia berharap produknya bisa menjadi ciri khas donat di Tenggarong yang memiliki rasa yang berbeda dari donat pada umumnya.

“Semoga Donut Etam bisa menghasilkan kreasi baru. Terus juga lebih dikenal di masyarakat,” tutupnya. (adv/lt/mt/fb)

Listiana Mugiyati Ciptakan Batik Khas Kukar

TENGGARONG – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kukar Listiana Mugiyati menciptakan karya seni batik motif Buceros Gasing khas budaya lokal.

Ia menyebut batik motif Buceros Gasing termasuk komoditi usaha mikro, kecil, dan menengah di bawah binaan Dinas Koperasi dan UKM Kukar.

Motif batik ini terinspirasi dari permainan khas Kutai: begasing.

Kata dia, ada 6 jenis gasing yang menjadi motif utama dalam karya batiknya.
Selain itu, terdapat unsur motif tali yang digunakan untuk memutar gasing.

Lalu, unsur motif pucuk pakis yang memiliki harapan seperti tanaman tersebut yang bisa tumbuh di mana saja serta bisa menempatkan diri di mana pun.

Hal ini sejalan dengan tagline batik Buceros Gasing: ‘Ingat Gasing, Ingat Kukar, Buceros Gasing Tetap Bersinar’.

“Saya memang ada keinginan membuat karya batik. Lalu terinspirasi dari permainan tradisional, budaya khas Kutai yaitu gasing yang telah saya riset,” ucapnya kepada media ini, Sabtu (17/2/2024).

Perempuan yang akrab disapa Listy ini mengaku tak pandai menggambar batik.
Karena itu, ia harus meminta bantuan seorang seniman yang ahli di bidangnya untuk menggambarkan batik motif Buceros Gasing.

“Saya minta buatkan ke teman yang memang seniman ahli di bidangnya di Yogyakarta,” ungkapnya.

Listy mengungkapkan keinginannya untuk berkarya di Kukar. Di awal produksi batik Buceros Gasing ini, dia rela memboyong pengrajin dari Yogyakarta ke Kota Raja.

Namun, pembiayaan dari pengrajin hingga produksi selama di Kukar yang cukup tinggi pembuatan batik Buceros Gasing harus diproduksi di Yogyakarta.

Selain itu, kata dia, belum ada lahan yang bisa mengelola limbah hasil produksi batik yang menggunakan pewarna tekstil, bukan pewarna alami.

Sebab, sesuai ciri khas batik Buceros Gasing, selain bermotif gasing, juga memiliki warna yang cerah layaknya buceros atau burung enggang.

Produksi batik pertamanya belum bisa memunculkan minat masyarakat Kukar.

Bahkan, karyanya pernah diremehkan, sehingga membuat dia hanya memberikan batiknya kepada teman-temannya.

Namun, belakangan ia mendapatkan tawaran dari Dinas Pariwisata Kukar untuk berpartisipasi dalam pameran.

Peluang tersebut berhasil dimanfaatkannya dan karya batik buatannya dilirik oleh Pemkab Kukar.

“Saat itu Pemkab kebetulan membutuhkan batik untuk suvenir. Untuk pertama kali pesanan batik 150. Dari itu akhirnya saya terpantik tetap konsisten karena pasti ada jalannya,” beber Listy.

Semenjak itu, karya batiknya berkembang pesat karena dipesan oleh organisasi perangkat daerah dan masyarakat Kukar.

Walaupun sempat terhenti produksi saat pandemi Covid-19, dia kembali mendapatkan panggilan untuk mengikuti perlombaan fashion show pada tahun 2022.

Perbup tentang Bena Beli Produk Lokal juga menjadi sarana untuk promosi selain melalui Instagram.

Sebagai pelaku usaha kecil, ia merasa telah mendapatkan apresiasi dari pemerintah.

Setengah dari hasil penjualan batiknya sekarang bisa membantu kegiatan sosial.

“Sekian persen dari keuntungan itu memang saya sisihkan untuk kegiatan sosial. Enggak harus banyak, semampu kita aja,” ujarnya.

Berkat bantuan dari pemerintah dalam memajukan usahanya, ia telah memiliki NIB dan Hak Atas Kekayaan Intelektual untuk batik khas budaya Kukar ciptaannya.

Listy berpesan kepada pelaku usaha yang baru ingin merintis usaha untuk menentukan target pasar.

Selain itu, saran dia, perlu kreativitas serta terus konsisten, tahan banting, dan tetap realistis.

“Semakin hari kalau mau berbisnis itu ada aja peluang, tapi juga harus tahan banting. Namanya bisnis itu naik turun. Kita harus paham realistis itu,” pungkasnya. (adv/nf/mt/fb)

Makna dan Perjalanan Batik Motif Buceros Gasing Khas Kukar

TENGGARONG – Pemilik batik motif Buceros Gasing khas Kukar Listiani Mugiyati menyebut nama yang dipakai pada karya seninya memiliki makna filosofis yang mendalam.

Dia mengungkapkan, nama gasing diambilnya dari sebuah permainan tradisional di Kutai.

Berdasarkan risetnya, permainan gasing memiliki filosofi dan terdapat pesan moral di dalamnya.

Gasing dimainkan menggunakan bantuan tali yang dililitkan di bagian kepalanya untuk memutar gasing.

Perempuan yang akrab disapa Listy ini menjelaskan bahwa gasing itu diibaratkan sebagai manusia yang akan berdiri sendiri.

Tali yang dipasang pada bagian kepala gasing ini diumpamakan sebagai pendukung dari luar.

Lalu, gerakan berputar gasing tersebut laksana perjalanan manusia.

Kata dia, pesan moral dari tiga unsur permainan tradisional ini ialah bahwa manusia hidup pasti membutuhkan orang lain.

Sedangkan nama Buceros diambilnya dari nama latin Burung Enggang yang berasal dari Kalimantan yang memiliki warna sangat indah dan beragam.

Listy menerangkan, warna unik buceros itu memiliki makna segala sesuatu yang konsisten dan setia.

Ia mengungkapkan, Buceros Gasing adalah singkatan dari Betapeh Unik Corak Etnis Refleksi Olah Seni Gasing.

“Bagi saya brand itu adalah motivasi untuk penjabaran dari diri saya sendiri. Karena juga kita mengangkat budaya lokal. Saya pengen banget mengenalkan Kukar. Makanya punya tagline tuh ‘Ingat Gasing, Ingat Kukar’ Buceros Gasing Tetap Bersinar,” beber dia kepada media ini, Sabtu (17/2/2024).

Ia menjelaskan bahwa batik khas Kutai ini dibuat karena keinginannya membuat sebuah karya saat dirinya aktif sebagai seorang ASN Kukat pada tahun 2017.

Namun, saat itu tidak serta-merta terpikir langsung membuat motif batik.

Listy mengaku terlebih dahulu mencari informasi melalui organisasi literasi yang di dalamnya terdapat tentang kesenian. Pasalnya, dia sangat menyukai seni, terutama membatik.

Keinginan menciptakan motif batik dengan nuansa budaya Kukar mendorong dia melakukan kunjungan ke Rumah Budaya Kutai (RBK) untuk mencari inspirasi.

Di sanalah ia mendapatkan banyak permainan tradisional asli dari Kutai. Listy pun melakukan riset.

“Awalnya riset gitu aja karena tertarik gitu loh. Kira-kira budaya apa yang bisa saya adaptasi gitu yang harus saya imajinasikan. Terus saya harus berkreativitas. Nah, dari RBK itulah saya tertariknya dengan gasing ini. Katanya permainan tradisional dari Kutai,” ungkapnya. (adv/nf/mt/fb)

Syahrul Ramadhan Harapkan Program Strategis Pemkab Kukar

TENGGARONG – Manajer Utama Benua Tuah Himba (Betuah) Project Syahrul Ramadhan mengharapkan program-program strategis Pemkab Kukar untuk mendukung kemajuan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dia mengatakan, para pelaku usaha freelance di Kukar sangat menantikan bantuan pemerintah daerah menjangkau mereka.

Kebijakan Pemkab Kukar saat ini untuk para pebisnis freelance seperti yang dijalankan Betuah Project dinilainya masih minim.

“Terkait kebijakan pemerintah menurut saya kurang ya untuk di bidang yang freelance,” ucapnya, Sabtu (17/2/2024).

Syahrul menilai kebijakan Pemkab Kukar dalam mendukung para pelaku usaha masih belum maksimal.

Menurut dia, Pemkab lebih condong membantu UMKM yang telah memiliki produk jadi.

Sedangkan para pelaku usaha yang tidak memiliki produk jadi seperti perusahaan freelance Betuah Project masih belum tersentuh oleh pemerintah daerah.

“Saya lihat pemerintah masih mendukung UMKM yang bersifat sudah memiliki produknya,” sebut Syahrul.

Walaupun masih belum tersentuh oleh program Pemkab Kukar, sambung dia, mereka tak patah arang untuk tetap menumbuhkembangkan bisnisnya agar lebih besar.

Ia mengatakan, generasi muda harus terus optimis untuk membuat suatu karya dengan bersungguh-sungguh dalam berusaha.

Syahrul meyakini bisnis yang dilakukan dengan perjuangan yang serius akan memberikan hasil maksimal.

Kata dia, beberapa kegagalan yang dialami dalam menjalankan bisnis tak boleh membuat putus asa.

“Gagal dalam usaha itu adalah hal biasa. Justru dengan kegagalan ini dapat memacu semangat untuk berkarya dalam membangun usaha,” pungkasnya. (adv/ha/mt)

Pemilik Yumashawl Terima Bantuan dari Kemenpora RI

TENGGARONG – Pemilik Yumashawl Risma Amalia telah “dilirik” oleh pemerintah pusat setelah membangun dan menjalankan bisnis hijab premium sejak tahun 2021.

Dia pernah mendapat bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sehingga dapat membuka pop up store.

Ia menerima bantuan Kemenpora yang dinamakan Wirausaha Muda Pemula lewat aspirasi Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian.

Bantuan tersebut tak diberikan secara cuma-cuma, tetapi melalui seleksi dan beberapa tahap administrasi, pengecekan berkas yang dikirim ke Kemenpora, hingga proses pencairan.

Bantuan itu pun digunakan Risma untuk memperbanyak koleksi hijab terbaru, rak, hingga display.

Setelah menerima bantuan tersebut, dia harus membuat laporan pertanggungjawaban, yang di dalamnya berisikan nota bukti pembelian, foto-foto barang yang dibeli, perbaikan tempat usaha, dan pengiklanan.

“Karena bantuan ini jumlahnya Rp 10 juta, tentu hati-hati dalam membeli karena ada laporan dan peninjauan,” jelasnya, Selasa (13/2/2024).

Demi membuktikan penggunaan dana tersebut sudah tepat sasaran, ia menerapkan pengiklanan dengan cara melakukan pop up store atau pameran kecil yang bertempat di Kawa Kopi selama 2 hari.

Hal ini untuk memperlihatkan warna asli dan kualitas hijab premium yang dijual Yumashawl.

Pop up store yang dijalankan Risma mendatangkan teman-teman dan kerabatnya untuk melihat hijab premium.

Dia berharap bantuan dari Kemenpora ini bisa menginspirasi para pelaku usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara agar mereka dapat memulai dan menjalankan usaha yang mereka minati.

Ia berpesan kepada calon pengusaha untuk memperkuat tekad dan mental karena memulai serta menjalankan usaha tak semudah membalikkan telapak tangan.

“Kita jangan berharap dapat bantuan dulu baru memulai usaha, tetapi mulai saja dulu, lalu komitmenkan diri untuk terus memasarkan barang berkualitas,” tutupnya. (adv/lt/fb)

Risma Amalia Bangun Bisnis Hijab Premium Berkonsep Autentik

TENGGARONG – Risma Amalia membangun bisnis hijab premium sejak tahun 2021. Dia memberinya nama Yumashawl.

Ia terinspirasi dari selebgram Malaysia dan Australia, yang membangun bisnis hijab dengan konsep autentik.

Risma menjalankan bisnis tersebut melalui online shop, yang kebanyakan peminatnya berasal dari pengguna media sosial Instagram yang menyukai warna-warna kalem.

“Kita sistemnya PO. Jadi, kita update dulu di Instagram, baru kita rekap dan kita pesankan,” ungkapnya, Selasa (13/2/2024).

Dia mengaku bisnis ini masih tergolong kecil, namun order yang diterimanya bisa mencapai 117 pcs dengan harga satuan Rp 26 ribu.

Hijab segi empat yang diberinya nama Ivy dijual dengan harga Rp 26 ribu per pcs, sedangkan hijab pashmina kaos yang dinamainya Haisya berharga Rp 79 ribu per pcs.

Ia mengungkapkan bahwa Yumashawl menjaga kualitas bahan, mencari penjahit yang terpercaya, hingga kemasan produk yang menarik bagi pelanggan.

“Karena kita menjaga kualitas agar terus dipercaya customer,” jelasnya.

Meski bertempat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Risma sering kali menerima konsumen dari Kota Samarinda dan Kota Bontang, yang pesanan mereka dikirim dengan cara ekspedisi.

Demi menjaga kualitas, dia menjalankan taktik pemasaran dengan terus memperbarui model hijab yang tren di kalangan anak muda.

Ia menambahkan hijab model terbaru di Instagram sehingga cara demikian membuat pembeli ingin kembali membeli hijab darinya.

Gelombang online shop memang mengalami naik turun dari segi minat. Namun, Risma tak kehabisan strategi dan taktik dalam menjual produknya.

Dia menjaga kualitas bahan serta membangun komunikasi intens dengan para pelanggan setianya.

Ia berharap Yumashawl bisa membantu generasi muda yang ingin berkerudung tanpa terbebani dengan harga.

Risma pun mengaku senang menjalankan bisnis tersebut. “Apalagi dengar review jujur dari customer yang katanya sangat membantu mereka di lapangan. Hijab Yumashawl enggak bikin gerah,” tutupnya. (adv/lt/fb)

Konsistensi Usaha Pendiri Kawa Kopi Berbuah Manis

TENGGARONG – Adi mendirikan Kawa Kopi pada tahun 2019. Dari tahun ke tahun usaha tersebut terus berkembang. Saat ini, setiap hari dia dapat menjual 100 kelas kopi.

Kawa Kopi bertempat di Jalan Akhmad Muksin, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Lokasinya tergolong strategis dan nyaman bagi para penikmat kopi.
Pada tahun pertama dibuka, Kawa Kopi hanya dapat menjual 2-3 gelas kopi per hari.

Meski begitu, ia tetap konsisten menjalankan bisnis yang digemarinya tersebut.
Adi menjalankan bisnis kopi karena terdorong untuk menyuguhkan sensasi berbeda bagi para penyuka kopi di Tenggarong.

Pada umumnya, kata dia, kafe menyediakan kopi bercita rasa asem dan pahit.
Ia menyebut Kawa Kopi melakukan kombinasi baru sehingga banyak konsumen yang tertarik meminum kopi.

Adi mengungkapkan bahwa tak semua warga Tenggarong menyukai kopi dengan rasa asam dan pahit.

Dia pun tekun mempelajari selera warga Kota Raja. Belakangan, muncul ide untuk menjual kopi dengan rasa dominan manis.

“Karena saya itu mau ketika orang datang ke Tenggarong punya ciri khas, salah satunya Kawa Kopi,” ucapnya, Rabu (14/2/2024).

Ia menjelaskan, Kawa Kopi menjual setiap gelas kopi dengan harga yang sangat terjangkau. Kopi dengan varian berbeda dijualnya dengan harga Rp 8 ribu hingga Rp 18 ribu per gelas.

“Kita ingin ciptakan rasa yang nendang tapi yang semua kalangan bisa merasakan,” tutupnya. (adv/lt/fb)